<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965</id><updated>2011-07-30T08:21:23.251-07:00</updated><category term='Ruang Pikir'/><category term='Ruang Hati'/><title type='text'>Fery Ramadhansyah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-8619127954592924585</id><published>2009-11-04T23:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T23:42:26.748-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>Gajian, di Sini Senang di Sana Senang</title><content type='html'>Al...untuk singkatan dari nama Alminda. Begitu orang memanggilnya. Terkadang kawan-kawannya memanggil dengan sebutan “min”. Tapi panggilan itu bukanlah panggilan yang cukup istimewa, kalau kami yang menyebutkan. Pasalnya, Al minda yang merupakan adik pertama satu tahun di bawahku ini juga kakak bagi dua orang adiknya yang cowok. Ya, kami empat bersaudara, dengan formasi tiga satu. Tiga untuk cowok dan satu untuk cewek. Dan satu-satunya permaisuri di rumah kami adalah dia. Jadi, aku manggilnya adek, dan yang laen manggilnya kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau dirunut dari jenjang sekolahnya, pekerjaan yang ia geluti selama enam bulan ini tidak ada kaitan dengan pendidikan yang diperoleh. Dari SMK, kemudian kuliah ambil jurusan komputer, dan sekarang kerja di kantor penjualan rumah. Kalau dipikir-pikir, apa hubungannya bisa komputer dengan sales. Jauh dong, tapi gitulah. Apalagi sekarang sulit kerja. Masih syukur sarjana komputer bisa kerja di tempat kantoran. Di luaran sana, masih banyak lagi sarjana-sarjana pengangguran. Ternyata memang, tamat kuliah bukan menjamin dapat kerja. Kalau tidak kreatif, dan terus berusaha, rasanya sulit untuk mendapat hidup yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya, untuk ukuran gadis berusia dua puluh tiga tahunan, dan masih tinggal bersama orang tua, gaji yang diperoleh tiap bulanannya lebih dari cukup. Nominal di atas satu juta lima ratus ribu mungkin bagi yang berkelurga barangkali kurang. Tapi, untuk yang lajang, kebutuhan tidaklah terlalu banyak. Malah, uang segitu bisa ditabung untuk keperluannya yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan keenam masa ia bekerja, perusahaan memberikan bonus kepada semua karyawannya karena hasil penjualan meningkat. Termasuk dia, adikku yang baru bekerja selama enam bulan itu, mendapat bonus sebesar satu bulan gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, kalau gajian bukan ia saja yang senang, adik-adik juga. Dengarnya sih, dia selalu menyisihkan sebagian gaji untuk mereka dan juga mamah. Mungkin, pikirnya itu adalah cara balas budi sama keluarga. Sebab, tidak ada kebahagian bagi sang anak, melainkan saat ia bahagia, semua anggota keluargnya juga bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk kali ini, bonus yang ia terima juga disisihkan untuk keluarga. Bukan hanya itu, ia menyisihkan beberapa ratus ribu untuk disedekahkan anak – anak yatim. Bicara punya bicara, uang yang ingin disedekahkan itu diserahkan sama mamah. Kemudian mamah lah nanti yang menyerahkan pada anak-anak yatim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mamah bercerita tentang sedekah, aku ada di situ. Dan ia meminta pendapatku, bagaimana sebaiknya jumlah uang segitu disedekahkan pada satu orang anak yatim atau dibagi-bagi pada banyak anak yatim. Yang mana aja baik, jawabku. Kalau mau yang lebih baik, yang lebih banyak jumlahnya, kemudian dibagi kepada banyak orang. soalnya sedekah itu baiknya diberikan pada orang yang paling membutuhkan. Dan itu juga baru berharga kalau nominal sedekah itu lebih besar. Ibaratnya, kalau kita ada uang satu juta, kemudian mau sedekah kepada anak yatim, lebih baik kita cari anak yatim yang benar-benar butuh uang satu juta tersebut, ketimbang ngumpulin seratus orang anak yatim dan dibagi rata. Apalah arti uang sepuluh ribu di tangan mereka kalau hanya buat jajanan, sementara ada diantara mereka ada yang paling butuh. Bisa jadi, satu juta itu lebih berguna bagi satu orang anak yatim yang ketika itu sangat membutuhkan biaya sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saranku lagi, kalaupun ada anak yatim yang benar-benar butuh, tapi kita lihat ada orang lain yang lebih butuh, maka sebaiknya berikan pada orang yang paling butuh. Kemudian, mamah ingat kalau salah satu tetangga kami belakangan ini lagi kering alias tak berduit. Seorang nenek yang sudah lanjut usia itu hidup bersama anak bungsunya yang baru menikah dengan uang pas-pasan. Si nenek tadi sering curhat sama mamah, kalau biaya hidup sekarang mahal-mahal. Anak-anaknya sudah pada berumah tangga namun hidupnya juga alakadarnya. Tidak bisa membantu orangtua. Kasian si nenek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mamah pun berniat mengalihkan sedekah yang awalnya untuk anak yatim beralih ke tetangga kami tersebut. Mamah lebih bersemangat dan tambah yakin kalau sedekahnya benar-benar bermanfaat ketika aku sebutkan bahwa berbuat baik pada tetangga adalah bukti keimanan kita pada Allah dan Rasul Nya. Banyak hadis yang menganjurkan agar kita berbuat baik pada tetangga. Salah satunya, rasul menganjurkan kepada kita untuk membagikan makanan pada tetangga meskipun hanya kuah. Dan bukan hanya itu, rasul mengecam orang-orang yang bisa tertidur pulas sementara tetangganya kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infak, sedekah, zakat sebenarnya merupakan cara kita mengekspresikan rasa syukur terhadap harta yang kita miliki. Allah melebihkan harta masing-masing kita. Bukan untuk berbangga ria, atau berlaku kikir. Karena hakikatnya harta itu adalah titipan semata. Itu adalah milik Allah. Dan seketika Ia mau mengambilnya dari kita, dengan sekejap saja harta itu bisa hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hasil usaha, yang kemudian kita sebut gaji, itu adalah harta yang wajib disyukuri. Kalau penghasilan yang diterima mencapai nisabnya maka wajib zakat. Jumlahnya dua setengah persen dari hasil yang diperoleh. Kalau tidak sampai nisab, adalah baik jika kita mengeluarkan sedekah sebagian dari harta yang kita peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-8619127954592924585?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/8619127954592924585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/11/gajian-di-sini-senang-di-sana-senang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8619127954592924585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8619127954592924585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/11/gajian-di-sini-senang-di-sana-senang.html' title='Gajian, di Sini Senang di Sana Senang'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-6610110690988863589</id><published>2009-10-30T02:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T02:38:48.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>Kematian Adalah Pasti, Bersiaplah</title><content type='html'>Pujangga pernah berkata; “Allah swt. telah menetapkan umur kehidupan di pentas bumi bagi seluruh makhluk. Siapapun tidak dapat menambah atau mengurangi jatahnya. Kehidupan Anda adalah tarikan nafas yang terhitung jumlahnya. Setiap berlalu sekali tarikan, terkurangi pula bilangannya. Kematian adalah pintu, setiap orang pasti melaluinya. Sungguh gaib apa yang terdapat di belakang pintu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Genap sebulan keberadaanku di tanah air. Medan, nama yang selalu kubayangkan semasa belajar di negeri orang. Enam tahun lamanya aku berpisah, dan sekarang aku kembali ke kota kelahiranku, tempat aku bermain dan dibesarkan. Sungguh kerinduanku sangat mendalam, tatkala melihat orang-orang kucintai, ada dihadapan. Tiga orang adik yang sudah besar-besar dan dua orang tua yang kian bertambah usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun, adalah waktu yang cukup lama dan pasti banyak yang berubah. Si bungsu, dulu semasa keberangkatanku menuju Mesir, ia kutinggalkan masih SD, dan sekarang sudah ‘Aliyah (SLTA). Tinggi badannya pun melebihiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tadi si Kecil, di sisi lain kulihat bapakku yang kian menua. Guratan lelah yang mengukir di wajahnya, tubuh yang dulu gemuk kian menyusut, adalah bukti pergulatannya dengan masa. Namun, ya begitulah. Kebahagian itu membuncah sebab kehadiranku sebagai anak tertua melengkapi suasana ramadhan, meskipun di ujung penghabisan. Ya, aku tiba lima hari sebelum hari kemenangan itu datang. Sehingga hadirnya diriku di tengah keluarga, seolah mengisi kekosongan keceriaan yang sempat hilang selama enam tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian itu memang indah. Penuh canda dan tawa. Suka cita dan riak soraya saling bersahutan, mengenang masa lalu yang pernah ada. Kisah dan cerita pun diadu, mengenang bagaimana kami dahulu. Namun, seketika di tengah masa-masa keceriaan itu, kata-kata bapak begitu menghenyuhkan perasaanku. Tengah bergegas berangkat ke tempat kerjanya, Bapak berpesan agar aku ziarah ke makam nenek. Nenek yang selalu memanggilku dengan sebutan kecil Didon, dulu begitu menyayangiku. Hingga keberangkatanku, ia sempat mengantarkanku dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek meninggal dunia setelah kepulangannya dari tanah suci. Sedari berangkat menuju baitullah, nenek sudah sakit-sakitan. Berbagai obatpun dikonsumsi agar tubuhnya tetap sehat dan memungkinkan ia berangkat ke tanah suci. Beberapa kali ia juga sempat dibawa ke rumah sakit. Setelah melalui perawatan intensif, akhirnya pada saat berangkat, pihak kesehatan haji, mengizinkannya untuk terbang ke kota kelahiran nabi Muhammad tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan berlalu, jemaah kembali ke tanah air. Dan rombongan jemaah haji itupun bersama dengan nenek. Selang beberapa hari tiba di tanah air, ia kembali dilarikan ke rumah sakit. Sewaktu dirawat, aku yang ketika itu masih di negeri seribu menara, sering menghubunginnya. Masih terngiang di telinga ketika ia memintakanku membaca beberapa ayat al quran. Walau hanya melalui telepon, kubacakan ayat-ayat itu di telingannya. Hingga lepas bacaan itu kuperdengarkan, kami sempat bercengkrama. Dan tawanya pun terdengar disambut oleh tawa kecil famili yang tengah berada di ruang rawat tersebut. Itulah akhir aku mendengar suaranya. Karena ia dipanggil Allah, pada tahun akhirku belajar di universitas Al azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, berziarah kekuburan nenek memang sudah seharusnya. Itu bukan sekedar tanda hormatku, tapi lebih dari itu. Tradisinya, kita di Indonesia berziarah ketika memasuki bulan ramadhan. Tapi, bagiku meski sudah di bulan Syawal, dan bertepatan awal kedatanganku kembali di tanah air, maka sebagai yang muda haruslah menaruh hormat kepada yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian itu pasti adanya, setidaknya perintah ziarah kubur yang dianjurkan oleh rasul kepada kita bertujuan agar kita lebih mengingat mati. Cukuplah kematian itu menjadi pelajaran bagi kita. Karena mengingat mati bisa menyadarkan kita kembali. Untuk apa kita diciptakan dan bila-bila masanya, kita akan kembali pada zat yang Maha Menciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu ketika, salah seorang teman pernah bercanda kepada saya. Saat kami melintasi kompleks perumahan, ia sontak berkomentar; inilah perkampungan masa depan kita. Ujarnya tanpa menunjuk arah mana yang dimaksud. Saya kira, ia ingin menunjukkan bahwa kompleks perumahan itu adalah contoh tempat tinggal yang ideal untuk kami diami. Tapi, ternyata bukan. Lihat susunan nisan itu, tertata rapih berbaris menjadi saksi bisu terhadap kemegahan rumah-rumah yang berada tidak jauh darinya. Ujarnya sambil menatap areal pemakaman depan kompleks perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum ya ahlal qubur wa nahnu insya allahu lahiqun, Keselamatan atas kamu semua wahai penghuni qubur, dan kami insya allah akan menyusul. Beginilah doa yang dianjurkan bagi kita ketika memasuki pemakaman. Ini artinya apa, bahwa kematian adalah isyarat bagi kita untuk bersiap-siap menuju satu fase kehidupan yang disebut alam barzakh. Inilah mengapa berziarah itu di anjurkan. Dan bukan orang yang telah terkubur, adalah seluruh jiwa raganya telah tiada. Tidak, bahkan jiwanya senantiasa hidup dan itulah yang akan dikembalikan menghadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu khutbahnya, Sayyidina Ali berkata: “Maut bagaikan hanya keniscayaan bagi selain kita. Hak di dunia ini bagaikan hanya wajib terhadap selain diri kita. Ketika kita mengantar jenazah, kita bagaikan mengantar siapa yang segera akan kembali menemui kita. Kita meletakkan mereka di kuburan mereka, kita makan warisan mereka, bagaikan kita akan kekal selama-lamanya. Kita telah melupakan semua peringatan, dan merasa aman dari semua petaka, padahal kita hanya bertamu di dunia ini, dan apa yang kita miliki hanya pinjaman yang harus dikembalikan.”&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.. (QS:4:78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiaplah, dan sebaik-sebaik persiapan untuk satu ini adalah taqwa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-6610110690988863589?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/6610110690988863589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/10/kematian-adalah-pasti-bersiaplah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6610110690988863589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6610110690988863589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/10/kematian-adalah-pasti-bersiaplah.html' title='Kematian Adalah Pasti, Bersiaplah'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-5668884652606392810</id><published>2009-08-29T18:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T19:03:04.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Ramadhan dan Budaya Konsumtif.::</title><content type='html'>Apa yang terbayang dalam benak kita, ketika kata ramadhan ini disebutkan. Lemas, tidak makan dan minum, jam aktifitas berkurang dan tunjangan hari raya di akhir bulan. sekurang-kurangnya itulah yang tergambar dalam bayangan awal kalau bulan ramadhan tiba. Sebab, bicara soal ramadhan berarti bicara soal puasa. Dan puasa identik dengan lemas, tidak bergairah, lesu, karena mulai dari terbit fajar sampai tenggelam matahari tidak dibenarkan makan dan minum. Kalau sudah masuk waktu maghrib, makan dan minum itu kembali dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aktifitas menahan lapar dan dahaga ini berlangsung selama sebulan penuh. Itu artinya, kalau orang yang berpuasa hanya sekedar tidak makan dan minum, maka rasa lapar dan haus yang paling banyak dirasakan. Sepanjang siang ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga puasanya tidak batal. Ia mampu menahan keinginan perutnya, hingga saatnya tiba. Dan begitulah seterusnya selama satu bulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa orang semacam ini dikategorikan oleh Imam Ghazali ke dalam model puasa orang awam/kebanyakan. Mereka puasa hanya sebatas lepas kewajiban. Mereka puasa sekedar menahan hal-hal yang membatalkan . Puasanya sah, tapi kualitas puasanya baru mencapai kulit, bukan isi. Dan biasanya tidak banyak nilai-nilai puasa yang didapat selama bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, bulan ramdhan adalah wahana yang diberikan Allah agar setiap hambaNya memahami nila-nilai dalam pelaksanaan salah satu rukun islam tersebut. Tapi, kebanyakan orang hanya melihat kewajiban puasa ini sebatas perintah formal. Mereka kurang begitu menghayati apa hakikat dan tujuan puasa itu. Dan kalau sebuah kewajiban hanya dipandang semata hukum atau peraturan, jadilah perintah syariat itu sebatas hitam diatas putih. Tak ubahnya dengan hukum dan peraturan lainnya, syariat islam hanya berfungsi sebagai undang-undang Allah yang termaktub dalam kitab-kitab fikih klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, syariat ibarat rambu-rambu kehidupan. Melalui syariat ini setiap muslim diarahkan untuk beramal sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Akan tetapi, syariat bukan sekedar hukum atau undang-undang, karena syariat juga memiliki sisi lain yang sarat dengan penanaman nilai. Setiap hukum yang termaktub dalam Fikih memiliki tujuan yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk nilai. Tujuan-tujuan hukum inilah kemudian yang diperkenalkan oleh Imam Syatibi dengan istilah maqashid syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu halnya dengan puasa. Perintah berpuasa menanamkan banyak nilai ke dalam diri setiap muslim. Menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkan puasa bertujuan untuk membiasakan seseorang mengkonsumsi makanan tidak berlebihan. Sahur dan berbuka adalah cerminan disiplin waktu bagi seseorang memberikan hak perut untuk makan. Dan, dari rasa lapar yang dirasakan kiranya mampu menimbulkan empati serta solidaritas membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang sangat miris kita temukan sehubungan dengan bulan ramadhan. Hari-hari dimana setiap muslim berpuasa, tapi justru kebutuhan pangan selama bulan ini meningkat. Kalau sehari semalam ada dua puluh empat jam dan dua belas jam adalah waktu puasa, tidak makan dan minum, otomatis kebutuhan pangan berkurang. Tapi ternayata justru yang terjadi kebalikannya. Hampir setiap rumah tangga, anggaran belanjanya menjadi dua kali lipat bahkan lebih. Dan itu biasanya dialokasikan, untuk membeli makanan yang akan dikonsumsi pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain dari peningkatan kebutuhan pangan juga ditandai dengan jaminan pemerintah perihal pasokan sembako yang cukup ketika ramadhan tiba. Atau, bisa dilihat juga pada pasar-pasar yang melebarkan wilayahnya untuk penyediaan kebutuhan pangan. Kemudian yang paling khas ditemukan, pedagang-pedagang bermunculan di sepanjang jalan. Biasanya mereka standby mulai setelah ashar. Mereka menjajakan makan-makan kecil untuk berbuka dan juga minuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan ramainya pedagang makanan berbuka itu yang disayangkan, bukan pula usaha pemerintah yang dalam hal ini menyediakan stock sembako. Tapi, sikap berlebihan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. Perhatikan pola makan di bulan ramadhan. Banyak di antara kita, yang melaksanakan puasa kayak anak kecil. Supaya puasanya penuh, dijanjikan saat berbuka nanti akan diberikan makanan yang banyak. Dan tidak sedikit pula di antara kita puasa balas dendam. Karena seharian tidak makan dan minum, maka sewaktu berbuka semua makanan yang terhidang habis disantap. Pola makan seperti inilah yang membuat setiap keluarga harus mengeluarkan lebih uangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wal hasil, karena kebutuhan meningkat, sementara persedian terbatas maka harga dipasaran menjadi naik. Dan puncaknya ini terjadi seminggu sebelum lebaran. Kalau harga-harga kebutuhan pokok meningkat, maka itu akan membuat setiap harga barang naik menyesuaikan kebutuhan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi, kalau prinsip ini yang justru terbentuk dalam pribadi muslim selama bulan ramadhan. Yang seharusnya kesempatan puasa untuk melatih diri agar tidak mubazir dalam membelanjakan harta, malah yang terjadi mereka banyak melakukan mubazir dan israf (berlebihan) dalam mengkonsumsi makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bertujuan untuk membentuk pribadi-pribadi yang bertakwa. Yaitu mereka yang senantiasa mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bagaimana mungkin target takwa itu dicapai, kalau yang ada malah prilaku mubazir dan israf, yang nyata-nyata itu perbuatan tidak disukai Allah. Bahkan dikatakan orang-orang mubazir itu kawan setan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah telah menyiapkan salah satu pintu surga bernama rayyan, bagi kita yang melaksanakan puasa. Tentunnya, bagi kita yang melaksanakan puasa tidak hanya sebatas kewajiban. tapi lebih pada penghayatan-penghayatan nilai yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-5668884652606392810?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/5668884652606392810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/ramadhan-dan-budaya-konsumtif.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5668884652606392810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5668884652606392810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/ramadhan-dan-budaya-konsumtif.html' title='.::Ramadhan dan Budaya Konsumtif.::'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-8065828689075469156</id><published>2009-08-29T18:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-29T18:56:11.267-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>::.Menyikapi Isu.::</title><content type='html'>Dikisahkan dalam sebuah riwayat; satu ketika Haris bin Dharar al Khuza’i menemui baginda rasul saw. Kemudian beliau mengajaknya memeluk Islam, lantas ia pun masuk islam. Lalu disuruhnya membayar zakat, ia juga mematuhi perintah tersebut. Sesudah itu ia meminta izin kepada rasul untuk kembali ke kampung halamannya guna menyerukan Islam dan mengumpulkan zakat pada masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa waktu kemudian terkumpullah zakat. Kemudian rasul mengutus Walid Bin Uqbah untuk mengambil zakat yang terkumpul tadi. Namun dipertengahan jalan, belum sempat bertemu Haris, Walid kembali menghadap rasul. Dia melaporkan kalau Haris menghalanginya untuk mengambil zakat, bahkan ia juga terancam dibunuh. Lalu rasul mengutus orang lagi untuk menjemput Haris dan membawanya ke hadapan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau  yang menghalangi zakat dan yang hendak membunuh utusanku” ungkap rasul kepadanya meyakinkan. Lalu Haris menjawab “ Tidak, demi Zat yang mengutus engkau dengan hak wahai rasul. Aku tak pernah bertemu dengannya begitu pula dia tak pernah bertemu denganku”. Sangkalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tersebut berkisah tentang pentingnya ketelitian dalam menerima kabar atau informasi. Terkadang, tidak sedikit di antara kita yang menelan bulat-bulat sebuah kabar. Tanpa memandang siapa yang memberitahukan, kita sering terjebak bahwa kabar yang disampaikan sebenarnya hanya sekedar isu dan bukan fakta. Pada akhirnya berdampak negatif dalam kehidupan. Oleh karena itu, saat seseorang datang membawa kabar, apalagi orang tersebut kita ragukan atau beritanya masih dipertanyakan maka harus diperjelas terlebih dahulu kebenaran isi berita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt:  Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 49:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di kalangan kita yang sering terjebak. Awalnya kabar yang diterima dianggap fakta namun adalah isu. Lantas isu tersebut menimbulkan prasangka-prasangka. Dan itu membuat kita berburuk sangka terhadap satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menyeleksi sebuah kabar itu perlu. Bisa dengan jalan bertemu langsung dengan pihak yang dibicarakan, atau mencari kabar yang semisal dari sumber-sumber terpecaya. Ini menghindarkan kita dari suuzon yang bisa merusak hubungan sosial antara satu individu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa (QS. 49:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-8065828689075469156?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/8065828689075469156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/menyikapi-isu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8065828689075469156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8065828689075469156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/menyikapi-isu.html' title='::.Menyikapi Isu.::'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-5299053546272368489</id><published>2009-08-16T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T21:19:18.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Pelajar Islam Indonesia::.</title><content type='html'>Pelajar Islam Indonesia , kalimat ini adalah satu kesatuan kata yang cukup komplit mencakup nama, kepribadian dan orientasi diri untuk setiap penuntut ilmu. Setiap orang hakikatnya adalah pelajar. Bagaimanapun proses pembelajaran yang ditempuh untuk memperoleh ilmu pengetahuan tersebut, dia dinamakan sebagai pelajar. Dan pelajar itu adalah kita semua. Karena belajar, merupakan tuntutan hidup mulai dari buaian sampai ke liang lahad. Sepanjang napas dikandung badan, sebelum nyawa berada di krongkongan dan selama seseorang masih dikatakan hidup, maka orang itu masih memangku tugas belajar tersebut&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya, belajar ini dibagi menjadi formal, informal dan nonformal. Ketiga pembagian ini memiliki bobot dan tuntutan yang sama. Ketiganya dihukumkan wajib bagi siapa saja, yang hendak meningkatkan kualitas diri dan berakhir pada pengenalan siapa dirinya, dimana ia berada serta siapa Penciptanya. Oleh karena itu, tidak mutlak benar ungkapan “ aku ada karena aku berpikir”. Sebab, dari proses berfikir ini akan  melahirkan hal-hal yang bersifat transendental juga. Idealnya, orang yang bermula berfikir tentang siapa dirinya, tentu akan membawanya untuk berfikir, bagaimana asal muasalnya, dan untuk apa keberadaanya. Sehingga, muncul pertanyaan susulan, Siapa yang menciptakannya. Kalau dalam pembahasan filsafat, ini disebut ontologi, epistimologi dan aksiologi. Maka pantas, bagi kalangan sufi menyebutkan ; man arrafa nafsah faqad arafa rabbah, bahwa dalam rangka mengenal tuhan dibutuhkan proses identifikasi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada klasifikasi belajar. Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa belajar itu secara garis besar dibagi dua; Formal dan nonformal. Yang jelas, belajar formal ini adalah proses belajar yang diperoleh di bangku sekolah dan kuliah. Semua proses pembelajaran yang sifatnya formal, mulai dari dasar, menegah, atas,  hinggga ke perguruan tinggi, maka ini disebut belajar formal. Karena memang, pada akhir jenjang di setiap tingkat, ada ijazah atau sertifikat yang dikeluarkan sebagai pernyataan bahwa orang yang bersangkutan telah selesai. Dan biasanya, surat keterangan itu memiliki akses nasional bahkan internasioanal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda mungkin dengan pendidikan nonformal, proses transformasi pengetahuan yang berlangsung bukan di bangku-bangku sekolah atau kuliah, meletakkannya sebagai tempat pembelajaran yang sifatnya suplemen. Tuntutannya hanya sebatas anjuran bukan kewajiban. Karena penguasaan ilmu tersebut hanya bersifat dukungan. Pembelajaran inilah yang kemudian banyak ditemukan di tempat-tempat kursus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, untuk pendidikan yang sifatnya informal, adalah proses-proses pembelajaran yang dieperolah seseorang melalui hasil interaksinya dengan masyarakat. Atau, proses-proses transformasi ilmu yang diperolah dari lembaga-lembaga kajian baik dari organisasi ataupun lainnya. Dan untuk hal ini, berawal dari sebuah masyarakat yang paling kecil yaitu keluarga, seseorang sebenarnya telah melakukan pembelajaran. Pola interaksi anggota keluarga inilah yang menjadi basis bagaimana seorang anak sebagai murid belajar etika dari orang tua sebagai gurunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga pengelompokkan proses belajar di atas, adalah yang menjadi sorotan utama untuk penamaan belajar tertumpu pada belajar yang sifatnya formal. Belajar formal inilah yang kemudian memfokuskan diri untuk proses transformasi ilmu yang dikategorikan tuntutan. Artinya, tanpa harus memandang belajar informal dan nonformal itu, tidak dituntut, belajar formal itu dianggap lebih prioritas bagi setiap orang. Benar memang, bahwa tuntutan belajar itu adalah untuk segala bentuk pembelajaran. Namun dalam kesempatan ini, kita akan mencoba melihata  lebih dalam bagaimana karakteristik pelajar sejati dia bangku pendidika formal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya seorang muslim, apa pun tindakannya haruslah searah dengan apa yang digariskan oleh agama Islam. Hal inilah yang kemudian timbul jadi pertanyaan, apakah kita yang sedang belajar di pendidikan formal sudah terpatri jiwa keislaman yang kokoh, sehingga cara pandang kita terhadap ilmu pengetahuan tidak lagi membedakan antara ilmu agama dan ilmu umum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang muslim yang tengah mendalami ilmu-ilmu agama,  lantas dia alergi mendengar ilmu-ilmu non agama. Atau sebaliknya, seorang muslim yang belajar ilmu-ilmu non agama, jadi buta sama sekali dengan pengetahuan agama. Penyekatan inilah yang membuat kebanyakan muslim menjadi orang yang setengah-setengah. Ibarat bertepuk sebelah tangan, maka tak kan ada irama yang indah bisa diperdengarkan. Wal hasil kesempurnaan pendidikan pun jauh dari harapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang cukup sulit mungkin, mengharapkan muncul sosok muslim yang paham di bidang keagamaan di satu sisi, namun ia juga pakar di bidang umum di sisi lain. Tapi memang ini adalah sebuah keharusan. Kalaupun Imam Ghazali membagi ilmu pada fardhu ain untuk ilmu agama, dan fardhu kifayah untuk ilmu umum, bukan berarti bahwa penuntut ilmu agama bisa berlaku cuek pada materi-materi yang sifatnya umum. bukankah penguasaan ilmu dibutuhkan  bagi siapa saja yang mengingin kan kebaikan dunia dan akhirat. Sampai-sampai derajat orang yang berilmu itu lebih tinggi dari ahli ibadah. Ini menandakan, ilmu agama adalah kewajiban dan ilmu umum adalah keharusan. Artinya, untuk menuju pribadi muslim yang kaffah dia harus bisa menggabungkan keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama merupakan spirit yang melapisi semua lini kehidupan. Kehadirannya tidak bisa dilepas dari aktivitas hidup yang ada. Oleh karenanya, penguasaan di bidang agama ini, justru menuntut penguasaan pengetahuan yang berhubungan dan agama dan kehidupan itu sendiri. Pendeknya, kalau agama menggolongkan hidup, ada yang di dunia dan ada yang di akhirat, maka penguasaan ilmu agama, yang sifatnya keduniaan haruslah berlaku seoptimal mungkin. Karena agama muncul sebagai pengatur hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat dan individu dengan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagi seorang muslim yang tengah mendalami pengetahuan-pengetahuan umum, semestinya tidak lupa di mana tempat berpijak dirinya. Tidak mudah menjadi seorang yang pakar di bidang umum, namun paham juga tentang agama. Tapi, lagi-lagi ini adalah keharusan. Sebab, agama adalah identitas kepribadian seseorang. Karena agama adalah sumber segala inspirasi bagi tiap sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, dalam prakteknya akan berbeda, orang yang berfikir dengan tolok ukur agama dengan yang berfikir tanpa agama. Begitu juga, tidak sama buah fikir orang yang memiliki latar belakang agama yang berbeda. Orang yang yang berfikir non agama akan cenderung atheis dan mendewakan rasionalitas. Begitu juga orang yang berfikir dengan krangka agama tertentu, maka pasti menghasilkan buah fikir yang sejalan dengan norma-norma yang berlaku pada agama tersebut. Sehingga ilmu yang dihasilkan adalah sejalan dengan apa yang digariskan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, dalam apa yang disebut tujuan. Segala tindak tanduk seseorang di dasari dengan sebuah orientasi yang ingin di peroleh. Seseorang yang melakukan sesuatu tanpa didasari oleh tujuan yang jelas maka cenderung prosesnya lambat dan tidak teraatur. Bukan hanya itu saja, bahkan tanpa arah yang jelas maka bisa-bisa akan berakhir sia-sia. Oleh karenanya, dalam agama orientasi ini disebut dengan niat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan status sebgai pelajar  berjiwa islam yang kuat, maka hal yang paling tepat adalah bagaimana memberdayakan ilmu yang diperoleh bisa berguna bagi masyarakat. Dan dalam hal ini, pelajar islam di tanah air kita sejatinya, adalah orang-orang yang dengan ilmu pengetahuan yang diperolehnya, bisa di dayagunakan untuk kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia . Dengan demikian, maka jadilah ia orang terbaik sebagaiamana yang disabdakan rasul; “Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang banyak” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-5299053546272368489?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/5299053546272368489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/pelajar-islam-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5299053546272368489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5299053546272368489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/pelajar-islam-indonesia.html' title='.::Pelajar Islam Indonesia::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-3851613517293627178</id><published>2009-08-14T05:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T05:24:52.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Agar Tidak Binasa Semua::.</title><content type='html'>Rasulullah saw bersabda: perumpamaan orang yang mematuhi perintah Allah dan orang yang melanggar perintahNya seperti sekelompok orang yang sedang berada di dalam perahu. Sebagian ada yang berada di atas dan yang lainnya berada di bawah. Tentunya bagi mereka yang di bawah jika hendak minum mereka akan menemui yang di atas. Sekiranya mereka berkata: kita bocorkan saja perahu ini agar cepat mendapat air, lagi pula itu tidak akan mengganggu yang di atas. Kalaulah yang di atas membiarkan apa yang mereka buat di bawah niscaya semua akan celaka. Sebaliknya jika mereka mencegahnya maka selamatlah semuanya. (HR. Bukhari )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah ibaratnya sebuah masyarakat. Keberadaan satu individu bergantung pada individu lainnya. Jika salah seorang bertindak menyalahi aturan yang telah ditetapkan, maka kewajiban lainnya untuk mengingatkan. Ini dimaksudkan untuk menjaga keberlangsungan hidup lainnya. Sebab azab akan turun manakala terjadi kemungkaran di bumi Allah namun tak satupun orang mengingatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friman Allah swt: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. 8:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya bagi siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya berusaha untuk mencegahnya. Jika kemungkaran itu lebih kecil dari kekuatan yang dimiliki maka cegahlah dengan tangannya. Jika sebanding, cegahlah dengan ucapannya. Dan jika lebih besar maka bencikanlah dengan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, niscaya tatanan hidup masyarakat akan baik. Sebab penyelewengan-penyelewengan yang terjadi di tengah masyarakat laksana sebuah penyakit. Jika masih bisa disembuhkan, maka bersegeralah menyembuhkannya . Namun jika tidak, amputasi anggota tubuh yang terjangkiti supaya penyakit itu tidak merusak anggota tubuh lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-3851613517293627178?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/3851613517293627178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/agar-tidak-binasa-semua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3851613517293627178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3851613517293627178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/agar-tidak-binasa-semua.html' title='.::Agar Tidak Binasa Semua::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-4027897813231210228</id><published>2009-08-03T14:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T14:04:33.242-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>::.Berdoa Dengan Amal Shalih::.</title><content type='html'>Satu ketika ada tiga lelaki yang bermalam di dalam gua. Mereka istirahat dan tidur di dalamnya. Keesokan harinya, saat terbangun mereka lihat pintu gua tertutup oleh bongkahan batu besar. Lalu mereka berkata; gua ini tidak akan terbuka kecuali kita berdoa kepada Allah dengan perantara amal shalih yang pernah kita buat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lantas berdoalah salah seorang mereka : Ya Allah, kedua orang tuaku sudah tua rentah. Aku tidak minum sebelum mereka minum, tidak pula keluargaku. Satu hari aku keluar rumah dan saat kembali kudapati mereka telah tertidur. Lalu kubawakan segelas air namun aku segan membangunkannya. Aku tunggu mereka hingga terbangun waktu subuh. Dan bangunlah mereka lalu meminum air yang kubawakan. Ya Allah, kalau yang kulakukan ini semata mencari keridhaanMu maka keluarkanlah kami dari gua ini. Kemudian bergeserlah sedikit batu yang menutupi gua tersebut, tapi mereka masih belum bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki kedua berdoa: Ya Allah, aku memiliki keponakan perempuan yang sangat kucintai. Sesekali pernah aku merayunya namun ia menolak. Hingga saat tibanya musim paceklik dia menemuiku, lalu kuberikanlah seratus dua puluh dinar padanya dengan syarat kami bisa berduaan, sampai ketika kami hampir melakukannya dia berkata: bertakwalah kepada Allah dan jangan akhiri kesudahan kecuali itu memang haknya. Kutinggalkan dirinya beserta uang yang kuberikan tadi. Ya Allah, kalau yang kulakukan ini semata mencari keridhaanMu maka keluarkanlah kami dari gua ini. Kemudian bergeserlah sedikit batu yang menutupi gua tersebut, tapi mereka masih belum bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ketiga berdoa: Ya Allah, aku pernah mempekerjakan beberapa orang dan kuberikan mereka upah masing-masing kecuali satu orang. Aku meninggalkannya begitu saja lantas ia pun pergi. Upahnya tersebut aku kelola hingga berkembang menjadi banyak. Selang beberapa masa ia datang menemuiku dan berkata: wahai hamba Allah, berikanlah upahku. Lalu kukatakan padanya: semua unta, sapi, kambing dan budak yang engkau lihat itulah upahmu. Apakah engkau mempermainkanku, tukasnya. Dan kujawab tidak. Lalu dia mengambil semua hartanya itu. Ya Allah, kalau yang kulakukan ini semata mencari keridhaanMu maka keluarkanlah kami dari gua ini. Kemudian bergeserlah batu yang menutupi gua tersebut dan mereka pun keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini menyiratkan tentang peranan amal shalih dalam pengabulan doa. Sering kali kita lupa bahwa diantara penyebab doa tidak mustajab karena permohonannya hanya sepihak. Padahal jika mau menyadari, al quran telah memberi tuntunan bagaimana doa yang mustajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al fatihah, pada ayat ke enam Allah berfirman “Tunjukilah kami jalan yang lurus”.  Kalimat ini adalah doa. Perhatikan ayat sebelumnya; “Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”. Kalimat ini merupakan bentuk pernyataan. Hubungan keduanya seperti kesepakatan. Oleh karenanya jika ingin doa dikabulkan, terlebih dahulu ia harus memperhatikan ibadahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah di sini sifatnya umum. Segala tindak tanduk kita yang mengantarkan pada ridha Allah itu disebut ibadah. Lebih dekatnya, seluruh amal shalih yang pernah dilakukan terhitung ibadah. Jadi, seberapa persen doa akan terkabul berbanding sejajar dengan frekuensi amal salih dan ketaatan yang dilakukan. Semakin banyak ibadah dilakukan dan ibadahnya itu sah dimata Allah maka semakin besar peluang doa untuk terkabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-4027897813231210228?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/4027897813231210228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/berdoa-dengan-amal-shalih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/4027897813231210228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/4027897813231210228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/berdoa-dengan-amal-shalih.html' title='::.Berdoa Dengan Amal Shalih::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-3124157091840582385</id><published>2009-08-03T14:02:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T14:03:25.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>::.Sabar Menunggu Giliran::.</title><content type='html'>Sore itu aku megunjungi perpustakaan Indonsia yang ada di wisma nusantara, Rab’ah. Kebetulan, bis yang kunaiki mengambil jalur belakang, bukan seperti biasa dengan jalur depan. Jadi memang ada dua jalur keluar dari distrik sepuluh kediamanku saat ini. Pertama, jalur depan dengan rute distrik delapan, makram, awal abas dan  seterusnya. Dan kedua, jalur belakang dengan rute distrik tujuh Enpi, Hadiqah dauli, awal abas atau langsung jalan lurus menuju distrik tujuh menuju Rab’ah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, jalanan perempatan distrik tujuh macat sore harinya. Lalu lalang kendaraan penuh sesak memadati simpang tempat toko Syabrawi itu. Mulai kendaraan pribadi orang-orang yang baru pulang dari kantor, hingga angkutan umum yang saling berlomba mengejar setoran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacatan itu sampai Mahkamah, sekitar lima puluh meter dari perempatan. Semua kendaraan terhenti, tidak berpindah sedikit pun lima sampai sepuluh menit. Layaknya setiap kemacatan yang ada, kendaraan-kendaraan yang terjebak, berusaha memutar haluan dan mencari jalur beda untuk keluar dari kemacatan tersebut. Semula ada beberapa celah antara satu kendaraan dengan lain, namun setelah orang berebut putar haluan, jalur menjadi tidak teratur. Wal hasil, arus jalan tertutup dan kemacatan tambah lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bisa dibayangkan, kondisi seperti ini, saat semua orang ingin cepat, maka satu sama lain saling hujat. Belum lagi ada yang mengucapkan kata-kata kotor dan lain sebagainya. Semua jadi lebih kacau, dan tidak terkendali dalam waktu yang cukup lama. Seharusnya kemacatan hanya makan sepuluh sampai lima belas menit, tapi dengan kondisi demikian baru selesai sekitar setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari sebelumnya juga, saat pulang kuliah dengan bis delapan puluh coret, di perempatan Awal abas terjadi tabrakan ringan. Bis yang kutumpangi itu menyerempet mobil pribadi. Tak sempat jatuh korban jiwa memang, tapi korban moral. Pasalnya, si pengemudi mobil pribadi itu keluar dan langsung melemparkan kata-kata kotor serta makian bertubi-tubi pada supir bis. Seorang wanita muda pemilik mobil itu dengan ringannya menyebut hewan pada supir bis yang sudah paruh baya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah yang terjadi manakala kesabaran tidak diikutsertakan dalam menyikapi satu persoalan. Semua pandangan menjadi gelap, dan cara berpikir cenderung menyalahkan yang lain. Seseorang yang tidak sabar tidak akan bisa mengambil keputusan secara tepat. Oleh karenanya ia akan mudah mengenyampingkan hak orang lain. Dan tak jarang juga yang berujung pada pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar butuh proses dan latihan. Kebanyakan sifat ini diperoleh bukan dari jalan warisan sifat keturunan. Sering kita lihat, terkadang ada orang tua yang sabar  tapi anaknya tidak. Atau dalam keluarga, kakaknya sabar tapi adeknya tidak. Oleh karenanya sifat ini harus terus dilatih dan dibina. Agar sifat ini bisa menjadi pendamping kita manakala menyikapi permasalahan.&lt;br /&gt;Rasulullah saw mengibaratkan sifat ini laksana cahaya. Seseorang yang memiliki kesabaran akan selalu menghadapi permasalahan dengan hati yang terang dan pikiran yang cerah. Semua akan berjalan normal. juga, orang-orang yang sabar akan terhindar dari mengambil hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemacatan lalu lintas itu adalah salah satu potret kehidupan yang menuntut pelakunya harus mengambil keputusan dengan sabar. Alih-alih ingin cepat keluar dari kemacatan, para pengemudi yang mengambil jalan pintas, justru merusak jalur dan memperlambat kemacatan. Bukan hanya itu, bayangkan apa jadinya susana penuh sesak di tengah kota seperti itu seketika berubah kebun binatang. Karena memang tidak sedikit, diantara pengemudi yang berucap kasar, hingga mengutuk dengan panggilan binatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja mau bersabar menunggu giliran, jalan akan menjadi normal secepat mungkin. Dan tidak ada yang terzalimi, karena setiap hak pengguna jalan terpenuhi. Setiap jalan digunakan sesuai jalurnya. Tidak akan muncul upatan, cacian, makian dan sumpah serapah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lini kehidupan yang lain juga seperti itu, orang yang mencari rezeki diiringi sifat sabar ia akan selalu berjalan di atas rel kebenaran. Setiap usaha dan inovasi yang dilakukan untuk menambah penghasilannya diperoleh dengan jalan yang baik. Tidak mengambil hak orang lain. Kalau ia sebagai bawahan tidak akan menjilat ke atasan dan menyikut kanan kirinya. Kalau ia wirausaha tidak akan bersaing dengan curang terhadap orang-orang yang membuat usaha yang sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas” (QS. 39:10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-3124157091840582385?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/3124157091840582385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/sabar-menunggu-giliran.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3124157091840582385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3124157091840582385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/sabar-menunggu-giliran.html' title='::.Sabar Menunggu Giliran::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-8983116164441361785</id><published>2009-08-03T14:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T14:02:00.829-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>::.Penghapus Dosa::.</title><content type='html'>Tidak ada seorang pun yang luput dari salah dan dosa. Setiap manusia diciptakan cenderung berbuat keliru dan lupa. Karena itulah fitrahnya, bahkan sedari awal nabi Adam pun turun ke bumi akibat kesalahannya. Namun untuk mengimbanginya ada beberapa hal yang bisa menghapus dosa dan mengangkat derajat seseorang yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Maukah aku tunjukkan kepadamu perkara yang bisa menghapuskan dosa dan mengangkat derajat pelakunya? Sahabat menjawab: iya ya rasul. Lalu rasul berkata; sempurnakanlah wudu’ walau dalam keadaan sulit, perbanyaklah melangkah ke mesjid dan tunggulah waktu shalat ke shalat lainnya. Itulah pengikat” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis ini difahami bahwa ada tiga hal yang  dapat menghapuskan dosa. Ketiga hal tersebut membutuhkan kesungguhan dalam melaksanakannya. Sebab usaha yang ditempuh untuk menjalankannya dipandang baik di mata Allah dan dianggap sebagai pengganti kesalahan yang pernah diperbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: menyempurnakan wudu’ yaitu membasuh seluruh anggota wudu’ dengan sempurna. Hendaknya ketika berwudu’ jangan dilakukan dalam tergesa-gesa, terutama dalam keadaan sulit seperti udara yang dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: memperbanyak langkah ke mesjid yaitu membiasakan shalat berjemaah di mesjid. Karena setiap jejak langkah yang tertinggal tatkala menuju mesjid, itu terhitung satu kebajikan. Maka semakin jauh mesjid yang ditempuh semakin banyak pula kebaikan yang akan di perolehnya. Dan sholat berjamaah di mesjid menjadikan pahalanya dua puluh tujuh derajat dari shalat yang dilaksanakan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: menanti shalat dari waktu ke waktu yaitu senantiasa menunggu kehadiran shalat manakala selasai melaksanakan yang satu. Ini bisa dilakukan dengan I’tikaf di mesjid pada waktu maghrib menjelang isya ataupun waktu lainnya. Atau juga dengan senantiasa bersegara melaksanakan shalat fardhu setiap kali azan dikumandangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga hal ini merupakan satu kesatuan yang tergabung dalam ibadah shalat. Dimulai dari persiapannya dengan wudu’, melaksanakannya dengan jemaah di mesjid serta membiasakannya dengan menanti waktu-waktu shalat. Dan ini sebenarnya bukan hanya sebagia penghapus dosa, melainkan juga menjadi perisai agar tidak melakukan dosa lagi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar (QS:29:45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-8983116164441361785?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/8983116164441361785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/penghapus-dosa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8983116164441361785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8983116164441361785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/08/penghapus-dosa.html' title='::.Penghapus Dosa::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7540990175539202511</id><published>2009-07-30T17:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T17:47:42.238-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Bahaya lisan::.</title><content type='html'>Orang bijak berkata : “kalau pedang lukai tubuh masih bisa harapan sembuh, kalau lidah lukai hati, kemana obat hendak dicari”. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah lidah, organ tubuh satu ini bukan hanya berfungsi sebagai indera perasa. Bentuknya yang elastis membuat fungsinya juga beraneka. Dengan lidah seorang rakyat jelatapun bisa menjadi masyhur hingga pelosok dunia, dan sebab lidah pula orang yang terhormat jatuh sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah ibarat pisau bermata dua. Sisi yang satu memiliki pengaruh positif dan yang satu lagi berpengaruh negatif. Jika perkataan yang muncul itu baik maka akan membawa kepada  kebaikan. Namun jika buruk maka ia akan membawa pada kerusakan dan kehancuran dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak masalah yang terjadi disebabkan lidah. Orang mudah berkata dusta hingga kebenaran berbalik menjadi salah. Seorang anak berbohong pada orang tuanya dikarenakan lidahnya. Para ibu rumah tangga yang mengghibah, itu juga karena lidahnya. Bahkan yang lebih dahsyat pengaruhnya jika para politisi di negeri ini sering mengumbar janji, itu  juga sebuah keteledoran menjaga lidahnya. Wal hasil semua akan menjadi kacau dan rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal salah satu karakteristik muslim  adalah mampu menghindarkan diri dari bahaya lidah dan tangannya terhadap orang lain. Islam juga mengajarkan bagaimana bersikap bijak untuk tidak melakukan hal yang tidak berguna. Tidak boleh ghibah, dusta maupun namimah. Sebab ketiga hal ini merupakan penyakit yang sering diderita oleh mereka yang tidak bisa memelihara lidahnya. Padahal di hari pembalasan nanti semua anggota tubuh kita akan diminta pertanggungjawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata orang “ mulutmu adalah harimaumu” jika lidah itu tidak dipelihara dia tak ubahnya bak seekor harimau. Apa jadinya dalam keluarga jika anak suka berdusta. Dia akan ringan bilang, uang yang ditangannya adalah uang jajan yang diberikan kemarin. Padahal uang itu diambil dari kantong celana bapaknya tanpa izin. Kalau anak waktu kecilnya berani mencuri uang bapak sendiri, bukankah besarnya dia berani mencuri uang orang lain, dan berkata dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak akibat janji semu yang diumbar oleh politisi membuat rakyat menjadi semakin menderita. Itu berawal dari dusta juga. Dan timbullah krisis kepercayaan pada rakyat terhadap pemerintah. Kalau sudah begini kapan negara akan bisa maju, sebab tidak ada kerja sama antara rakyat dan pemerintahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berhati-hatilah dalam berkata, karena lidah adalah faktor yang paling banyak menjerumuskan orang masuk ke dalam neraka. Naudzu billah min zalik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7540990175539202511?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7540990175539202511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/bahaya-lisan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7540990175539202511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7540990175539202511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/bahaya-lisan.html' title='.::Bahaya lisan::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-2160075657052966873</id><published>2009-07-30T17:45:00.001-07:00</published><updated>2009-07-30T17:45:45.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Membangun Rumah di Surga::.</title><content type='html'>Di tengah-tengah era globalisasi seperti sekarang, saat rumah-rumah mentereng dan gedung-gedung pencakar langit dengan cepatnya dibangun, ironisnya pembangunan mesjid selalu terbengkalai. Tidak jarang kita lihat, masih banyak bangunan mesjid dari tahun ke tahun hanya pondasi dan tiang-tiangnya saja yang berdiri kokoh. Terkadang malah peresmian sebuah mesjid merupakan peletakkan batu pertama sekaligus batu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa daerah misalnya, untuk menyelesaikan satu mesjid, warga setempat yang dimotori oleh pemudanya (remaja mesjid) turun ke jalan guna meminta sumbangan. Ini membuktikan kurangnya kesadaran kita akan fadhilah berinfak di mesjid. Padahal, setiap uang yang diinfakkan, kemudian dengan uang tersebut dimanfaatkan untuk kemakmuran mesjid sama artinya kita membangun rumah di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membangun mesjid dengan hartanya maka  Allah  akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga.” (HR. Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah kita tak mampu membangun satu mesjid dengan biaya sendiri. Namun bukan berarti tak bisa membangun sebuah rumah kelak di surga. Pada hakikatnya, setiap sumbangan yang kita tujukan ke mesjid, sedikit demi sedikit mejadi tabungan untuk membangun rumah kita yang ada di surga nanti. Mungkin sebagian uang yang diinfakkan hari ini digunakan pengurus mesjid membeli pasir lalu besoknya dibelikan batu dan besoknya lagi dibelikan semen. Dari yang sedikit itulah nantinya pembangunan yang direncanakan akan selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinfak sebenaranya bukan mengurangkan harta. Walaupun nominalnya berkurang, tapi sesungguhnya uang yang ada justru akan dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat. Ini bisa dirasakan dari keberkahan uang yang dimiliki. Dan tidak jarang, semakin rajin orang yang berinfak maka semakin luas rejekinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk pembangunan mesjid berarti telah membuktikan diri kita seorang mu’min. Karena dengan demikian kita termasuk orang-orang yang memakmurkan mesjid. Dan sebagai gantinya, Allah akan mempersiapkan rumah buat kita di surga nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 9:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-2160075657052966873?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/2160075657052966873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/membangun-rumah-di-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2160075657052966873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2160075657052966873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/membangun-rumah-di-surga.html' title='.::Membangun Rumah di Surga::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-2684502830059528009</id><published>2009-07-30T17:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T17:44:32.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Menyemai Cinta Dengan Salam::.</title><content type='html'>Satu ketika Tufail bin Ubai bin Ka’b mengikuti Abdullah bin Umar berjalan ke sebuah pasar. Dilihatnya Abdullah tadi mengucapkan salam kepada semua orang yang dijumpainya baik yang dikenal ataupun tidak. Lantas Tufail pun bertanya kepadanya; wahai Abdullah, kenapa engkau pergi ke pasar. Padahal engkau tidak berbelanja. Kemudian dia menjawab; aku pergi ke pasar cuma untuk sekedar salam. Karena salam menghantarkan seseorang masuk ke dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan salam memang sederhana. Hanya dengan ucapan “assalamu’alaikum” seseorang tanpa disadari sebenarnya ia telah menaburkan benih-benih cinta terhadap sesama. Sebab salam bukan sekedar ucapan yang terlintas untuk basa basi saja, melainkan di dalamnya mengandung doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah saw bersabda: “Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu tidak bisa beriman sebelum kamu saling mencintai. Maukah kamu aku beritahukan sesuatu  jika kamu melakukannya maka kamu akan saling mencintai. Tebarkanlah salam.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucap salam tidak sama dengan ucapan yang lain. Kita sering mendengar ucapan “selamat pagi, selamat siang, selamat sore ataupun selamat malam”. Semua ucapan ini memang baik diucapkan, namun ucapan tersebut meskipun menempati posisi “ assalamu’alaikum” akan tetapi sifatnya temporal. Kalau hendak mendoakan, kenapa harus terikat waktu seperti ucapan selamat pagi dan lainnya. Oleh karena itulah kalimat “ assalamu’alaikum” tidak menyertai waktu. Itu artinya, setiap orang yang mengucapkan salam kepada orang lain berarti ia mendoakan keselamatan padanya sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari aspek sosial, salam merupakan penguat hubungan seseorang dengan  yang lain. Walau hanya berpapasan, kemudian mengucapkan salam tentunya orang lain merasa senang karena didoakan. Doa yang meluncur tanpa pamrih dan tanpa diminta itu akan membuat jalinan tali cinta terhadap sesama. Sehingga, bagi siapa yang diberikan salam maka sepatutnyalah ia memberikan sekurang-kurangnya salam yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “  Apabila kamu diberi salam dengan satu salam, maka balaslah salam  itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (QS. 4:86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah rahasia dibalik salam itu. Salam bisa menjadi pengait hati satu sama lain karena di dalamnya terkandung doa sekaligus penghormatan. Kalau setiap orang bisa saling menghormati di jalan atau setiap kali bertemu, bukankah yang akan timbul adalah rasa cinta. Dan mencintai sesama termasuk salah satu takaran sejauh mana iman yang dimiliki seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “  Tidak beriman seseorang di antara kamu sampai kamu mencintai saudaramu sebagaimana mencintai dirimu sendiri” (HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-2684502830059528009?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/2684502830059528009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/menyemai-cinta-dengan-salam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2684502830059528009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2684502830059528009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/menyemai-cinta-dengan-salam.html' title='.::Menyemai Cinta Dengan Salam::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-1892869731657066474</id><published>2009-07-30T17:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-30T17:43:10.733-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Pengawasan Allah::.</title><content type='html'>Alkisah dahulu kala ada seorang syaikh yang mengajar ilmu-ilmu agama. Syaikh tersebut memiliki beberapa murid yang taat. Banyak ilmu agama yang telah diajarkannya, hingga satu ketika syaikh itu ingin menguji mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dikumpulkanlah mereka untuk mendapat pengarahan. Lantas sang syaikh berujar “Wahai murid-muridku, di hadapan kalian ada beberapa ekor burung dan pisau. Ambillah seekor burung dan sebilah pisau masing-masing kamu. Kemudian pergilah ke satu tempat di mana tidak ada yang melihat. Sembelihlah burung itu dan bawalah sembilahannya kembali”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjaklah mereka ke tempat yang mereka anggap aman untuk menyembelih. Ada yang ke gunung, ke pantai, ke gua dan lain sebagainya. Setelah selesai, mereka kembali sambil membawa hasil sembelihan. Dan satu persatu melaporkan bagaimana mereka menyembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada giliran seorang pemuda, serentak semua heran melihatnya. Sebab di tangannya ditemui burung yang dibawa masih hidup. Kemudian Syaikh tadi bertanya: “Wahai muridku, kenapa engkau tidak menyembelihnya” dan pemuda itu menjawab: “ Wahai guru, bagaimana bisa aku menyembelihnya sementara di setiap tempat ada Zat yang melihatku. Dia Zat yang Maha melihat dan mendengar. Dialah Allah Tuhanku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah muslim seharusnya. Dalam kesehariannya harus ingat setiap tindak-tanduknya selalu diawasi Allah. Dengan demikian ia telah berbuat ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “ Bahwasannya engkau menyembah Allah, seolah-olah engkau melihatNya. Jika  engkau tidak melihat Nya, Dia pasti melihatmu” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai setiap orang menyadari pentingnya rasa pengawasan Allah tersebut maka tidak dijumpai lagi anak yang durhaka pada orang tuanya, orang tua yang melalaikan tanggung jawabnya dan pejabat yang menyalahgunakan amanahnya. Karena jika merasa terawasi, orang akan senantiasa memenuhi amanah dan tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt : “ Dan tepatilah janji, Sesungguhnya janji itu akan diminta pertanggungjawabannya” (QS.17:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, sekecil apapun perbuatan yang dilakukan Allah akan selalu mengawasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt : “sesungguhnya Allah menjadi pengawas atas diri kamu” (QS.4:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya perkara yang zahir, setiap tindakan yang masih diniatkan dan disembunyikan dalam hati pun Allah mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Firman Allah swt: “ katakanlah, jika kamu menyembunyikan apa yang di dalam hati kamu ataupun yang kamu nampakkan pasti Allah akan mengetahuinya. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha mampu atas setiap sesuatu”. (QS.3:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-1892869731657066474?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/1892869731657066474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pengawasan-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/1892869731657066474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/1892869731657066474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pengawasan-allah.html' title='.::Pengawasan Allah::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-2633412082129654875</id><published>2009-07-22T16:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T16:04:27.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Jihad Dalam Pemahaman Islam::.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Smeazx_3KlI/AAAAAAAAAJQ/ALZ6Qj7ALm8/s1600-h/jihad.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Smeazx_3KlI/AAAAAAAAAJQ/ALZ6Qj7ALm8/s200/jihad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361424095793064530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Hari itu dunia dikejutkan dengan kejadian yang cukup dahsyat. Sebuah peristiwa yang tidak pernah diprediksi sebelumnya terjadi di negara adi daya. Konon katanya dengan seluruh kecanggihan yang dimiliki, negara tersebut mampu menangkal munculnya aksi-aksi yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Namun nasib berbicara lain, sebuah bangunan kembar megah sebagai jantung aktivitas perdagangan dunia yang terletak di kota New York Amerika serikat, seketika berubah menjadi puingan dan kepulan asap akibat benturan dua peSAW.at Boing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walau hampir tidak percaya, itulah yang terjadi dan dari sinilah bermula. Semua orang disekitar panik. Mata mereka terbelalak mengiringi reruntuhan bangunan serantak dengan kepulan asap yang membumbung. Sesaat kemudian Bush junior berdiri menyampaikan pidatonya dan tanpa pikir panjang ia langsung melontarkan pernyataan bahwa dalang dibalik aksi teror itu adalah Osama bin laden, mitra perang lamanya saat berkoalisi melawan Sofiet di Afghanistan, juga sosok saudagar Islam dermawan yang diusir oleh negaranya karena vokal terhadap kesewenangan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang memilukan tersebut berdampak cukup negatif bagi umat Islam. Pasalnya, setelah tudingan sekonyong-konyong dilontarkan ke arah Osama dan al qaidahnya, langsung Islam disuarakan sebagai agama teroris. Karena salah satu motif utama yang disinyalir dari aksi teror tersebut adalah adanya seruan agama yang dikenal dengan jihad al kufar atau Holy war. Dan untuk melucuti Osama - yang dianggap teroris- AS menabuh genderang perang bagi Afghanistan, karena di sinilah dianggap basis Osama dan al qaidahnya ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghan luluh lantah dibombardir, namun Osama yang dicari tak kunjung dapat. Di lain pihak, umat Islam merasa disakiti. Solidaritas keIslaman muncul dari penjuru dunia. Lalu menilai tindakan teror yang dibalas teror itu adalah sekenario buatan barat saja. Sehingga melahirkan gesekan-gesekan sosial akibat adanya rasa ketidakadilan. Dan muncullah aksi-aksi pemboman di beberapa tempat sebagai reaksi rasa ketidakpuasan yang timbul dikalangan muslim. Kemudian menamakan aksi itu sebagai bentuk jihad menentang kesewenangan diktator mayoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aksi bom terjadi saling bersusulan di negara-negara yang notabenenya mayoritas kristen. Namun tak sedikit pula aksi itu terjadi di negara muslim, seperti pemboman Sharm syaikh di Mesir, Arab Saudi, Syria bahkan Serentetan bom yang terjadi di Indonesia. Peristiwa bom Bali, Jw Marriot, kedutaan Australia dan aksi pemboman lain memperlihatkan wajah Islam yang bengis, tidak bersahabat dan syarat anarkisme. Sebab pelaku aksi-aksi tersebut adalah orang Islam. Dan setreotip ini yang membentuk opini kalangan barat umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jadi pertanyaan benarkah aksi-aksi tersebut digolongkan dengan Jihad. Jika tidak, konsekwensi apa yang patut diterima oleh pelakunya dalam kaca mata agama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legalitas jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Defenisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata jihad berasal dari bahasa arab yang arti dasarnya adalah usaha keras.  Secara bahasa penggunaan kata ini lebih mengarah pada satu perbuatan atau tindakan yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu semua tindakan setiap muslim yang dikerjakan dengan serius disebut jihad. Ayah yang bekerja dengan serius untuk menafkahkan keluarganya adalah jihad. Istri yang mendidik anaknya dengan serius adalah jihad. Pelajar yang belajar dengan tekun disebut juga dengan jihad. Itulah jihad dalam pengertian umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengertian yang khusus jihad lebih identik dengan perang. Meskipun defenisi yang dikemukakan oleh pakar fikih terdapat beraneka redaksi, namun masih memiliki satu cakupan makna seputar perjuangan Islam melawan orang-orang kafir.  Aksi juang ini dilakukan dalam rangka dakwah Islam dan untuk menjujung tinggi kalimah Allah di muka bumi. Karena sesuai dengan klaim al Quran yang menerangkan bahwa agama Islam adalah untuk sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad digolongkan dalam permasalahan syariah. Semua hal yang berkenaan dengannya dibahas secara detail dalam satu bab yang diberi judul jihad. Namun dalam beberapa kitab fikih klasik nama bab ini tidak memakai istilah jihad melainkan as siar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Wahbah az Zuhaili  memberikan defenisi jihad menurut syara’ sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad adalah mengerahkan seluruh usaha dan kemampuan dalam memerangi orang-orang kafir serta menghalaunya, baik dilakukan dengan jiwa, harta ataupun ucapan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa jihad tidak  sebatas angkat pedang, ia juga bisa berbentuk sokongan dana berupa bantuan suplai peralatan yang dibutuhkan selama berperang seperti persenjataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu hal yang paling inti pada jihad sebenarnya adalah sampainya da’wah Islam kepada pihak-pihak di luar Islam. Jihad bukan penaklukkan orang-orang kafir semata atau ekspansi negara Islam ke negara-negara non muslim. Ia bukan cuma payung legalisasi pembunuhan orang-orang yang tidak mengaku Islam. Jihad diselenggarakan agar semua umat manusia mengetahui kerisalahan nabi berikut dengan ajaran yang dibawanya. Oleh karena itu dalam prakteknya seluruh arena jihad yang terbentang di medan perang selalu sebelumnya ada sinyal-sinyal yang disampaikan. Biasanya  perang tidak akan dimulai sebelum seruan-seruan untuk damai telah sampai ke pihak lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam)…” (QS.al Fath:16)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasulullah SAW. tidak memerangi suatu kaum begitu saja kecuali sebelumnya telah ada seruan yang sampai kepada mereka” (HR.Ahmad dan Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tiga instrumen jihad (jiwa, harta ataupun ucapan) yang mesti didahulukan adalah jihad dengan ucapan. Ini bisa berbentuk dakwah personal atau sosial. Menyerukan pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dan jihad bil lisan menempati kedudukan yang lebih utama, khususnya dalam negara Islam sendiri (darul Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullas SAW. bersabda:&lt;br /&gt;“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran kepada pemerintah yang bertindak sewenang-wenang” (HR. Abu Daud dan Tirmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kewajiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (QS at Taubah:111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda:&lt;br /&gt;“Sungguh dalam perjalanan atau pergi berjuang di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua nas di atas menjelaskan tentang keutamaan sekaligus kewajiban jihad yang harus dipikul di atas pundak seorang muslim. Pada nas pertama; Allah SWT. memberikan kiasan jihad tak ubahnya seperti perdagangan. Jual beli yang berlangsung antara hamba dengan Tuhannya itu menjanjikan surga. Jadi, untuk setetes darah yang tumpah di medan jihad Allah akan menghargainya dengan satu kapling di surga yang disediakan untuk para syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada nas kedua; sabda rasul menjelaskan tentang nilai sebuah perjuangan di jalan Allah. Ternyata even jihad yang ada merupakan sebuah tawaran keberuntungan. Tawaran ini tertuju buat siapa saja. Dan sungguh beruntung bagi siapa saja yang telah mengambil peluang itu, karena dirinya telah menjadi orang yang paling kaya diantara jutawan-jutawan yang ada. Sebab, berjihad di jalan Allah nilainya lebih baik dari pada dunia dan seisinya. Itulah janji beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan disiplin ilmu usul fikih, dapat diistinbath hukum bahwa jihad adalah wajib. Hal itu bisa dilihat dari sighat amar yang digunakan pada kedua nas di atas. Stimulus berupa surga pada nas pertama dan dunia seisinya pada nas kedua menandakan bahwa perintah tersebut bermakna wajib.  Sebagaimana kaidah ushuliyah yang sering dikenal “setiap perintah maknanya wajib”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad diwajibkan khusus untuk laki-laki saja. Yaitu muslim laki-laki yang telah baligh,berakal dan memiliki perbekalan bagi dirinya selama berperang juga nafkah buat keluarga yang ditinggalkan.  Maka tidak wajib bagi mereka yang bukan muslim, perempuan, anak-anak, orang gila dan orang yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban ini tidak satu. Adakalanya wajib kifayah dan adakalanya wajib ‘aini. Hal itu bergantung pada kondisi yang berlangsung. Berikut penjelasan kedua-duanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. wajib (fardhu) kifayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum wajib kifayah diperuntukkan bagi mereka yang termasuk ahli jihad. Jika salah seorang dari masyarakat di satu tempat pergi ke medan perang maka sisanya tidak wajib. Ini biasanya terjadi manakala peperangan bertempat di belahan negara muslim yang  lain. Pada saat itu bagi daerah yang berdekatan, kemudian memungkinkan untuk berangkat maka harus ada yang mewakili untuk berangkat ke medan perang.  Bisa juga dengan mengulurkan bantuan yang sifatnya materil dan non materil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga)…” (Qs an Nisa’:95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas dapat difahami bahwa jihad termasuk fardhu kifayah. Kalaulah jihad termasuk fardhu ‘ain maka tidaklah mungkin Allah menjanjikan balasa yang sama berupa surga pada orang yang tidak turut berperang. Tentunya kalau bukan fardhu kifayah pastilah orang yang tidak turut berperang mendapat dosa. Karena telah mengabaikan sebuah kewajiban. Akan tetapi, Allah menjeleskan bahwa orang yang berperang itu lebih utama dari pada mereka yang tetap tinggal di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. wajib (fardhu) ‘ain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban ini dibebankan pada setiap muslim dengan beberapa ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jika telah berada dalam barisan perang di medan pertempuran. Dalam kondisi seperti ini pantang untuk berbalik ke belakang. Siapapun yang ada, kalau ia telah mukallaf maka wajib bagi dirinya turut menaklukan musuh yang ada di hadapan.&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). (QS.al Anfal:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jika pasukan lawan masuk ke daerah yang dihuni oleh masyarakat muslim. Saat itu juga seluruh masyarakat yang berada di sana harus pergi ke medan perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” (QS.at Taubah:123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jika seorang hakim atau orang yang berwenang dalam satu pemerintahan meminta agar salah seorang dari rakyatnya turut berperang, maka orang yang dimaksud tidak boleh menolak permintaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT. berfirman:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu :"Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu meresa berat dan ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (QS. at Taubah:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dan Terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenaranya dua kata di atas tidak memiliki hubungan satu sama lain. Yang satu berbicara tentang kebajikan sedangkan yang satu lagi bicara tentang keburukan. Jihad bukan sebuah momok seperti yang dibayangkan oleh kalangan luar Islam. Ia salah satu instrumen da’wah yang digunakan dalam usaha penyebaran risalah kenabian. Di samping itu, jihad merupakan sarana pertahanan yang dibenarkan dalam syariat manakala ada pihak-pihak luar berusaha merusak dan menghancurkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, siapapun sepakat setiap tindakan yang sifatnya merongrong ketentraman dan meresahkan khalayak ramai disebut teror. Teror bisa hadir kapan, di mana dan dalam bentuk apa saja. Ia bisa hadir dalam meja pengadilan dalam wujud hakim yang curang. Bisa juga di badan pemerintahan seperti para koruptor. Atau hadirnya dalam kencah perpolitikan seperti politikus busuk. Dan mungkin juga di dalam arena ekonomi seperti kapitalis-kapitalis. Mereka ini adalah para teroris-teroris yang sebenarnya perlu di berantas dan dibumihanguskan sampai ke akar-akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maslahnya sekarang kita sering terikut arus opini publik yang dibentuk oleh media. Media bicara soal pemboman yang pelakunya muslim langsung menulis dan berkesimpulan bahwa itu teror. Kemudian aksi itu menisbahkan dengan bentuk jihad era sekarang sebagaimana yang dinukilkan dan dipercayai para pelakunya. Padahal –terlepas itu fakta/rekayasa- kalaulah pelaku itu seorang muslim yang alim serta taat, tentu sebelum aksinya dilancarkan ia pasti berpikir untuk mengurungkannya. Karena tindakannya tersebut jauh dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin seorang muslim bisa dengan tenang menumpahkan darah orang lain –non muslim;baca- jika perbuatannya demikian dikecam oleh Allah. Dalam Al quran Allah mengecam perbuatan seseorang yang menumpahkan darah orang lain tanpa sebab. Membunuh satu orang yang tidak bersalah sama artinya memusnahkan seluruh umat manusia.(QS;5:32) Kalau tidak karena membunuh atau berbuat kerusakan maka orang itu keselematannya ditanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kalaupun ada aksi pemboman-pemboman yang merenggut nyawa orang lain, kemudian belakangan diketahui pelaku aksi dan dalang dibalik semuanya orang Islam, apakah bisa begitu saja menisbahkan teror tersebut bagian dari ajaran Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aksi pemboman yang terjadi belakangan ini diketahui banyak dilakukan oleh pihak muslim. Dengan memakan korban yang tidak sedikit jumlahnya, belakangan Islam menjadi tercemar karena dianggap lokomotif dari teror tersebut. Tidak adil memang, kalau menghakimi sebelah pihak. Tapi memang itulah realitanya. Kebanyakan malah pelaku aksi pemboman itu dengan bangga menyatakan keislamannya. Seolah-olah tindakannya tersebut adalah legal di mata Islam. Dan menamakan aksi itu adalah bentuk jihad dari ijtihadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masyarakat muslim menjadi resah. Islam yang diyakini selama ini sebagai ajaran yang mengajak keselamatan justru sekarang identik dengan keresahan. Padahal, tidaklah tepat mengatakan pelaku aksi pemboman itu adalah representasi dari Islam sendiri. Kenapa, jika identifikasi itu perlu, seharusnya para teroris Irlandia dan Bosque yang pernah ada dibilang juga aksi mereka tampilan dari ajaran kristen yang mereka anut. Jadi memang sebenarnya butuh penilaian yang lebih cermat untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena pelaku dan aksi yang ada muncul dari satu peradaban yang ada. Sebagaimana aksi anarkisme Hitler dan Nazi yang muncul dari peradaban kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya kalau hendak menilai secara objektif haruslah semua aksi teror yang ada dinilai dengan tinjauan bermacam sisi. Karena mereka haruslah benar-benar dilihat dari sisi budaya, agama dan kontek sejarahnya. Hal ini dimaksudkan agar mendapat pemahaman yang utuh dan penilaian yang tidak berat sebelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istisyhad vs Intihar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita tidak akan membicarakan banyak aksi-aksi perlawanan (muqawamah) yang dilancarkan oleh individu atau golongan di negara-negara muslim yang sedang terjajah. Katakanlah itu sekarang di Palestina, Afghanistan, Irak, Chechnya, Sudan, Somalia ataupun Libanon yang baru berakhir seteru tidak lama ini. Di negara-negara ini yang sampai sekarang masih berlangsung terjadi pendudukan dan penjajahan secara terang-terangan, apa pun bentuk perlawanan yang muncul dari rakyatnya, mulai dari bom bunuh diri, penyanderaan, penyerangan dan lain sebagainya semua dibenarkan. Tindakan mereka dibenarkan dalam syariat serta terhitung jihad jika disertai niat yang ikhlas untuk meninggikan kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi demikian semua negara-negara muslim yang terjajah bisa dikategorikan kawasan perang (darul harb).  Jelas-jelas pasukan lawan yang telah masuk ke negara muslim kemudian memeranginya, maka saat itu juga jihad terhukum fardhu ‘ain. Semua rakyat yang ada di negara tersebut berhak mengadakan perlawanan apa pun bentuknya. Karena arena jihad telah terbentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palestina misalnya, salah satu bentuk perlawanan yang sering adalah dengan bom bunuh diri (istisyhadiyah). Jika aksi tersebut dilakukan sebagai perjuangan dan semata untuk keridhaan Allah maka yang demikian disebut jihad. Mereka yang gugur karena istisyhad bukan termasuk bunuh diri. Dan sangat keliru orang  yang berpendapat demikian lantas menggolongkan aksi  tersebut sebagai usaha pembinasaan diri.(QS.2:195)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Qaradhawi dalam fatwanya menjelaskan bahwa istisyhad yang sering terjadi di Palestina merupakan salah satu jihad fi sabilillah yang paling mulia.  Beliau sangat tidak sepakat terhadap tanggapapan orang yang mengatakan istisyhad itu sebagai aksi bunuh diri. Alasannya kalau bunuh diri bermotif pembunuhan karena diri sendiri sementara istisyhad motifnya adalah agama dan umat. Dan istisyhad ini dibenarkan dalam al quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS.al Anfal:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana dengan aksi bom bunuh diri yang terjadi kawasan damai (darul Islam). Katakanlah bom bali tahun 2002 sebagai contoh atau aksi pemboman aksi pemboman Sharm shaikh tahun 2005 lalu. Belakangan diketahui para pelakunya adalah muslim-muslim yang taat. Juga menurut pengakuan pelaku yang diekspos media kalau tindakan mereka itu adalah bentuk jihad. Apakah aksi mereka termasuk istisyhad juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurut hemat penulis sekalipun niat mereka demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi, tetap saja tidak bisa dikatakan jihad. Tindakan demikian bukan istisyhad melainkan sebuah intihar (bunuh diri) semata. Kalau pelakunya selamat (hidup) dari aksi tersebut ia tetap berdosa karena telah membunuh. Ia terkena qishah jika keluarga korban menginginkannya dan diyat jika keluarga korban memaafkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: aksi pemboman bertempat pada lokasi yang salah.Tidak ada legalitas penumpahan darah kecuali karena dua sebab-sebagimana yang diterangkan al quran- membunuh atau berbuat kerusakan. Pemboman yang terjadi biasanya diarahkan pada orang-orang asing yang berada di negara-negara muslim, baik keberadaannya sebgai tourist atau yang lain. Aksi bom ini sering mengambil tempat di mana orang asing (non muslim)ramai berkumpul seperti diskotik, hotel, bar dan lainnya. Tidak ada alasan untuk membunuh mereka, karena bukan dikawasan perang dan mereka tidak pula memerangi orang muslim yang ada disekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: orang-orang asing (non muslim) yang berada di negara muslim bisa digolongkan sebagai dzimmi. Mereka masuk dan keluar dari negara muslim atas seizin dan pengawasan pemerintahan setempat. Selama berada di dalamnya mereka mendapat perlindungan yang sama seperti sipil lainnya.Andai terkait tindak pidana maka mereka juga akan dihukum dengan hukum yang berlaku di negara setempat.Jadi, sebagimana konsep dzimmi dalam Islam begitulah harusnya difahami oleh setiap muslim akan interaksi terhadap mereka yang non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misinterpretasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali penulis pernah berdikusi dengan seorang teman yang ada di indonesia. Ia sahabat lama sewaktu di bangku ‘aliyah dulu. Cara berfikir dan analisisnya masih terlihat sama. Sikap skeptis dan spontanitas yang menjadi karakternya ternyata masih kental. Sedikit keras kepala dan cenderung ekslusif. Hingga kami terbawa diskusi berantai via e-mail tentang jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kita diskusi soal perjuangan saudara-saudara muslim yang ada di Palestina. Sharing wawasan pun kita lakukan. Mulai dari membicarakan sistem pemerintahan yang dipakai (tinjauan politis) sampai aksi pertahanan yang di gelar oleh penduduk sekitar (tinjauan  agama). Tentunya dengan argumen-argumen yang ada, semua perbincangan dan tanggapan yang kita ungkapkan masing-masing masih dalam kata sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai satu ketika, pembicaraan melebar tentang aksi jihad –menurut dia- yang dilakukan oleh Amrazi dan kawan-kawan. Jelas, penulis tidak sepakat dengan apa yang dibicarakannya. Istilah jihad yang dinisbahkan dengan aksi Amrazi dan kawan-kawan itu terkesan dipaksakan. Walau dalihnya itu bagian dari ijtihad para pelaku, namun tetap aja bagi penulis itu adalah pemahaman yang keliru. Dengan beberapa alasan seperti dijelaskan di atas, penulis coba memaparkan di mana letak perbedaan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak terima, kemudian ia mengeluarkan argumen yang lebih valid. Ia menyetir beberapa ayat al quran yang mendukung pendapatnya. Alasan yang membenarkan aksi pemboman itu sebagai bentuk jihad adalah target pemboman sendiri. Ia berpendapat bahwa seluruh orang non muslim di manapun kalau jumpa harus dibunuh (QS.an Nisa’:89,91 dan QS.at Taubat:5). Dengan demikian wajar aksi pemboman itu digelar, mengingat juga orang-orang non muslim yang notabenenya barat adalah kaum yang banyak menindas umat Islam di bagian belahan dunia yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menyetir firman Allah yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Qs.al Baqarah:190)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung penulis bantah argumennya dan memaparkan kepadanya beberapa kekeliruan berfikir dalam interperetasi ayat yang ia buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; saya heran kenapa ayat ini yang dijadikan legalisasi terhadap aksi pemboman yang dimaksud. Dilihat dari alasan yang dikemukakan olehnya, jelas ia beralasan memerangi orang kafir itu wajib. Secara tidak langsung mengatakan sebab bolehnya membunuh (qital) adalah kekafiran. Di manapun orang kafir kalau jumpa harus dibunuh tanpa pandang bulu. Asal namanya kafir harus mati, baik yang memerangi muslim ataupun yang tinggal berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini letak kerancuhan berfikirnya. Kalau ia berpendapat seperti itu, sama halnya dengan pendapat yang dikemukakan dalam mazhab Syafii. Ibnu Hazm berpendapat ‘ilat jihad qital adalah kekafiran. Berbeda dengan pendapat jumhur, Hanafiah, Malikiyah dan Hanabilah berpendapat ‘ilat jihad qital itu adalah peperangan (Dar’ul harabah).  Tapi malah ayat yang distir di atas bukanya pendapat semazhab Syafiiyah melainkan mazhab Jumhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan siyaq kalam pada ayat di atas. Dari sana tergambar jelas, orang yang boleh diperangi hanya orang yang memerangi. Begitu zhahir ayatnya. Dan ini salah satu dalil Jumhur Fuqahah mengatakan perang hanya boleh dimulai kalau diperangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; pada surat at Taubah ayat 5 Allah Befirman : “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyirikin di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” ayat ini memang memerintahkan untuk memerangi (qital) orang kafir. Tetapi tidaklah hukumnya berhenti di situ saja. Pada ayat berikutnya (Qs at Taubah:6) jika kebaradaan mereka dilindungi dalam undang-undang maka dilarang memeranginya (qital). Masuklah dia dalam konsep dzimmah dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; dalam Islam tidak dikenal dosa warisan.(Qs.17:15) siapa yang melakukan dialah yang menanggung dosanya. Tidak bisa menghukum seseorang karena kesalahan orang lain. Singkatnya dosa tidak bisa pindah-alihkan. Kalau demikian, berarti tidak sah menghakimi orang barat secara keseluruhan dengan membunuhnya diakibatkan tindakan sebagian negara barat yang memerangi negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ilmu adalah imamnya, dan amal adalah pengikutnya” hadis marfu’ ini harus dicamkan. Jangan sampai dalam bertindak tanpa memiliki wawasan yang memadai. Bisa jadi ia akan tersesat bahkan menyesatkan. Seperti itulah amaliyah jihad yang diteriakkan sekarang harus disikapi, setidaknya kita sebagai insan akademis religi bisa menjadi pioner yang dapat meluruskan kekeliruan yang muncul ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, penulis menyadari masih banyak kekurangan dari makalah ini. Dengan harapan kiranya para pembaca dapat memberi kritik dan saran konstruktif. Semoga tulisan yang singkat ini menambah khazanah berfikir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bisshawab                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-2633412082129654875?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/2633412082129654875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/jihad-dalam-pemahaman-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2633412082129654875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2633412082129654875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/jihad-dalam-pemahaman-islam.html' title='.::Jihad Dalam Pemahaman Islam::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Smeazx_3KlI/AAAAAAAAAJQ/ALZ6Qj7ALm8/s72-c/jihad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7819029853972074443</id><published>2009-07-22T15:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T15:50:10.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Sekantong Darah Buat Palestina::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeXf3LPqCI/AAAAAAAAAJI/Nje9bNqrOBE/s1600-h/www.satudunia.net.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 176px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeXf3LPqCI/AAAAAAAAAJI/Nje9bNqrOBE/s200/www.satudunia.net.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361420455050717218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Bang, besok ada donor darah lho di PPMI”, kata Elman, kawan sekamarku. Katanya, itu dalam rangka aksi solidaritas Palestina. Langsung pikiranku terbayang, teror brutal yang digencarkan oleh Israel tak berperikemanusiaan itu. Korban terakhir waktu itu yang kulihat lebih dari dua ratusan rakyat palestina di jalur gaza tewas. Mayat anak-anak kecil terhampar menjadi saksi bisu atas kejahatan perang. Dentuman bom, deru misil, dan kebisingan burung besi menari-nari di langit sambil membuang kotoran amunisinya tak tentu arah. Prinsipnya, bagi mereka semakin banyak yang tewas, semakin dekatlah kemenangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Elman tersebut langsung mengingatkan saya ayat tentang persaudaraan. Allah menyebutkan bahwa setiap orang beriman itu hakikatnya bersaudara. Apa yang terbayang  ketika kata saudara disebutkan. Antara kita dan mereka laksana satu jiwa. Kesamaan rasa inilah yang sering dirasakan kalau salah satu anggota keluarga kita dihina, kita juga terhina dan harus membelanya. Bahkan ikatan darah yang paling dekat seperti halnya ibu dan anak, karena begitu dekatnya, sering sang ibu bisa merasakan apa-apa yang berlaku pada si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis juga disebutkan, Rasulullah saw mengumpamakan antara satu muslim dengan lainnya itu bagai satu tubuh. Kalau satu anggota tubuh ada yang sakit, maka anggota yang lain juga akan merasakannya. Jangan bilang kalau kita sakit gigi, lantas yang sakit cuma gigi atau mulut saja. Pasti semua anggota tubuh kita merasakannya juga. Bisa bisa kalau imunitas tubuh kita kurang, yang terjadi malah sakit gigi itu dibarengi dengan demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja tidak ada yang menghalangi, saya yakin keserakahan Israel untuk merebut tanah Palestina itu akan berhenti. Kalaulah bukan politik dunia, tak akan pemimpin-pemimpin arab dan negara Islam lainnya bagai kerbau dicucuk hidungnya. Diam, tak bergeming sedikitpun karena tidak punya wibawa di mata Negara adidaya dan konco-konconya. Kalau pun ada satu atau dua negara islam yang diperhitungkan, tapi mereka tak ubah seperti macan dalam kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itulah realitanya. Siapa yang tak sedih melihat saudaranya hidup dalam penderitaan. Mereka yang bukan beragama islam saja perih melihat tragedi kemanusian itu. Apatah lagi kita yang masih terikat tali persaudaraan Islam. Saya yakin niat tulus kelompok Islam yang hendak berangkat jihad ke Palestina adalah salah satu bukti ukhuwah. Hanya saja, dalam kondisi serba terjepit saat ini, kita sangat sulit melakukan jihad dengan senjata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jihad dengan senjata tidak bisa dilakukan, cara lain tetap harus dilakukan. Dan dalam hal ini, meski nyawa tidak bisa digadaikan dengan terjun ke medan perang, maka masih ada harta yang bisa diberikan. Dan bagi saya ketika itu, harta yang paling berharga sekaligus bermanfaat untuk mereka di Palestina adalah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mampu mengangkat senjata menyelamatkan nyawa agar saudara-saudara saya di sana tidak tertembak, tapi saya yakin dengan tetesan darah yang terkumpul bisa menyelamatkan mereka yang terluka. Walau saat proses pengambilan darah itu ada yang pingsan tak sadarkan diri sementara, tapi itu tidaklah berarti jika di sana ada orang yang menjadi tak sadarkan diri selamanya karena butuh tambahan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru memberi sekantong darah walau cuma berisi lima ratus mili liter itu, sama halnya memberi satu kehidupan. Artinya kita telah menghidupkan seluruh orang yang ada di dunia. Bukankan darah sangat berharga bagi seseorang. Yang berharga biasanya lebih dicintai. Dan sebaik-baik sumbangan adalah menyumbangkan harta yang kita cintai. Dengan begitu akan tercapailah apa yang disebut kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. 3:92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7819029853972074443?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7819029853972074443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/sekantong-darah-buat-palestina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7819029853972074443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7819029853972074443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/sekantong-darah-buat-palestina.html' title='.::Sekantong Darah Buat Palestina::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeXf3LPqCI/AAAAAAAAAJI/Nje9bNqrOBE/s72-c/www.satudunia.net.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-5523398543733943002</id><published>2009-07-22T15:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T15:35:21.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Kebaikan Tetangga::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeUG2IGGlI/AAAAAAAAAJA/0SvUBRPUsPg/s1600-h/56445_rumah_susun_thumb_300_225.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeUG2IGGlI/AAAAAAAAAJA/0SvUBRPUsPg/s200/56445_rumah_susun_thumb_300_225.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361416726737459794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari jumat, hari perbaikan gizi. Setidaknya kalaupun kami sering kehabisan bahan pokok, dan kebetulan belum makan, itu tidak kami rasakan pada hari jumat. Soalnya, ada tetangga atas yang selalu mengantarkan makanan hampir setiap jum’at. Mulai dari makanan yang sederhana sampai yang lumayan mewah. Itulah yang kualami dulu semasa tinggal di Qatamea.  Kawasan yang terletak di ujung kota Kairo.Namanya juga mashri al jadidah (Mesir yang baru).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena daerah tempat tinggalku itu dulu masih tergolong desa. Belum banyak masyarakat pendatang. Untuk mahasiswa Indonesia, bisa dihitung dengan jari. Hanya beberapa rumah saja. Ada juga orang asing lain, seperti india, bangladesh, nigeria. Tapi mungkin hanya satu dua rumah saja. Ini beda sekali dengan Hay asyir. Saking banyaknya orang Indonesia di sana, hampir tak terasa tinggal di luar negeri. Dan jika dibandingkan, Qatameya dan Asyir, tentu lebih ASRI Qatamea. Kalau Asyir nuansanya sudah perkotaan. Kalau Qatameya masih semi perkotaan. Ya masih keliatan desa. jadi mungkin itulah yang membuat masyarakat disana  lebih bersahabat. Tidak kayak di Asyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat itu, ahmad kembali mengantar makanan buat kami. Sedikit beda dan mewah, kali ini menunya bukan kusyari (makanan khas mesir) sama ‘isy (seperti roti ), tapi ikan bakar, udang goreng, zabadi (yoghurt) sama halawiyat (manisan). Dapat angin syurga neh, kata ardian, kawan serumahku di sana. Pas kebetulan, jumat itu minggu ke empat. Persediaan bahan makanan sudah habis. Perut kita belum masuk makanan berat. Alias Cuma baru serapan roti-rotian. Nah, sewaktu datang makanan, subhanallah, langsung kami santap. Memang terbaik tetangga atas kita “ucapku, sambil kami menghabiskan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazimnya anak kos, yang namanya nggak makan itu biasa. Kalau persedian lagi kosong, kebetulan yang lain juga lagi nggak ngantongin uang, dan kiriman juga belum datang, jadi lebih sering puasa. Beruntunglah, punya tetangga yang baik kayak Ahmad. Kebetulan lagi butuh, kebetulan ada yang ngasih. Kayak orang ngantuk dikasih bantal. Langsung disambut deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, kalau waktu bulan ramadhan. Subhanallah, tabiat dermawan orang arab baru kelihatan. Menu rutin hampir tiap hari, makanan berbuka plus sayur mulkhiyah selalu menghiasi menur berbuka kami. Jadi tetangga kami itu, jadwal ngantarnya bukan mingguan lagi melainkan harian. Itu makanya bulan puasa disebut bulan perbaikan gizi.&lt;br /&gt;Minimal yang namanya firakh (ayam panggang) atau ikan panggang menjadi menu harian berbuka. Dan itu, yang nyediakan bukan hanya dari tetangga-tetangga dekat, tapi ada juga muhsinin. Tinggal kita datangi, dan kita ambil. Atau, juga kalau bulan puasa, ma’rufnya itu maidaturrahman. Semacam tempat buka puasa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tinggal dirumah seperti itu, nyaman rasanya. Tentu enak bukan, punya tetangga baik. Kami menganggap hidup kos model apartemen ini, walau disekat-sekat dengan flat, tapi sama seperti tinggal serumah. Sekatan pintu, dinding dan jendela tak ubahnya seperti ruangan-ruangan dalam rumah. Terlebih lagi, kami bisa merasakan kehangatan keluarga. Setiap anggota menghormati anggota lainnya. Kalau satu membutuhkan maka yang lain bisa memenuhi kebutuhan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang tak ubahnya dengan antar mengantar makanan sesama tetangga sebenarnya bukan Cuma ada di mesir aja. Tradisi ini bukan Cuma ada di masyarakat arab, masyarakat kita juga sering melakukannya. Yang saya  tahu itulah yang pernah dilakukan ibu saya semasa kami beberap kali tinggal di rumah yang berbeda, dan punya tetangga yang beda pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa SD dulu, hal yang paling senang buat saya, saat-saat banyak makanan. Mungkin itu juga yang disenangin oleh anak-anak kebanyakan. Makanya ibu saya lebih sering membuat makanan. Lebih hemat pikirnya, ketimbang kami harus sering jajan di luar. Dan lebih terjamin. Kalau ada makanan, pasti ibu saya menyisihkan sepiring buat tetangga. Dan yang juga bikin lebih asyik ketika itu, biasanya piring antaran kita berisi lagi dengan makanan yang beda. Pernah sesekali, saya mengantarkan bubur ke tetangga dan kembalinya piring itu berisi jeruk. Asas timbal-balik yang sebenarnya bukan diharap-harap, tapi begitulah. Namanya tradisi, jadi kalau orang berbuat kebaikan kepada kita, ada rasa untuk berbuat sama kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dipikir-pikir, hal seperti ini kelihatannya sepele. Apalah artinya sepiring makanan buat tetangga. Apalagi mungkin, tetangganya lebih kaya dan biasa makan lebih enak. Namun, justru itu lebih bermakna dari pada tidak sama sekali. Sebab, tidak semua pemberian diniliai dari banyak atau tidaknya, melainkan dari ketulusan orang yang memberi. Itu yang paling berharga bagi yang menerima. Dan bukan hanya itu, rasa berbagi juga akan lebih mengeratkan jalinan kemasyarakatan. Kalau kata nabi, saling beri hadiahlah maka kamu akan saling mencintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi makanan juga cerminan kadar iman seseorang. Berbuat baik pada tetangga, seperti mengantarkan makanan, walau cuma sedikit membuktikan iman kita pada Allah dan hari kiamat. Apa yang dilakukan nabi dengan selalu membagikan makanan pada tetangganya yahudi mengisyaratkan agar kita bisa berbuat baik pada sesama tetangga. Sampai-sampai beliau mencela orang yang bisa tertidur pulas akan tetapi tetangganya kelaparan. Itulah akhlak bertetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah orang terdekat selain anggota keluarga yang ada dirumah, adalah tetangga. Jika sikap bertetangga dibina sebagaimana kita bersikap terhadap keluarga maka dengan sendirinya masing-masing kita merasa seperti keluarga. Dan wajar, kalau-kalau ada terjadi sesuatu pada kita, biar kata kita memiliki sanak saudara yang banyak tapi berjauhan, maka tetanggalah yang menggantikan posisi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan, jika bangunan masyarakat kita dibina atas dasar persudaraan seperti ini. Mungkin tidak ada lagi rasa hasad, dengki antar setiap anggota keluarga. Suasana keakraban pun selalu terjalin. Tanpa harus diminta, dengan senang hati tetangga akan membantu apa yang kita butuhkan. Karena tidak setiap saat kita bisa berharap pada sanak famili yang ada. Benar, mereka adalah orang-orang terdekat bagi kita. Namun, saat terjadi sesuatu pada diri kita di rumah, maka saat itu tetanggalah orang yang paling dekat dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-5523398543733943002?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/5523398543733943002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/kebaikan-tetangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5523398543733943002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5523398543733943002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/kebaikan-tetangga.html' title='.::Kebaikan Tetangga::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmeUG2IGGlI/AAAAAAAAAJA/0SvUBRPUsPg/s72-c/56445_rumah_susun_thumb_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7428292134016624213</id><published>2009-07-21T03:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T04:01:37.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Miskin dan Kaya::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmWf-h3cP2I/AAAAAAAAAI4/Q1i3s3IYh3c/s1600-h/pngemis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmWf-h3cP2I/AAAAAAAAAI4/Q1i3s3IYh3c/s200/pngemis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360866828046057314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada seorang pria sedang makan ayam panggang bersama isterinya. Ditengah menikmati makanan tersebut, seorang pengemis menghampiri mereka. Karena merasa terusik, dengan nada menghardik pria tadi mengusir si pengemis. Hari pun berganti, hingga satu ketika pria tersebut jatuh miskin. Dan ia pun menceraikan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah dicerai, lalu mantan isterinya menikah dengan pria lain. Saat menikmati ayam panggang di rumah bersama suaminya, tiba-tiba terdengar ketukan dari luar. Ada pengemis yang meminta-meminta. Lalu suaminya menyuruh agar memberinya  ayam yang mereka makan. Isteri pun keluar, dan memberi ayam itu kepada pengemis. Ternyata pengemis itu adalah mantan suaminya . Ia kembali masuk rumah sambil menangis. Kemudian ia memberitahukan pada suaminya bahwa pengemis di luar adalah mantan suaminya. Diceritakannya bagaimana dulu mantan suaminya tersebut mengusir pengemis. Lalu suaminya berkata: apa yang kamu herankan, demi Allah pengemis yang dulu itu adalah aku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah salah satu contoh kehidupan. Roda kehidupan akan berputar seiring dengan bergantinya waktu. Hidup tak selamanya tetap karena ia akan berubah dari masa ke masa. Satu masa ia berada di atas dan di masa yang lain ia akan berada di bawah. “Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”QS:3:140&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, saat keberhasilan berpihak kepada kita hendaknya tidak memandang rendah yang lain dan tidak pula mengejeknya. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan).QS:49:11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah seseorang yang memiliki harta lebih kecuali itu amanah yang dititipkan Allah. “dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakn-Nya kepadamu” QS:24:33. sebab dalam harta kita ada hak yang harus diberikan kepada yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beruntunglah orang yang menyadari siklus kehidupan ini dengan senantiasa mengingat Allah. Saat ia ditimpa musibah, tidak berkeluh kesah dan saat diberi nikmat ia tidak kikir. Karena ia yakin dibalik kesukaran terdapat kemudahan. Allah swt berfirman: “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan QS. 94:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7428292134016624213?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7428292134016624213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/miskin-dan-kaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7428292134016624213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7428292134016624213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/miskin-dan-kaya.html' title='.::Miskin dan Kaya::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmWf-h3cP2I/AAAAAAAAAI4/Q1i3s3IYh3c/s72-c/pngemis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-6068785287681101951</id><published>2009-07-20T05:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T05:15:34.707-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Antara Syariah, Fikih dan Negara Islam::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRflz_YzpI/AAAAAAAAAIQ/FHShJxxGsKI/s1600-h/ilusidlm2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRflz_YzpI/AAAAAAAAAIQ/FHShJxxGsKI/s200/ilusidlm2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360514559693606546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“ Kebijakan seorang pemimpin negara atau wakilnya mengenai hal-hal yang tidak ada nashnya dan beberapa perkara yang mengandung kebaikan untuk kemaslahatan bersama, wajib dilaksanakan sepanjang tidak bertentangan dengan apa yang telah berlaku dalam kaidah syariat. Biasanya sebuah perubahan terjadi sesuai dengan situasi dan kondisi serta kebiasaan setempat. Kalau yang berhubungan ibadah haruslah sesuai nash, tidak boleh diartikan secara ma’nawi. Berbeda dengan adat (kebiasaan), diperbolehkan menerjemahkannya sejalan dengan ruh Islam dan substansi maslahat yang terkandung di dalamnya.” (Imam Syahid Hasan Al Banna)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kerapkali syariah yang diusung sebagai agenda politik beberapa parpol Islam mendapat rival yang kuat. Realitanya, perlawanan yang muncul terhadap pemberlakuan syariah Islam dalam skala nasional bukan hanya dari kalangan non-muslim saja. Sebagian umat Islam malah menginterpretasikannya dalam lingkup yang beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dipikirkan sebagian kalangan mengenai syariah selalu bernuansa sadisme, diskriminatif sebenarnya tidak beralasan. Kekhawatiran mereka akan terbentuknya daulah Islamiyah menjadi ancaman etnis lain yang non-islam justeru muncul dan diperkuat oleh propaganda kalangan Islam sendiri yang tidak ingin diberlakukan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, membumikan syariah di tanah tercinta Indonesia adalah langkah penerapan hukum kembali seperti apa yang pernah berlaku sebelumnya. Sejak sekian lama, masuknya penjajah telah memporak-porandakan sistem kemasyarakatan di nusantara. Hal itu ditandai dengan pergantian tatanan hukum yang berlaku pada dulu masa kerajaan-kerajaan Islam di kepulauan nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lodewejik Willem Cristian Van Den Berg (1857-1927) dalam teorinya “receptio in complexu” menyatakan bahwa bangsa Indonesia telah menerima hukum Islam sebagai hukum yang mereka anut. Dalam hal ini juga Christian Snouck Hurgronje (1857-1936) melihat hukum adat yang berlaku pada masyarakat Indonesia dahulu tidak terlepas dari pengaruh hukum Islam. Transformasi hukum inilah yang kemudian dijadikan sampel pemerintah Hindia-Belanda ketika itu untuk mengambil alih hukum adat dan dibentuk kesatuan pradilan yang dikukuhkan dalam Indische Staatsregeling (I.S) tahun 1929.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha sentralisasi peradilan tersebut merupakan langkah akhir dari keinginan Belanda untuk menjajah Indonesia lebih leluasa. Oleh karenanya pada abad ke-19, Belanda begitu gencar melaksanakan kristenisasi. Mereka berasusmsi, semakin banyak pribumi yang memeluk agama kristen maka mereka akan semakin loyal terhadap pemerintah kolonial Belanda. Dan apa yang dikatakan Snouck dalam teori resepsinya adalah semata untuk mematikan semangat juang masyarakat terhadap pemerintah kolonial yang dijiwai oleh hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun berhasil, dalam kurun tiga setengah abad lamanya, hukum belanda telah mendarah daging dalam diri bangsa Indonesia. Warisan inilah yang terus dipelihara dan menjadi acuan baku dalam tata peradilan yang ada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu masalahnya sekarang, ketika sebagian hukum Islam telah diundang-undangkan melalui UU NO.14 Tahun 1970, akan tetapi sifatnya hanya parsial. Hukum yang berlaku hanya sebatas hukum perdata yang meliputi nikah, waris, hibah dan lainnya. Sementara lingkup fikih tidak membedakan antara hukum perdata dan pidana sebagaimna yang telah dibahas oleh ulama dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas yang berlaku. Walau mayoritas masyarakat indonesia menganut agama Islam, tapi masih tidak memiliki kesatuan kata untuk menjadikan fikih sebagai sumber rujukan. Hukum pidana indonesia yang masih konvensional terkesan sebagai bapak dari hukum perdata di peradilan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, sebagian kalangan Islam yang menilai sinis terhadap penerapan syariah Islam ini. Mereka menilai hukum warisan Belanda itu sudah lebih sempurna dan tidak perlu ada perubahan. Sementara hukum ibarat kebutuhan. Dan lazimnya kebutuhan akan menyesuaikan dengan tntutan orang yang akan memakainya. Jadi, sangat aneh pihak yang terusik melihat syariah Islam seperti di beberapa daerah otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka keliru memandang hukum Islam, hanya sebatas ruh dan maqashid (tujuan) yang terkandung di dalamnya saja. Dan sangat keliru jika menilai hukum Islam, adalah syariah. Dengan anggapan hukum Islam tak ubahnya seperti syariah (jalan) mereka lebih mementingkan substansi. Padahal selama masih ada nash (quran dan hadis) tentang satu perkara, maka harus diputuskan sesuai dengan yang digariskan nash. Sebab syariah itu umum, dan aplikasinya adalah fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, istilah Negara Islam tidaklah sesulit apa yang dibayangkan. Tidak harus mengganti Pancasila sebagai dasar negara, karena memang apa yang termaktub dalam lima sila tersebut sejalan dengan ruh Islam. Atau negara Islam harus sibuk ngurusin orang bisa baca quran atau wanitanya harus pakai jilbab, karena kaidahnya tahtimmul aham minal muhim (harus ada fikih perioritas). Namun bukan berarti, landasan hukum yang telah digariskan syari’ (Allah) bisa ditukar oleh undang-undang buatan yang tidak dijamin keadilannya. Kecuali, bagi permasalahan-permasalahan yang tidak ada nashnya, sepanjang bukan ibadah formal, maka apa yang dibuat pemerintah demi kemaslahatan umum wajib dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, syariah merupakan ide dan inspirasi pembentukan hukum. Kemudian fikih menjadi rujukan undang-undang yang berlaku. Dan jika telah diterapkan dalam skala nasional, maka jadilah negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-6068785287681101951?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/6068785287681101951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/antara-syariah-fikih-dan-negara-islam.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6068785287681101951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6068785287681101951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/antara-syariah-fikih-dan-negara-islam.html' title='.::Antara Syariah, Fikih dan Negara Islam::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRflz_YzpI/AAAAAAAAAIQ/FHShJxxGsKI/s72-c/ilusidlm2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-9077199397911402929</id><published>2009-07-20T04:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T04:59:21.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Pedang Waktu::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRcEA3v-LI/AAAAAAAAAII/EBtvaoigbo0/s1600-h/waktu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 185px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRcEA3v-LI/AAAAAAAAAII/EBtvaoigbo0/s200/waktu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360510680500795570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita lebih akrab dengan pepatah barat tentang waktu. Mereka bilang; waktu adalah uang. Dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi, tak ada yang lebih berharga selain mengisi waktunya dengan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang. Sampai-sampai pada teori ekonomi pun kita dengar “dengan modal sekecil-kecilnya bisa meraup keuntungan sebesar-besarnya”. Itu semua dikarenakan orientasi kehidupan mereka hanya bersifat duniawiah, sehingga terlahirlah masyarakat-masyarakat kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih mendasar dari pandangan hidup barat tentang waktu ini, sebenarnya ada pepatah arab yang lebih mengena. Orang arab bilang: waktu ibarat sebilah pedang. Jika pedang itu tidak bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, maka ia akan memotong lehermu. Demikianlah mereka memberi kiasan terhadap waktu. Sebuah kiasan yang sifatnya menyeluruh. Karena waktu bukan hanya untuk urusan duit, tetapi mencakup seluruh tindak tanduk keseharian seseorang baik ibadah ataupun muamalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassan al Bashri rahimahullah pernah berpesan: “ wahai anak adam, sesungguhnya kamu itu waktu, maka setiap berlalu satu hari maka berlalulah sebagian kamu”. Hal ini menandakan betapa berharganya nilai waktu walaupun hanya sedetik. Karena waktu adalah sahabat yang paling setia menemani seseorang. Ia tak akan berpisah, meski bumi terbelah dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud r.a. berkata: “aku begitu membenci orang-orang yang menganggur, yaitu mereka yang tak berbuat untuk hal dunianya ataupun akhiratnya”. Maka pantas saja Allah memberi peringatan yang tidak sedikit kepada hambanya untuk masalah waktu ini. Bahkan di antara seratus empat belas surat yang termaktub dalam al Quran, Allah memberi satu nama surat dengan sebutan al Ashri (Masa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al Ashri tersebut, Allah mengingatkan hambaNya tentang dampak kerugian yang ditimbulkan oleh waktu manakala seseorang tidak bisa mengaturnya. Yaitu mereka-mereka yang tidak beriman dan juga tidak senantiasa melakukan amal-amal kebajikan. Terlebih lagi mereka yang tidak pernah saling memberi nasihat dalam hal kebenaran dan kesabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bukan hanya miliknya para pejabat, bukan juga miliknya pengusaha ataupun mereka-mereka yang super sibuk. Akan tetapi waktu adalah milik kita semua, oleh karena tidak ada kerugian yang paling rugi selain hilangnya sedetik waktu yang berlalu sia-sia. Sebab ia tidak akan kembali. Maka dari itu manfaatkanlah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara. Pertama, kehidupanmu sebelum datang kematianmu. Kedua, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Ketiga, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Keempat, masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Kelima, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu.” (HR Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-9077199397911402929?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/9077199397911402929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pedang-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9077199397911402929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9077199397911402929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pedang-waktu.html' title='.::Pedang Waktu::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRcEA3v-LI/AAAAAAAAAII/EBtvaoigbo0/s72-c/waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7165328678164436843</id><published>2009-07-20T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T04:47:22.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Hukuman Potong-tangan Untuk Koruptor::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRZMa8oYrI/AAAAAAAAAIA/ip26KgruDr8/s1600-h/korupsi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRZMa8oYrI/AAAAAAAAAIA/ip26KgruDr8/s200/korupsi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360507526404661938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang dilakukan pemerintah saat ini dalam memberantas korupsi bisa diacungkan jempol meskipun belum optimal. Kehadiran KPK yang dibentuk pemerintah merupakan langkah progresif sebagai bentuk konkrit dalam membersihkan jajaran pemerintahan dari tindak KKN. Jika diibaratkan negara seperti seperangkat komputer (PC), maka KPK di sini sebagai anti virusnya yang kemudian berfungsi mengidentifikasi koruptor-koruptor sebagai virusnya lalu di Quarantine kan sebelum dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi menurut hemat penulis, usaha yang ditempuh pemerintah belum memiliki pengaruh yang cukup kuat, mengingat kerja di lembaga pemberantasan korupsi tersebut baru bersifat penjaringan dan belum penjatuhan hukuman. Kemudian kalaupun ada beberapa koruptor yang telah dijatuhi hukuman, namun itu juga belum maksimal untuk membuatnya sadar dan membuat yang lain takut untuk tidak melakukan hal yang serupa. Sebab sanksi yang diberikan tidak setimpal dengan kerusakan yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan negara lain yang mengalami kasus serupa. Sebut saja Cina, negara ini mengambil langkah tegas dalam menindak kasus pidana korupsi. Setiap koruptor yang telah dinyatakan bersalah maka ia dijatuhkan hukuman berupa pemotongan jari pelakunya. Jika dinilai belum cukup maka hukuman tersebut bukan hanya dijatuhkan hanya pada pelaku akan tetapi keluarganya juga dilibatkan. Dalam hal ini isteri pelaku juga dijatuhkan hukuman yang sama. Bahkan ada juga yang sampai dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan sanksi yang diberikan pada koruptor di negara kita. Saya kira walaupun dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup sekalipun belum bisa dikatakan adil. Karena bila diadakan peninjauan ulang maka ada yang lebih cocok. Dan ini dinilai paling adil serta memiliki pengaruh yang besar sebagai bentuk tindakan preventif ke depan. Hukuman yang dimaksud disini adalah potong-tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan Kepemilikan Harta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh bangsa kita sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kehadirannya empat belas abad yang lalu di semenanjung arab  membuktikan bahwa seluruh komponen hukum yang diterapkan pada masa rasul merupakan manifestasi keadilan di bidang HAM. Melalui syariatnya yang bersumber langsung dari Allah sebagai Tuhan semesta alam, islam menetapkan setiap pelanggaran maka dihukum sesuai dengan al quran dan hadis sebagaimana yang telah tersusun pada kitab-kitab fikih yang dibuat Ulama sebagai rumusan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengakuan atas kepemilikan harta, islam menghargai seluruh jerih payah manusia dalam memperoleh harta tersebut. Setiap harta yang diperoleh dengan jalan halal maka itu sah sebagai miliknya. Oleh karenanya seluruh bentuk permusuhan terhadap harta -seperti pencurian- maka diberikan sanksi tegas berupa potong tangan. Dan dalam penerapan hukumnya tidak memandang apakah itu rakyat biasa atau pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “sekiranya Fatimah binti Muhammad yang mencuri maka aku akan memotong tangannya” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman ini dijatuhkan pada kasus pencurian dipandang adil karena tidak berat sebelah. Artinya muatan sanksi yang terkandung padanya bermanfaat bagi si pencuri dan pihak yang dicuri. Pada sisi pelaku misalnya, kita lihat dengan dijatuhi hukuman berupa memotong telapak tangan kanan hingga pergelangan, ini cukup baginya untuk merasakan kepedihan akibat perbuatan yang dilakukan. Tentunya, setelah itu ia akan merasa malu karena hanya memiliki satu tangan. Dan bagi siapa yang melihatnya maka akan menjadi renungan agar tidak melakukan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pihak yang dicuri tentunya merasa puas melihat hukuman yang diterima pelaku. Dan juga perlu ditegaskan bahwa kenapa hukuman ini dikatakan adil, sebab si pelaku hanya dihukum sesuai dengan apa yang dilakukannya. Maka tidaklah juga dipandang adil, manakala terjadi pencurian kemudian si pelaku dipasung kebebasannya untuk beraktivitas dengan memenjarakannya atau melenyapkan nyawanya. Karena islam memandang hak hidup lebih tinggi dari kepemilikan. Inilah yang termaktub pada karekteristik hukum islam yang dikenal dengan kaidah yang lima; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga keturunan, menjaga akal dan menjaga harta. Maka seluruh muatan hukum baik dalam bentuk pidana atau perdata semua berorientasi pada kaidah yang lima ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencurian dan Korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam sekup yang sangat kecil islam memelihara kepemilikan, terlebih lagi dalam sekup yang lebih luas seperti negara. Harta negara yang hakikatnya adalah harta rakyat ini mengharuskan setiap pencurinya (koruptor) dihukum sama yaitu potong-tangan. Bukan penjara dan bukan pula hukuman mati. Sebab islam mempunyai prinsip la ifrath wal tafrith (tidak terlalu rigan dan tidak terlalu berat). Oleh karenanya jika si pelaku melakukan pencurian pertama kali maka dipotong telapak hingga pergelangan tangan kanan. Kalau mencuri lagi dipotong telapak kaki kanannya hingga mata kaki. Kalau mencuri lagi, kembali potong tangan bagian kiri dan kalau masih mencuri maka potong kaki kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, bangsa kita masih enggan manakala islam sudah memasuki ranah hukum. Bahkan ada yang sampai pada tingkat ketakutan (phobia) yang luar biasa. Tatkala kata syariat islam sudah disinggung dalam konteks hukum positif maka yang terbayang adalah hal-hal yang sadis, tidak berprikemanusian dan jauh dari hak asasi manusia. Padahal kalau mau mengaca dengan negara lain, justru tidak sedikit negara non-muslim yang menerapkan hukum islam dalam beberapa kasus pidana. Sebagaimana yang ada di Cina, sekurang-kurangnya sanksi hukum yang diberikan untuk koruptor mirip dengan sanksi yang diberikan oleh islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat ironis sebuah bangsa dengan mayoritas penduduk yang menganut ajaran islam ternyata undang-undang yang digunakan adalah warisan kolonial. Bukankah hukum konvensional yang ada sekarang adalah adopsi dari bangsa lain. Lantas kenapa harus enggan mengganti dengan yang lebih baik jika ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang beda pada pra pradilan yang ada dalam islam dengan lainnya. Sebelum divonis hukuman, pelaku tetap memiliki hak-haknya untuk membuktikannya tidak bersalah (bari’u dzimmah). Bahkan nabi menekankan pentingnya bukti dan saksi dari penntut umum serta sumpah dari terdakwa. Dan juga dalam hukum pidana saksi bukan dari wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks  bernegara, sudah selayaknya para koruptor mendapatkan sanksi hukuman ini. Karena dampak yang dilakukan sangat besar akibatnya. Ia bukan lagi mencuri harta perorangan melainkan harta banyak orang. Dan kalau ini dibiarkan, maka pemerintahan tidak akan berjalan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisar&lt;br /&gt;-Islam mengakui dan memelihara kepemilikan harta&lt;br /&gt;-Segala bentuk pencurian kalau sampai ukuran maka wajib dipotong tangan pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7165328678164436843?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7165328678164436843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/hukuman-potong-tangan-untuk-koruptor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7165328678164436843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7165328678164436843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/hukuman-potong-tangan-untuk-koruptor.html' title='.::Hukuman Potong-tangan Untuk Koruptor::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRZMa8oYrI/AAAAAAAAAIA/ip26KgruDr8/s72-c/korupsi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7864800323332496797</id><published>2009-07-20T04:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T04:41:56.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Menjadi Kaya Dengan Memberi::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRX644gWDI/AAAAAAAAAH4/eKE2Wz-cRjg/s1600-h/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRX644gWDI/AAAAAAAAAH4/eKE2Wz-cRjg/s200/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360506125691148338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebut saja namanya Izul, kawan sedaerah satu keberangkatanku ke Kairo ini adalah tipe orang yang supel. Wajahnya yang murah senyum membuat orang senang berteman dengannya. Sikapnya luwes, dan selalu ringan tangan untuk membantu siapa saja yang membutuhkan. Makanya tidak heran, ia memiliki relasi yang cukup banyak semasa dia berada di negeri kinanah tempat kami belajar sekarang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kawan Medan yang kujumpa di sini cenderung kurang bergaul dengan kalangan luar. Kecuali bagi sebagian mereka yang memang menekuni usaha bisnis kecil-kecilan di samping belajar. Atau juga mereka yang aktif di beberapa organisasi masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir). Ini sangat beda dengan kawan yang berasal dari daerah lain. Mereka lebih terbuka, dinamika belajarnya lebih tinggi, ya walaupun dari sisi akademis semuanya sama, tapi dilihat dari kreatifitas yang dibuat serta pergaulan yang ada, mereka bisa diandalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Izul bukan orang yang kaya dari segi finansial, tapi bukan pula orang yang tak punya. Kehidupannya sama seperti kebanyakan mahasiswa kita. Namun yang saya perhatikan kebersahajaan dalam hidupnya lebih bernilai dari orang yang tergolong “punya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling dikenal darinya adalah sikap sigapnya jika di antara kita butuh flat untuk tempat tinggal. Ia banyak kenal dengan penduduk setempat, dan dari gurunya (orang Mesir) kita sering dapati flat yang lumayan bagus dengan harga terjangkau. Di samping itu, jika kita butuh bantuannya ketika ingin pindahan, maka ia berusaha selalu hadir di selah-selah kesibukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bisa dikatakan, dia bukanlah orang yang sering memberi bantuan uang kepada orang lain. Tapi, sumbangsih dalam pergaulannya sehari-hari membuat orang menaruh hormat dan banyak terima kasih. Prinsipnya, ia akan berusaha memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain. Sebab ia ingin menjadi orang yang terbaik seperti yang disebutkan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu hadis disebutkan; seseorang akan diperlakukan bergantung pada bagaimana ia memperlakukan orang lain. Ungkapan ini cukup ma’ruf, dan realitanya yang berlaku juga seperti itu. Orang bilang, memberi dahulu baru menerima. Dalam masyarakat, orang akan dihormati manakala ia menghormati orang lain. Ia tidak akan diremehkan kalau ia selalu menghargai orang lain. Orang tua misalnya, pasti akan selalu dihargai oleh anaknya kalau mereka selalu menyayanginya. Seorang guru akan dihormati oleh murid-muridnya jika ia menaruh perhatian yang serius terhadap potensi yang dimiliki para muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap memberi ini sangat dianjurkan oleh agama. Dalam hadis yang lain, rasulullah pernah memberitahukan bahwa Allah swt senantiasa memberikan pertolongan kepada hamba-hambanya yang gemar menolong sesama. Dalam Al quran juga diperintahkan agar kita senantiasa memberi pertolongan dalam hal kebaikan dan takwa.&lt;br /&gt;Berkaitan hal ini W. Clement Stone mengungkapkan; untuk mendapatkan lebih banyak kehidupan, pertama-tama anda harus memberi lebih banyak. Dalam prinsip ekonomi juga dikenal, untuk memperoleh pemasukan yang banyak harus melakukan produksi yang banyak pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. Makanya tidak heran kalau ada orang yang sering membantu, hidupnya akan lebih mudah sebab saat ia membutuhkan bantuan maka banyak orang yang mengulurkan tangan untuk membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kekayaan yang diperoleh dari memberi. Dengan memberi bantuan, diri kita akan menjadi kaya melalui jaminan dari bantuan orang lain. Bukankah salah satu karakteristik orang yang kaya adalah mereka yang saat butuh sesuatu maka mereka bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Dan kalaupun orang yang gemar memberi pertolongan ini tidak mendapat bantuan dari orang lain, namun Allah tetap akan membantunya dan akan memenuhi hajatnya di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7864800323332496797?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7864800323332496797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/menjadi-kaya-dengan-memberi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7864800323332496797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7864800323332496797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/menjadi-kaya-dengan-memberi.html' title='.::Menjadi Kaya Dengan Memberi::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SmRX644gWDI/AAAAAAAAAH4/eKE2Wz-cRjg/s72-c/sumintar-saling-memberi-223x300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-9150433756163863307</id><published>2009-07-14T06:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T06:14:40.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Kedudukan Fatwa Sebagai Pijakan Amaliah Muslim::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyD3oA6P_I/AAAAAAAAAHw/CGBBhH85kks/s1600-h/43946.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyD3oA6P_I/AAAAAAAAAHw/CGBBhH85kks/s200/43946.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358302648321327090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Fatwa adalah sebuah terma yang sudah tidak asing lagi di kalangan para penuntut ilmu agama. Bagi siapa saja yang memperdalam ilmu-ilmu agama, pasti mengenal istilah yang satu ini. Tidak hanya bagi mereka yang berada di bangku Syariah Islamiah, bagi yang duduk dibangku ushuludin atau dirasah islamiyah atau dakwah pasti juga kenal dengan apa yang disebut fatwa. Bahkan dikalangan umat islam umumnya, fatwa sering dijadikan standar rujukan hukum dalam amaliah sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara spesifik memang, fatwa lebih dikaji bagi kita yang mendalami jurusan syariah. Sebab, setiap kali kata ini disebut maka konotasi yang langsung tergambar adalah fikih. Karena memang fatwa merupakan produk-produk hukum yang dikeluarkan oleh fuqaha terhadap aneka persoalan yang butuh segera diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari fatwa yang dikeluarkan, terkadang ada yang sifatnya inidvidual (perorangan) ada juga komunal (lembaga). jika  ada masyarakat yang bertanya perihal hukum agama kepada seorang ustad, maka jawaban ustad tersebut merupakan fatwa yang bersifat individual. Karena fatwa yang dikeluarkan sifatnya perorangan. Sebaliknya, kalau pertanyaan ini ditujukan untuk kepada sebuah lembaga fatwa, atau dengan sendirinya suatu lembaga fatwa mengkaji permasalahan yang ada, kemudian mengeluarkan pernyataan hukum, maka pernyataan ini disebut fatwa yang bersifat komunal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, setiap ustad, guru agama, kiayi, syekh atau apapun gelar agama yang disandangnya, mereka adalah ulama. Kalau mereka dijadikan rujukan bertanya, hendaknya memahami benar apa dan bagaimana hakikat sebuah fatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama adalah pewaris nabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang telah dimaklumi bersama, bahwasannya Muhammad bin Abdullah merupakan nabi terakhir sekaligus rasul penutup yang diutus oleh Allah dimuka bumi ini. Beliau adalah penyempurna seluruh syariat agama samawi mulai Adam Alaihi salam hingga Isa alaihi salam. Kehadiran beliau di semenanjung arab, dengan memanggul titah kenabian di pundaknya, semata menjalankan misi dari Tuhan semesta alam untuk membimbing umat manusia beramal sesuai dengan apa yang dikehendaki Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, kehadiran Adam ke bumi merupakan manusia pertama yang diberikan mandat untuk memakmurkan bumi sebagai tempat tinggalnya. Oleh karenanya, keberadaannya di bumi menjabat sebagai Khalifah. Itu artinya  bahwa manusia ada, untuk menerapkan atau menjalankan hukum-hukum dan kehendak yang Allah inginkan dari mereka. Sebab itulah, mulai dari penciptaan adam, kemudian diturunkannya ke bumi hingga setiap beberapa kurun waktu dan kaum yang berbeda, diutus juga nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada risalah islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad, ketika itu jelas memang seluruh persoalan umat kembalinya kepada beliau. Dialah satu-satunya orang yang dimandatkan nubuwah dan risalah untuk menuntun umatnya kejalan yang diridhoi Allah. Beliau merupakan problem-solver segenap permasalahan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal beliau, meski risalah dan nubuwah sudah ditutup namun bukan berarti bimbingan ke jalan Islam juga berhenti. Dalam isyarat terakhirnya, Baginda Rasulullah saw mengatakan secara gamblang, hendaknya setiap muslim berpegang teguh pada Al quran dan sunnah. Bukan hanya itu, beliau juga mengisyaratkan agar setiap generasi muslim berkaca pada generasi-generasi sebelumnya. Karena sebaik-baik masa adalah masanya para sahabat, kemudian tabiin dan dilanjutkan tabi’ tabiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam disiplin ilmu fikih misalnya, setiap penetapan hukum hampir tidak pernah luput dengan mengambil sikap-sikap sahabat, tabiin ataupun tabi’-tabiin terkait dengan hukum yang dibicarakan. Selain nash, atsar dan perkataan sahabat juga selalu diikutsertakan dalam pengambilan kebijakan untuk memutuskan satu hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah manifestasi hadis; ulama sebagai pewaris nabi. Dari tagan-tangan mereka lah beralih estafet kenabian. Meski risalah kenabian tidak diberikan kepada mereka, namun mereka memiliki kewajiban tabligh yang sama. Karena dilihat dari satu sisi, manakala mereka berperan sebagai mufti- menjelaskan hukum-hukum agama pada masyarakat- maka mereka bisa disebut juga sebagai syari’. Oleh karenanya, ulama menempati posisi nabi dalam memberi bimbingan umatnya menuju jalan yang diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa ; Produk ulama seperti halnya fikih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara substansi, fatwa bisa disamakan seperti layaknya fikih. Kedua-duanya diperoleh dari hasil istinbath nash-nash yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fikih, semua hasil ketetapan hukum yang telah dikodifikasikan menurut mazhab atau aliran tertentu merupakan buah fikir para alim ulama dan cerdik cendikia muslim generasi sebelumnya. Walaupun dalam permasalahan furu’ beraneka ragam pendapat, namun masih tetap satu kata dalam permasalahan asal. Dan hal ini lumrah dikalangan fuqaha sendiri. karena memang ketika mengistinbath hukum, setiap fakih menggunakan metode pengistinbathan yang berbeda. ada yang beristinbath dengan nash, ijma’ dan qiyas secara berurutan. Ada juga yang menggunakan tiga diantaranya dan qiyas tidak. Bahkan ada yang hanya mencukupkan nash dan aktivitas yang lazimnya dilakukan penduduk Madinah. Bukan hanya itu, dalam istidlal hadis juga, ada perioritas mana yang berhak dijadikan hujjah. Sebagian memandang hadis dhaif, mursal menempati posisi yang sama dengan hadis lain, sementara sebagian lagi tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikih muncul melalui ijtihad. Proses ini juga yang digunakan ulama’ untuk membentuk ijma’(konsesus). Dan proses ini pula yang digunakan untuk penetapan sebuah fatwa. Dengan kesamaan proses dan tujuan yang dicapai inilah makanya fatwa disebut produk ulama yang sama seperti fikih. Hanya saja fatwa merupakan putusan hukum yang sifatnya mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa adalah putusan hukum yang diharapkan oleh penanya –baca;masyarakat- untuk segera diputuskan. Fatwa tidak harus perkara yang baru, atau perkara yang belum diterangkan oleh nash secara jelas. Fatwa bisa berbentuk pernyataan hukum yang sudah ada sebelumnya di bab-bab fikih. Hanya saja, biasanya fatwa muncul sebagai jawaban permasalahan yang masih dipandang kabur di tengah masyarakat. di sinilah peran ulama itu berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sifatnya fatwa ada beraneka ragam. Ada yang berasal dari individu diperuntukkan individu juga dan ada yang dari lembaga diperuntukkan masyarakat luas. Pada kategori pertama, sifatnya khusus. Hukum yang dikeluarkan untuk seseorang dalam beberapa kondisi hukum tersebut tidak bisa diterapkan oleh orang yang lain. Sementara kategori ke dua, sifatnya umum. Artinya, sepanjang masyarakat tidak mengetahui hukum yang pasti terhadap masalah yang muncul, maka wajib mengikuti fatwa yang telah ditetapkan. Dalam istilah fikih ini kita kenal dengan mujtahid dan muqallid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fleksibelitas fatwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam berlaku untuk setiap tempat dan masa. Perinsip inilah yang senantiasa mengakar dalam diri fakih ketika memberikan pernyataan hukum-hukum islam. Intinya seluruh hukum yang ada, semuanya bertujuan untuk kemashlahatan manusia. Oleh karenanya setiap putusan hukum harus bermuara pada maqashid syariah yang terhimpun dalam tiga (dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan fatwa, maka dianjurkan untuk setiap pernyataan hukum yang ada berkarakteristik samaha. La ifrath wal tafrith. Lebih jelih memandang mana yang bersifat tsawabit mana yang mutaghayirat. Dengan begitu akan mencerminkan wajah islam yang ramah. Wajah islam yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan perubahan fatwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya fatwa, sebenarnya fikih juga bisa berubah seiring dengan perubahan waktu dan tempat serta kondisi. Salah satu contohnya adalah memakan hewan yang diharamkan ketika berada dihutan. Dalam kondisi normal, hewan-hewan yang diharamkan tidak boleh dikonsumsi. Namun jika terdesak dan tidak ada pilihan lain, seperti di hutan misalnya, kalau tidak dimakan bisa menyebabkan dirinya meninggal, maka dalam kondisi tersebut, halal hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga halnya dengan fatwa, bisa saja berubah tergantung situasi dan kondisi. Namun perubahan-perubahan tersebut hanya berlaku pada perkara yang mutaghayirat. Serta harus meperhatikan dhawabit-dhawabit syar’I terkait dengan hukum yang dikeluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-9150433756163863307?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/9150433756163863307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/kedudukan-fatwa-sebagai-pijakan-amaliah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9150433756163863307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9150433756163863307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/kedudukan-fatwa-sebagai-pijakan-amaliah.html' title='.::Kedudukan Fatwa Sebagai Pijakan Amaliah Muslim::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyD3oA6P_I/AAAAAAAAAHw/CGBBhH85kks/s72-c/43946.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-2757446471614843710</id><published>2009-07-14T05:56:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T06:02:14.683-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Rahasia di Balik Ikhlas::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyBSorQb9I/AAAAAAAAAHo/2hlQ1ns0oqY/s1600-h/alikhlas+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyBSorQb9I/AAAAAAAAAHo/2hlQ1ns0oqY/s200/alikhlas+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358299813820526546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa waktu lalu, salah sorang kawan berkunjung ke rumah. Kedatangannya tidak terlalu sering, malah bisa dikatakan termasuk jarang untuk standar kunjungan yang biasa dilakukan kawan-kawan lain. Sebab biasanya, jarak dua atau tiga mahattah (halte) termasuk dekat untuk ukuran kita yang bermukim di perkampungan sepuluh ini. Hanya cuma merogoh kantong satu pond, bisa digunakan untuk pulang pergi. Malah biasanya juga cukup jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami bertemu disela-sela kesibukan masing-masing. Setiap jumpa dia bilang, langkahnya  menuju kediaman saya karena memang ia jenuh dengan aktivitas belajar. makanya ia datang untuk sekedar bersilaturahmi. Dan seringnya, kalau dia sudah datang pasti ada saja topik yang didiskusikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari diskusi ringan. Saya, dia dan kawan serumah saya. Saya akui, kawan satu almamater saya itu orangnya memang sangat senang berfikir. Dengan raut wajah serius, bertengger kaca mata, dan rambut ikal sedikit dihiasi rambut putih dikepalanya, ia diberi label sebagian kawan sebagai sorang yang teoritis. Karena setiap omongannya, cara berfikirnya syarat dengan analisa-analisa ringan dan perenungan. Bahkan sampai ada yang bilang, ia Socrates abad sekarang. Ya, walaupun itu berlebihan, tapi memang renungan-renungan sering buat kami berfikir. Dan pertanya-pertanyaannya selalu memunculkan ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik pertama, kami membincangkan soal teknologi. Memang kedengarannya lucu, kita yang kesehariannya belajar ilmu agama di bangku Azhar, malah bicarain teknologi. Tapi ya itulah adanya. Penasaran melihat perkembangan teknologi yang ada, membuat kami sedikit melihat dan menghubung-hubungkannya dengan realitas agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah pada persoalan ruang dan waktu. Dia bilang, salah satu keberhasilan teknologi sekarang bahwa ilmuwan telah mengungkapkan misteri ruang dan waktu. Apa yang mereka temukan tentang partikel-partikel kecil dan atom adalah teknologi. Sampai akhirnya, seorang Einstein membuat bom Atom sebagai senjata pemusnah massal. Lihat saja apa yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, bom yang besarnya lebih kecil dari pesawat yang bawa bom itu sendiri, bisa meluluhlantahkan dua kota besar yang ada di Jepang. Bukan hanya itu, beberapa saat setelah kehancuran kota tersebut, cuaca yang ketika itu mendung dan turun hujan, kemudian saat semua penduduk kota yang selamat ketika itu kehausan, langsung meminum air hujan tersebut. Wal hasil, semua yang minum juga meninggal. Sebab hujan yang turun adalah proses uap yang diambil dari zat kimia bom yang tersisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya melontar pernyataan; kalaulah ruang-waktu itu sebegitu dahsyat, saya berfikir sekat dimensi alam nyata dan alam gaib juga bisa dihilangkan. Hipotesanya, sebut saja Jin dan alamnya termasuk gaib. Kalau dilihat dari komponen ciptaannya, jin terbuat dari api. Dalam bahasa arabnya “nar”. Kata “nar” ini adalah pecahan dari kata “nur” artinya cahaya. Berarti kesimpulannya, Jin dan alam sekitarnya tidak terlihat karena peredaran alam jin secepat bahkan lebih cepat dari cahaya. Pertanyaannya kemudian, jika ada ilmuan yang bisa menemukan alat yang bisa melihat kecepatan cahaya bergerak, berarti memungkinkan untuk mengungkap tabir rahasia alam jin. Hanya saja, karena kami bukan ilmuan, dan tidak tahu banyak mengenai fisika dan metafisika, perinsipnya kalau Allah menghendaki semua pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, diskusi ini berlanjut pada seputar masalah tujuan. Dia bertanya, kira-kira apa sih tingkat puncak kenikmatan dari ibadah. Sebab yang dia rasakan, sewaktu ramadhan lalu, dirinya bisa dibilang puas beribadah. Malahan frekuensi ibadanya meningkat drastis, tapi malah justeru yang timbul adalah kebosanan. Jadi apa yang dilakukan para sufi, dimana letak nikmatnya ibadah tersebut. Sementara rutinitas ibadah yang dilakukan dalam artian formal seperti shalat dan lain sebagainya, terkadang kalau sudah sifatnya addictif, maka akan mengabaikan kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, saya balik bertanya kira-kira apa makna ungkapan salah seorang sufi wanita yang bernama Rabiatul adawiyah. Katanya; dia beribadah bukan berharap surga dan bukan pula takut neraka. Dan teringat juga salah satu lirik lagu Crisye; jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kita sujud pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang saya garisbawahi, kejayaan Islam yang diperoleh para pendahulu kita, justeru terletak pada tujuan murni yang hendak mereka capai. Bahwa kekuasaan Islam yang semula berawal dari semenanjung kecil Arabia, bisa meluas hingga dua pertiga dunia. Kenapa bisa seperti itu, karena mereka memahami fungsi mereka sebagai pemakmur bumi yang dibingkai dalam ikatan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap tindak tanduk keseharian mereka, semua berjalan dalam rangka ibadah. Dan semuanya diikat kembali dengan tali keikhlasan. Perintah Allah tentang ibadah juga dirangkaikan dengan kata ikhlas. Dan sebagai motivasi, ada hadis yang menggariskan ibadah dengan senantiasa berinovasi dalam amal dunia. Dengan beribadah seolah melihat Allah, sekiranya pun tidak terlihat, dijamin Allah akan melihat apa yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah peran ikhlas tersebut. Ikhlas bukan pasrah, tapi ikhlas adalah tujuan tanpa batas. Sebab objek yang dituju adalah Allah. Ia tak dapat terlihat, berarti setiap langkah usaha yang dibuat, terus akan berjalan. Selama masih ada kesempatan hidup, maka inovasi harus ada. Biarlah semua Allah yang menilai usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan, coba anda buat sesuatu tanpa embel-embel dibelakang. Tujuannya, bukan untuk dipuji, jadi kaya, terhormat atau lainnya. Satu aja, arahkan tujuan anda hanya kepada Allah. Apa yang akan anda rasakan, anda tak akan mengeluh lelah, bosan, jenuh dan lain sebagainya. Justru, jika tujuan itu berhasil, keridhaan Allah sudah dijamin dan bisa jadi anda akan dipuji, kaya serta terhormat di mata manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ikhlas, tujuan tanpa batas memotivasi kita untuk berbuat terus lebih baik. Karena Allah melihat semua apa yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-2757446471614843710?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/2757446471614843710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/rahasia-di-balik-ikhlas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2757446471614843710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2757446471614843710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/rahasia-di-balik-ikhlas.html' title='.::Rahasia di Balik Ikhlas::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlyBSorQb9I/AAAAAAAAAHo/2hlQ1ns0oqY/s72-c/alikhlas+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-6864023110916138149</id><published>2009-07-10T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T05:37:17.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Shalat Berjemaah di Restaurant::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Slc1zpKW_II/AAAAAAAAAHg/NmPd5useWAE/s1600-h/1490902832_16ad1e419e+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Slc1zpKW_II/AAAAAAAAAHg/NmPd5useWAE/s200/1490902832_16ad1e419e+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356809443119398018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar sebulan yang lalu, aku pergi ke sungai nil untuk melepas lelah ujian yang baru berakhir. Bagi kebanyakan mahasiswa di sini, libur musim panas yang ditandai dengan berakhirnya ujian termin dua, sering diawali dengan mengikuti paket Tour ke tempat wisata yang ada. Dari yang terdekat seperti pantai 'Ain sukhnah sampai yang terjauh ke Luxor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagiku sendiri, mengunjungi Nil untuk berehat sejenak dan merefresh otak adalah pilihan yang tepat. Di samping letaknya yang masih di kota Cairo, susana alami yang dipadukan dengan kemodrenan itu seolah meyulap setiap mata yang memandangnya. Terutama di malam hari, kilauan lampu yang menghiasi kapal-kapal kecil di dalamnya menambah keindahan panorama bersejarah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua sampai tiga jam menikmati keindahan Nil malam, aku beranjak pulang. Kulangkahkan kaki ke terminal tahrir tepat di belakangnya. Dan kudapati bis dengan arah tujuan hay 'asyir, tempat kediamanku. Lalu aku naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, kira-kira lima belas menit dari terminal, di kawasan Ramses ada sebuah restoran. Aku lupa namanya, namun seingatku setiap kali melintasi jalan tersebut, tempat itu selalu ramai dengan pengunjung. Tidak sedikit pembeli yang rela antri untuk membeli makanan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu waktu isya telah masuk. Dari dalam bis aku memerhatikan restoran itu. Ramai orang yang menunggu di luar, dan di dalamnya penuh orang bershaf-shaf sedang mendirikan shalat berjamaah. Aku tertegun melihatnya. Lalu sejenak merenung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat ayat al quran yang menjelaskan akhlak seorang pedagang dalam berniaga. Pedagang yang sukses yaitu pedagang yang senantiasa mengingat Allah. Keuntungan yang diperoleh dari usahanya tidak menyebabkan ia lupa terhadap Zat yang Maha Pemberi rezeki. Ia tetap menjaga kewajibannya sebagai hamba dalam melaksanakan shalat. Dan dari keuntungannya tersbut, ia keluarkan zakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: "laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS.an Nur: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah barangkali yang membuat restoran itu laris-manis. Sebab dalam aktivitas dagangnya senantiasa mengindahkan akhlak dan nilai-nilai islam. Bagi mereka berdagang hanya merupakan wasilah memperoleh rezeki. Tentunya kalau hendak memperoleh rezeki yang lebih haruslah juga dihiasi akhlak terhadap Zat pemberi rezeki. Dan akhlak itu tercermin dari rasa syukur dengan shalat pada waktunya. Karena yang demikian akan menambah karunia yang bakal diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: " (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS.an Nur: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, di samping kegigihan usaha yang telah ditempuh, prinsip dasar takwa harus selalu menghiasi diri setiap orang yang mencari rezeki. Dengan menjalani perintahnya dan menjauhi larangannya, niscaya akan mempermudah dalam memperoleh rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: "…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…" (QS:at Thalaq:2-3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-6864023110916138149?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/6864023110916138149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/shalat-berjemaah-di-restaurant.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6864023110916138149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6864023110916138149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/shalat-berjemaah-di-restaurant.html' title='.::Shalat Berjemaah di Restaurant::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/Slc1zpKW_II/AAAAAAAAAHg/NmPd5useWAE/s72-c/1490902832_16ad1e419e+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-9067117869057718970</id><published>2009-07-10T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T05:15:50.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Fikih dan Ekonomi::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlcwxwSVc2I/AAAAAAAAAHQ/WdjqbsYl93Y/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlcwxwSVc2I/AAAAAAAAAHQ/WdjqbsYl93Y/s200/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356803913114022754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat sepintas lalu, fikih dan ekonomi adalah dua istilah yang berbeda. Keduanya berlainan dalam ruang lingkup pembahasan. Yang satu berbicara tentang akhirat dan yang lain tentang dunia. Dugaan seperti inilah yang banyak terjadi di kalangan kita. Sehingga cenderung melahirkan dikotomi agama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya terma (red; fikih dan ekonomi) ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Hal ini terlihat dengan adanya kesamaan pelaku. Manusia sebagai pelaku ekonomi (economic man) dalam ilmu ekonomi dan mukallaf dalam fikih. Itu menandakan bahwa keduanya memiliki keterkaitan. Apalagi jika kita melihatnya lebih jauh  terhadap orientasi akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sebagai muslim sudah sewajarnya menjadikan orientasi dari seluruh kegiatan hanya untuk Allah (Qs;6:162). Maka dari sinilah kita bisa mengambil alasan kenapa harus ada ekonomi islam.&lt;br /&gt;Prof. Dr. Rafa'at al Audhi di dalam buku " Mausuah al Hadharah al Islamiyah" menjelaskan ada dua faktor munculnya gagasan ekonomi islam tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Adanya konteks ekonomi dan manajemen keuangan di dalam  beberapa pembahasan fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor pertama ini terdiri dari dua fase, yang pertama; Mengenal hukum fikih. Kedua; Mengetahui kegiatan ekonomi yang berlansung masa sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu untuk membuat sistem perekonomian harus berangkat dari sebuah gagasan. Lalu dengan gagasan tersebut dibuat menjadi rumusan. Seperti halnya sistem kapitalistik yang muncul sebagai refleksi kondisi ketika itu. Masa kebangkitan Eropa (renaissance) yang melahirkan revolusi industri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berangkat dari gagasan revolusi industri inilah lahir teori-teori kapitalistik. Dimana pemodal menjadi penguasa mutlak perekonomian. Dan lahirlah ekonomi kapitalis seperti yang kita kenal sekarang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Islam sendiri, sebagai agama yang konverhensif sudah barang tentu memiliki konsep baku tentang ekonomi ini. Misalnya pembahasan muamalah dalam disiplin ilmu fikih. Rasanya semua pembahasan yang ada sudah mengcoveri seluruh kegiatan ekonomi. Tinggal bagaimana mengklasifikasikan satu demi satu dalam kegiatan ekonomi sekarang. Dan mejadikannya sebagai acuan. Karena memang diantara sifat al Quran adalah sebagai panduan (User Manual) bagi kita umat islam.(QS;2:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Sinkronisasi antara ilmu fikih yang berorientasi ekonomi dan ilmu ekonomi islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara keduanya terletak pada segi objek bahasan. Ilmu fikih ekonomi berorientasi pada penggunaan akal mengenai dalil-dalil nash, untuk mengistinbath hukum seputar masalah ekonomi yang ada. Selanjutnya ilmu ekonomi islam sendiri lebih menekankan pada penggunaan akal mengenai mekanisme penerapan ekonomi yang diadopsi dari konsep-konsep yang terdapat pada fikih. Diharapkan dari konsep-konsep tersebut bisa dibuat menjadi sebuah rumusan bagaimana membentuk format ekonomi secara islami sesuai dengan perkembanganzaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua ini lebih tepat kita sebut sebuah kolaborasi ekonomi dan fikih. Dengan pengenalan hukum terlebih dahulu kemudian menyesuaikan terhadap praktek ekonomi yang berkembangan saat ini. Cara  demikian bisa dijadikan satu formula ekonomi yang berbasis islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kita bisa menawarkan formula baru ekonomi, yang nantinya bisa menjadi jawaban terhadap krisis ekonomi yang melanda mayoritas negara muslim. Dan menjadikan solusi alternatif terhadap praktek ekonomi kapitalis saat ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun permasalahannya mengapa saat ini ekonomi yang berbasis islam kurang begitu bergema. Kita lebih kenal dan lebih asyik menggunakan sistem ekonomi yang bercorak kapitalistik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Kurangnya integritas pemahaman fikih terhadap ekonomi.&lt;br /&gt;Kondisi ini yang membuat kita cenderung memahami fikih sepihak. Fikih hanya digunakan tidak lebih hanya mengatur ibadah saja. Fikih dijadikan tidak lebih sebatas konsep hubungan manusia dengan Allah. Sehingga cenderung melahirkan pemahaman tentang ibadah dalam sekup mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Terbatasnya SDM yang kapabel dalam dua disiplin ilmu ini (fikih dan ekonomi). Dengan demikian muncul pengkotakan istilah “ fikih cuma ilmu kaum berpeci, sementara ekonomi adalah ilmu orang berdasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Kurangnya sosialisasi dari para mubaligh tentang urgensi perekonomian. Sehingga jarang sekali kita mendengar para ustadz atau tuan guru kita yang menyajikan ceramah seputar ekonomi. Karena memang asumsi masyarakat bahwa ustadz lebih pantas ngajari orang solat daripada berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga faktor penyebab penghambat berkembangnya ekonomi islam di atas, dapat disimpulkan untuk kelanggengan terwujudnya praktek ekonomi islami maka kita harus mempersiapkan kader-kader tangguh. Kader-kader yang bukan hanya ulama tetapi juga ekonom. Dengan kata lain kita butuh sosok ekonom yang faqih dan seorang faqih yang ekonom. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin ya rabb….   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-9067117869057718970?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/9067117869057718970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/fikih-dan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9067117869057718970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/9067117869057718970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/fikih-dan-ekonomi.html' title='.::Fikih dan Ekonomi::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlcwxwSVc2I/AAAAAAAAAHQ/WdjqbsYl93Y/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7903697011298967657</id><published>2009-07-09T02:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T02:26:50.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Muslim Sejati::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW30Il0bBI/AAAAAAAAAHI/DTRAVqdCFxM/s1600-h/ganteng-kalo-pake-peci+copy+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW30Il0bBI/AAAAAAAAAHI/DTRAVqdCFxM/s200/ganteng-kalo-pake-peci+copy+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356389438114262034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, pagi hari saat dalam perjalanan menuju satu tempat, saya bertemu dengan seorang laki-laki di sebuah halte bis perempatan jalan. Orangnya tinggi besar, berpakaian rapih, pakai jas dan membawa koper. Dari gaya pakaiannya dia seperti orang kantoran. Namun, yang saya takjub bukan penampilannya melainkan apa yang dilakukannya saat itu. Sambil menunggu bis datang mulutnya tak henti  berzikir.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang pemandangan ini biasa dilihat di Mesir. Negara yang saya diami sekarang ini benar-benar membuktikan julukannya sebagai “ardhul anbiya” atau bumi para nabi. Di tempat lain mungkin aneh, jika ada orang berzikir sepanjang jalan atau ada penumpang yang membaca Al quran di bis, bahkan tidak jarang bacaannya itu dilagukan seperti qari pada acara di mesjid-mesjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika bis datang mata saya terpanah pada pemandangan yang beda namun tetap orang yang sama. Terlihat sambil berlari, semua penumpang mendekati pintu bis, berusaha masuk lebih awal dan adegan tolak menolak serta sikut menyikutpun terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak naik, tepat berdiri dibelakang laki-laki tadi, saya melihat dia menyorongkan tubuhnya ditengah himpitan penumpang yang berlomba masuk menaiki bis. Terlihat seorang ibu di sisi kiri pintu bis, turut menyerobot masuk bersamaan dengan lelaki tadi. Tanpa hirau sedikitpun, lelaki tadi masuk dan si ibu pun termundur menuruni pintu bis akibat desakan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penumpang semua naik, ibu tadi berkomentar “kenapa semua takut tidak kebagian tempat duduk, padahal semua kursi kosong”. Lantas lelaki tadi balik komentar “saudariku, semua kan buru-buru dan ingin dapat kursi untuk duduk. Lagi pula kenapa anda berdiam diri di pintu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu mengingatkan saya sebuah hadis nabi tentang salah satu karakter muslim. Seorang muslim adalah orang yang selamat (menjaga) tangan dan lidahnya dari mengusik orang lain. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama yang mengajar pada kedamaian. Ia hadir sebagai rahmat sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita sering lupa. Berlomba untuk mendapat pradikat shalih dengan baik kepada Allah namun kepada sesama manusia tidak. Padahal Islam mengajarkan untuk berlaku seimbang terhadap keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hadis disebutkan, berimannya seseorang berkaitan erat dengan caranya memuliakan tamu dan menghargai tetangga. Islam juga mengajarkan cara menghormati wanita, cara menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Juga dalam konteks keluarga, larangan menyekutukan allah dan  menyukuriNya sejajar dengan posisi berbakti dan berterima kasih kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa muslim yang baik adalah muslim yang bisa menjaga hubungan vertikal dan horizontalnya. Muslim yang baik adalah muslim yang segala aktifitas kesehariannya membuat orang lain senang dan membuat Allah ridha terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7903697011298967657?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7903697011298967657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/muslim-sejati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7903697011298967657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7903697011298967657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/muslim-sejati.html' title='.::Muslim Sejati::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW30Il0bBI/AAAAAAAAAHI/DTRAVqdCFxM/s72-c/ganteng-kalo-pake-peci+copy+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-8476550066374631924</id><published>2009-07-09T02:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T02:14:41.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Perda Syariat::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW0tyQ_sEI/AAAAAAAAAHA/WFy-l2xbN-Q/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW0tyQ_sEI/AAAAAAAAAHA/WFy-l2xbN-Q/s200/Untitled-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356386030507241538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Solusi Alternatif atau Sebuah Keharusan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 2006 yang lalu, umat muslim Indonesia kembali menyuarakan hak-haknya dalam penerapan hukum islam di negara. Penyeruan ini muncul disinyalir sebagai implikasi geliat demokrasi yang sedang berlangsung setelah runtuhnya rezim orde baru. Setelah Suharto lengser dari jabatan kepresidenannya, arus demokrasipun tidak bisa dibendung. Atas nama demokrasi, orang siap turun ke jalan demi menyuarakan hak-hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu warna demokrasi juga, banyak parpol-parpol yang muncul ketika itu. Ratusan partai mendaftar untuk ikut meramaikan pemilu 1998, dan akhirnya hanya sekitar empat puluhan yang berhak mengikuti pemilu. Pemandangan ini sangat kontras sekali jika disandingkan dengan perpolitikkan masa orde baru. Saat rezim Suharto berkuasa, ia terkenal dengan istilah “Tangan Besi” nya. Politik pun berjalan sesuai dengan kehandaknya. Sehingga ia tidak segan-segan menghabiskan lawan-lawan politiknya. Karenanya demokrasi saat itu mandeg, stagnan dan tidak ada progres yang cukup memuaskan selama 32 tahun kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah maraknya ekspresi demokrasi yang bergulir, tidak ketinggalan pula umat islam memanfaatkan kondisi ini sebagai penyuaraan hak-hak keberagamaan mereka. Mulai dari tawaran beberapa parpol islam untuk mengembalikan tujuh kata yang dihapus (Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya)  pada piagam jakarta ’45 lalu, sampai diterapkannya hukum islam oleh beberapa daerah yang telah otonom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja daerah istimewa Aceh, setelah diotonomkan namanya menjadi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), syariat islam pun ditegakkan. Ini berlaku saat yel-yel reformasi diteriakkan. Dan saat itulah demokrasi mulai berjalan. Kini NAD telah memiliki konstitusi hukum Daerah tersendiri. Tata Pelaksanaan perundang-undangan yang mengatur wilayahnya diformat dengan mengambil kerangka acuan Al quran dan Hadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Aceh, di bebearapa daerah seperti Gorontalo, Pamekasan, Kabupaten Riau, Cianjur dan lainnya juga menerapkan hal yang serupa. Seiring dengan dinobatkan sebahagian daerah menjadi otonom, saat itu pula hukum islam mulai diberlakukan. Dan ini dikenal dengan nama Perda (Peraturan Daerah) Syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana tuntutan dan peran yang ada pada Perda Syariat tersebut.Tulisan ini akan mencoba membahas sedikit tentang signifikansi penerapan syariat islam di indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universalitas islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam bukan sebatas agama yang mengajarkan umatnya cara berinteraksi dengan Allah saja. di dalamnya juga diajarkan bagaimana seharusnya berinteraksi dengan diri sendiri, bahkan dengan orang lain. Dengan kata lain Islam memberi tuntunan sikap hidup manusia dalam garis vertikal maupun horizontal. Maka pantas, abu a’al al maududi mengistilahkan islam sebagai “way of life”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, umat islam dibekali al Quran dan hadis sebagai acuan dalam mengarungi kehidupan ini. Sebab pada keduanya diterangkan seluruh pola kehidupan mana yang pantas ditempuh oleh stiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “…al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…(QS:2:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar, ruang lingkup islam meliputi tiga hal; akidah, etika dan amaliah. Ketiga hal ini deterangkan secara gamblang dalam al Quran, yang kemudian diperincikan dalam hadis-hadis rasul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Akidah; mencakup tentang tuntunan mempercayai hal-hal yang sifatnya ghaib, seperti beriman pada Allah, Malikat, Kitab-kitab, Rasul-rasul dan Hari kiamat. Ini dikenal dengan dengan rukun iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Etika; mencakup tentang tuntunan bagaimana memperhias diri dengan akhlak-akhlak terpuji, seperti jujur, dermawan, tanggung jawab, saling mengormati dan lain sebagainya. Selain itu etika juga mengingatkan juga untuk menjauhi sifat-sifat tercela seperti dusta, bakhil, boros, malas dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Amaliyah; ini berhubungan dengan hukum-hukum yang mengatur manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ini dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu Ibadah dan muamalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum ibadah tercakup di dalamnya ; shalat, puasa, zakat, haji, nadzar, sumpah dan lain sebagainya. Ini dimaksudkan sebagai panduan atau rambu-rambu dalam interaksi seorang hamba kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hukum-hukum muamalah tercakup di dalamnya; kontrak, kerja, hukuman, pidana dan lainnya, yang berkaitan dengan aturan hubungan manusia satu dengan yang lain. Baik sifatnya pribadi ataupun kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum ma’amalah ini secara garis besar mencakup pada tujuh hal;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. hukum pernikahan dan talak atau hal ihwal yang berkenaan dengan private. Hukum tersebut mengatur urusan keluarga, mulai dari terbentuknya keluarga hingga perjalanan berkeluarga. Menjelaskan kewajiban antara suami-isteri dan kerabat dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. hukum hukum kerja civil. Hukum ini berhubungan dengan muamalat seseoranga dan pertukaran jual beli, sewa, pegadaian, koperasi, agunanan, wakil, pinjam, hutang piutang dan memenuhi janji dengan tepat. Kesemua itu bertujuan untuk hubungan seseorang dalam masalah harta, menjaga hak yang harus ada padanya dengan melindungi hak tersebut, melindungi dan memenuhi hak secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.hukum-hukum pidana, yaitu hukum-hukum yang menjelaskan tentang hukum kriminal yang dilakukan oleh manusia dan sanksi yang diberikan. Hal in bertujuan untuk menjaga kehidupan manusia, harta dan kehormatannya, kemuliaan, hak dan kewajiban, serta untuk membatasi hubunga antara korban dengan pelaku kejahatan di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.hukum-hukum pengaduan dan gugatan perdata serta pidana; yaitu berhubungan dengan peradilan, persaksian, sumpah, ikrar , pembuktian dan lain sebagainya, seperti sarana-sarana untuk menetapkan keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur beberapa tindakan dalam rangka menegakkan keadilan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.hukum-hukum konstitusi. Hukum ini mempunyai hubungan dengan aturan hukum dan dasar-dasarnya, soal negara serta kewajiban-kewajiban dan hak-hak pemimpin, dimaksudkan untuk membatasi hubungan antra penguasa dan rakyat disamping menetapkan hak asasi individu dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.hukum-hukum internasional. Yaitu berkaitan dengan hubungan negara islam dengan negara-negara lain. Dewasa ini disebut dengan hukum internasional umum. Hukum internasional yang mengatur non muslim yang tinggal di negara islam. hukum ini populer sebagai hukum internasional khusus. Ini dimaksudkan untuk mengatur hubungan islam dengan negara non muslim dalam perdamaian dan peperangan, mengatur orang islam dan orang non muslim dalam negara islam sendiri. Seperti yang diuraikan dalam buku Aatsarul harbi fi fiqhil islami; Dirasat muqarana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.hukum-hukum perekonomian dan keuangan. Hukum ini dimaksudkan untuk mengatur hak-hak individu di bidang harta dan kewajibannya dalam aturan harta kekayaan, serta hak-hak negara, kewajiban dan  birokrasinya dalam mendistribusikan harta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Sebagai Khalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Ingatlah ketika Tuhan-mu berfirman kepada para Malaikat:"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata:"Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau". Tuhan berfirman:"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (QS. 2:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca ayat ini teringat pada satu kejadian ribuan bahkan jutaan abad yang silam. Ketika itu Allah mengutarakan kehendakNya di hadapan Malaikat untuk menciptakan makhluk yang bernama manusia. Allah ingin menjadikan manusia tersebut sebagai khalifah di muka bumi, guna memakmurkan bumi dengan segala aktifitas yang akan dilaksanankan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas serta seluruh Ahli ta’wil umummnya berpendapat; yang dimaksud khalifah di sini adalah nabi Adam. Allah menciptakannya agar ia menerapkan hukum-hukum yang telah digariskan. Dengan kata lain bahwa penciptaan Adam adalah sebuah representasi Allah untuk memberlakukan ketentuan-ketentuanNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “Khalifah” yang dalam bahasa arab “khalafa” artinya membelakangi atau bisa juga diartikan pengganti. Orang-orang yang tampil ke depan membelakangi orang-orang yang sudah pernah ada disebut khalifah.  Oleh karena itu para Sahabat yang empat (Abu bakar, Umar, Usman dan Ali) mereka disebut khalifat ar rasyidin. Sebab mereka-mereka inilah yang mengantikan nabi Muhammad saw melanjutkan tampuk pemerintahan islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, fungsi Adam sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi ini adalah kehendak Allah. Dari sinilah titik kehidupan manusia itu ada. Dan sejak saat itu maka seluruh anak cucu adam juga harus memberlakukan apa yang telah ditetapkan Allah melalui syariat-syariat yang dibawa oleh para nabi dan rasulNya. Hal ini dimaksudkan agar penerapan hukum yang ada berjalan di atas garis keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang ditakwilkan oleh Ibnu Jarir pada ayat “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah…”. Beliau menyambung kalimat “khalifah” setelahnya dengan; DiriKu (Allah), agar Adam dan Anak cucunya memberlakukan keadilan hukum di antara ciptaanKu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Sebagai Hakim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran manusia bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Walau hanya seekor nyamuk pun, Dia ciptakan sekurang-kurangnya bermanfaat bagi makhluk yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja nyamuk, tubuhnya kecil, kerjaannya menghisap darah orang tapi walaupun begitu kalau tidak ada nyamuk mungkin satu populasi makhluk hidup akan lenyap. Sebab, cicak yang kesehariannya memakan nyamuk bakal puasa selamanya. Dengan begitu populasi cicak akan sirna dimuka bumi. Bukan hanya itu, karena nyamuk juga pabrik-pabrik anti nyamuk dibuka, dengan begitu lapangan pekerjaan bertambah, dan pengangguran berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu makhluk Allah dari golongan binatang. Tidak punya akal dan rasa, Cuma dibekali insting untuk tetap bertahan hidup. Selanjutnya, bagaimana dengan yang namanya manusia. Kalau binatang saja berguna apatah lagi manusia, yang jelas-jelas memiliki derajat paling tinggi diantara makhluk yang ada. Karena manusia disertai akal dan rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia ada karena Allah menghendakinya agar menyembah Allah semata. Tidak lain dan tidak bukan, penciptaan manusia adalah untuk beribadah. Inilah tujuan utama kenapa manusia diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”(QS. 51:56) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aktifitas menjalankan ibadah ini, tentunya banyak aneka amal yang bisa dilakukan. Ibadah tidak hanya sebatas shalat ataupun puasa, namun seluruh rangkaian aktifitas yang dilaksanakan selama di dunia ini, asal diridhai Allah itu juga disebut ibadah. Karena dunia adalah ladang amal. Di sinilah kita bercocok tanam, kelak di akhirat nanti kita akan menuai hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu, interaksi terhadap sesama manusia adalah sebuah keharusan. Satu komunitas tidak akan terbentuk jika interaksi tidak ada. Tidak bisa dibayangkan mungkin, jika ada satu kampung penduduknya tidak saling berkomunikasi. Jika komunikasi tiada berarti interaksi nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dalam satu komunitas rentan terjadi yang namanya geseka-gesekan sosial. Sifat heterogenitas yang ada dalam satu kelompok sering memicu terjadinya konflik. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dan menjadi solusi agar konflik itu bisa diminimalisir, maka perlu dibentuknya satu konstitusi yang sikapnya memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, syariat islam sebagai agama memiliki peran besar untuk mengatur kerukunan umatnya. Maka timbullah perintah dan larangan yang wajib ditaati. Oleh karena itu banyak ayat yang menerangkan tentang absolusitas Allah sebagai satu-satunya hakim yang berhak mengadili setiap terdakwa-dalam hal ini manusia-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia pemberi keputusan yang paling baik. (QS. 6:57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasa tentang hakim ini dapat kita temukan pada buku-buku ushul fikih. Di sana banyak dijelaskan tentang siapa yang paling berhak disebut hakim. Apa itu hukum, dan apa saja objek garapan hukum tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran adalah kitab Undang-undang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keabsolutan al Quran sebagai firman Allah tidak diragukan lagi.  Seluruh rangkaian huruf dan kalimat yang ada di dalamnya semua adalah murni dari Allah swt. Tidak ada rekayasa, tambahan ataupun pengurangan pada setiap baris dan bait yang terdapat dalam al Quran. Serta keotentikan dan kemurniannya terjaga hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. 15:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Allah adalah hakim, maka pantaslah perkataan-perkataan yang muncul dariNya dijadikan hukum. Para ulama sepakat berpendapat bahwa setiap hukum syar’i atas tindak tanduk manusia bersumber dari Allah swt.  Oleh karena itu mereka mendefenisikan hukum sebagai arahan/kehendak (khitab) Allah terhadap beberapa tindakan manusia yang sifatnya memaksa, anjuran atau larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini nantinya timbul istilah adillatul muttafaq ilaih (al quran, sunnah, ijma’ an qiyas) dan adillatul mukhatalaful ilaih (istihsan, mashlahah mursalah, ‘urf, istishhab, mazhab shahabi) dalam mengistinbath hukum. Setelah al Quran-sebagai kitab undang-undang pertama- kemudian baru menyusul kitab-kitab pendukung seperti sunnah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al Quran sendiri dijelaskan, secara keseluruhan ayat-ayat yang termaktub di dalamnya mengandung dua dimensi; muhkamat dan mutasyabihat. Dan yang paling pokok dari keduanya  adalah ayat-ayat yang muhkamat (mengandung hukum).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di surat ali Imran ayat tujuh Allah berfirman: “Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat…” dalam hal ini kenapa ayat muhkamat menjadi prioritas, sebab sebagian besar ayat di dalam al Quran berisi perintah dan larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagai sangsi atas orang-orang yang mengambil hukum tidak bersumber dari al Quran maka mereka disebut kafir, zhalim dan fasik. Itulah yang diterangkan dalam al quran surat al maidah ayat, 44,45 dan 47.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman: “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (al-Qur'an) kepadamu dengan terperinci Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa al-Qur'an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (QS. 6:114)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhukum dengan Fikih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah harian terkemuka di Sulawesi Tengah dengan nama Radar Sulteng versi elektroniknya -baca;online- tertanggal jumat 29 September 2006 melangsir opini tentang perda syariat.  Opini yang ditulis salah seorang azhari ini cukup menimbulkan banyak pertanyaan dibenak saya. Judul yang dibuat “membendung perda syariat”. Yang jadi pertanyaan kenapa si penulis, notabenenya tamatan azhar, alumni fakultas syariah islamiah, namun tulisannya tersebut mencerminkan dirinya tidak faham hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan itu disebutkan: “Adapun penerapan terhadap fikih yang tak lain adalah pandangan relatif manusia terhadap ajaran syariat yang absolut disebut dengan istilah tathbîqu ahkâmil fiqh (penerapan terhadap hukum-hukum fikih), bukan tathbîqu as-syarî'ah (penerapan terhadap syariat). Terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara syariat, fikih, dan tathbîqu ahkâmil fiqh. Syariat murni ilâhî (dari Tuhan), sedangkan fikih dan tathbîqu ahkâmil fiqh bersifat manusiawi” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa ini pandangan yang keliru. Bagaimana mungkin antara syariat dan fikih dianggap dua hal yang berbeda. Padahal tidak mungkin ada syariat jikalau fikih tiada. Sebab fikih merupakan salah satu piranti adanya syariat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kenal syariat itu memiliki dua piranti; aqidah dan fikih. Keduanya merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan. Jika seorang muslim hanya beraqidah islam saja, namun pengamalannya tidak sesuai dengan yang digariskan oleh fikih maka islamnya dipertanyakan. Atau sebaliknya, jika amalan kesehariannya sesuai dengan fikih namun tidak berakidah islam, itu juga tertolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat –seperti yang didefinisikan Manna’ul qattan- merupakan satu kesatuan hukum yang terdiri akidah, ibadah, akhlak, muamalat dan tatanan kehidupan yang mengatur hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini jelas, bahwa memandang syariat berbeda dengan fikih adalah kekeliruan yang fatal. Jika fikih tiada, di mana lagi substansi sebuah syariat. Ibarat jalan , fikih dan aqidah adalah kompas jalannya. Seorang muslim dalam perjalanannya menuju keridhaan Allah, tanpa menghiraukan kompas jalan yang ada maka dia akan kesasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, masalah yang berkembang dan yang sering menjadi pertanyaan kalangan liberal adalah tentang keanekaragaman mazhab yang terdapat dalam fikih. mereka bertanya jika syariat islam diterapkan ke dalam undang-undang, mazhab manakah yang ingin dipakai. Mereka berdalih, tidak semua masyarakat islam sama mazhabnya. Tentu, seorang Hanfiyah tidak memakai mazhab syafii. Begitu juga syafiiah tidak akan begitu berkenan dengan mazhab maliki atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan mereka ini tidak terlepas dari pluralisme dan inklusifisme. Satu pandangan yang mengabstrakkan hakikat sebuah kebenaran, dengan menyandingkan nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, memang fikih adalah hasil ijtihad seorang mujtahid. Antara satu mujtahid denga mujtahid terkadang sering berbeda pandangan. Namun, hal ini tidak membuat pendapat yang satu menggugurkan pendapat lainnya. Atau dalam teori fikihnya disebut “ ijtihad tidak bisa dibatalkan dengan ijtihad”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bukan berarti hal ini bakal mengalami kebuntuhan jika diterapkan daerah. Sebab, hukum yang telah dilegalisasi dalam bentuk undang-undang maka itu disebut hukum positif. Dan setiap hukum positif wajib dilaksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini juga, biasanya perbedaan yang muncul dikalangan fuqaha adalah hal-hal yang sifatnya furu’ bukan qath’i. dan garapan hukum positif biasanya mencakup hal-hal yang disepakati saja. jadi, tidak ada masalah dalam perbedaan pandangan fuqaha dalam fikih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikih merupakan hukum yang telah terkodifikasi dalam bentuk dan susunan yang sistematis. Jika fikih menjadi rujukan sebuah hukum, maka itu lebih memudahkan dewan legislatif dalam perumusan hukum-hukum yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaminan keadilan dalam hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengadilan sering disimbolkan dengan timbangan. Itu artinya, keadilan adalah objek utama yang ingin dicapai. Timbangan menggambarkan adanya keseimbangan antara sanksi yang diberikan dan perbuatan yang dilakukan. Bahkan di pengadilan India, ada patung yang tertup matanya sambil memegang timbangan. Ini mengisyaratkan bahwa semua orang apapun statusnya, di mata hukum adalah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitanya, masih sedikit kita temukan praktek hukum yang berlaku mencerminkan keadilan. Contoh kecil bisa dilihat pada sanksi hukum yang diberikan pada orang yang membunuh. Jika seseorang membunuh orang lain, paling kuat sanksi yang dijatuhkan adalah penjara seumur hidup. Secara logika, apakah adil orang yang telah melenyapkan nyawa orang lain, hanya diberi hukum penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini bukan keputusan yang adil. Korban yang mati, mutlak hilang haknya untuk menghirup udara di bumi. Sementara pembunuh, walaupun hidup dibalik terali besi namun masih saja menyandang status hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang diterapkan dalam syariat islam sendiri. Membunuh sangsinya dibunuh. Terutama jika jelas-jelas motif pembunuhan itu disengaja. Hanya itulah yang dianggap setimpal. Dengan begitu, keluarga korban merasa keadilan telah berpihak ke mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) mambayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampui batas sesudah itu maka baginya siksa yang sangat pedih. (QS. 2:178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan yang terkandung dalam syariah islam ini tercermin dari karekteristik syariat itu sendiri. Dr Wahbah az Zuhaily mengistilahkan ini dengan sebutan keistimewaan syariat al Quran.  Berikut uraiannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Al quran bersumber dari Tuhan. Dalam hal ini Allah yang bertindak sebagai hakim-seperti pembahasan sebelumnya-. Tentu Allah dengan sifatNya yang Maha Mengetahui, lebih tahu apa-apa yang terbaik bagi hambanya. Jika Allah yang menetapkan pastinya ketetapan itu adalah yang seadil-adilnya. Karena Allah Maha Adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Syariat islam menjadi paradigma kemanusiaan. Ini melepaskan dugaan dan aktivitas yang berbau fanatisme atau iklim tertentu. Keputusan-keputusan yang ada sesuai dengan kemampuan yang disanggupi. Oleh karena itu tidak ada diskriminasi dalam alquran yang menunjukkan keberpihakkan terhadap golongan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Keseimbangan antara kemaslahatan khusus dan umum. Ini dimaksudkan adanya prioritas dalam penerapan hukum. Dengan mendahului kepentingan umum dari kepentingan pribadi, berarti menjalankan kepentingan semuanya. Sebab kepentingan umum mencakup kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Syariat Al quran lengkap, teratur, universal dan kekal. Keuniversalan al Quran yang diurai secara lengkap dan teratur membuat hukum itu kekal. Hukum yang bersumber dari al Quran senantiasa relevan dengan zaman. Dan itulah yang membuat sebuah hukum tetap eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Dimensi ganda dalam sanksi al quran. Adanya sanksi dunia dan akhirat membuat orang lebih mematuhi hukum. Sebab, jika orang hendak melanggar hukum maka ia akan berfikir sekurangnya dua kali, karena mendapat dua sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-8476550066374631924?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/8476550066374631924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/peda-syariat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8476550066374631924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/8476550066374631924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/peda-syariat.html' title='.::Perda Syariat::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlW0tyQ_sEI/AAAAAAAAAHA/WFy-l2xbN-Q/s72-c/Untitled-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-971158198018681896</id><published>2009-07-09T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T01:44:27.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Cara Islam Mengatasi Krisis::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlWtutcu5dI/AAAAAAAAAG4/ahpuZw_-Ork/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 161px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlWtutcu5dI/AAAAAAAAAG4/ahpuZw_-Ork/s200/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356378349812770258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Amerika krisis, dunia juga krisis. Aneh memang, tapi begitulah adanya. Hancurnya perekonomian negara adidaya tersebut berimbas bukan dalam negeri mereka saja, negara lain juga merasakan pahitnya. Entah sampai berapa lama krisis ini akan berlangsung. Yang pasti selama krisis ini belum bisa diatasi, maka negara-negara berkembanglah yang paling menderita. Pasalnya, jumlah manusia dengan usia bekerja terus bertambah namun lapangan pekerjaan terbatas. Alih-alih ingin membangun perusahaan baru, yang sudah ada aja telah mengurangi karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak pengamat mengatakan, krisis moneter kali ini merupakan peluang ekonomi syariah untuk tampil sebagai lokomotif. Apalagi di eraglobalisasi seperti sekarang, apa yang disebut pasar bebas membuka peluang bagi sistem ekonomi syariah baik yang berbentuk finance maupun trading bisa lebih berani melakukan ekspansi. Sebab perekonomian dibidang sektor ril lebih aman dan menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bicara soal ekonomi islam. Sebab ekonomi islam perbankan syariah kah ia atau yang lain, lebih banyak digeluti oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan dalam mengelolahnya. Bagi mereka-mereka ini, pastilah sudah memahami benar tentang konsep syariah yang akan diberlakukan. Tinggal mereka mulai merealisasikan. Dengan begitu mereka turut andil dalam menyelesaikan krisis moneter. Khususnya yang terjadi di negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita sebagai anak bangsa, apapun statusnya, juga punya andil yang sama. Krisis bukan masalah orang miskin saja. Karena sebenarnya orang kaya juga bertanggung jawab. Dan yang paling bertanggung jawab disini adalah alim Ulama, tuan guru, mahasiswa dan semua umat islam. Kitalah yang seharusnya saling memberitahu, dan saling menasehati agar bisa keluar dari kondisi kering duit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin, masyarakat yang mayoritas muslim dengan penduduk lebih dua ratus jiwa, kebingungan menghadapi krisis. Tingginya manusia dengan usia kerja dan terbatasnya lapangan pekerjaan, ditambah lagi pengangguran akibat PHK, mengharuskan kita untuk merapatkan barisan dalam bingkai ukhuwah. Juga memulai menjalankan apa yang ditawarkan Islam sebagai solusi kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu bukunya yang berjudul “ Musykilat al Faqr wa Kaifa ‘Alajaha al Islam”, Dr.Qaradawi memaparkan secara gamblang gagasan konkrit bagaimana Islam memandang kemiskinan. Secara umum ada enam cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan. Dan ini layak untuk diterapkan dalam kondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama; Kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini cara paling umum yang dilakukan kebanyakan orang untuk meningkatkan taraf hidup. Orang bisa kaya karena ia bekerja. Semakin optimal kerjanya maka semakin besar pemasukannya. Hanya saja, jika kondisinya seperti ini, kebanyakan masyarakat kita bekerja sebagai pegawai, tentu menjadi kendala. Bagi mereka yang “dirumahkan” serasa putus harapan. Kebutuhan hidup yang begitu tinggi, dan sangat terbatasnya lapangan pekerjaan, membuat mereka hanya bisa pasrah diam dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putus hubungan kerja bukan kiamat. Karena kita masih diberikan kesempatan untuk memakmurkan bumi. Dan kalau diterjemahkan dalam bahasa ekonomi, kesempatan ini menyuruh kita agar mengembangkan jiwa entrepreneur. Tuntutan agar kita lihai megelola bumi ini sampai menghasilkan uang. (Al a’raf:10 dan Al Isra’:70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah berjalan ke pasar, perhatikan toko-toko yang ada lalu catat. Lihat kembali catatan itu, lalu tentukan satu jenis usaha yang bisa ditiru. Dan mulailah dengan bismillah. Insya Allah, keuangan anda akan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Memberdayakan sanak famili&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini semacam asas manfaat. Bagi anda yang memiliki sanak famili banyak, beruntunglah. Sebab pada dasarnya ikatan emosional keluarga lebih kental dari yang lain. Oleh karenanya disini diberlakukan kewajiban memberi nafkah bagi anggota keluarga yang mampu kepada yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita mengira yang wajib dinafkahi dalam hidup hanya keluarga (suami, isteri, anak-anak). Sebenarnya, Islam memerintahkan untuk berbuat baik (memberi nafkah) pada orang-orang yang masih ada hubungan darah. (Al isra:26 dan Ar rum:38). Perintah itu juga dijelaskan dalam hadis sebagai salah satu indikasi keimanan seseorang. Kalau kita benar beriman, maka hendaknya sering silaturahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, kita sering silaturahmi, tapi hanya sekedar temu kangen. Padahal diantara tujuan silaturahmi itu untuk mengetahui kondisi orang yang kita kunjungi. Bagaimana kesehatannya, cukupkan kebutuhan sehari-harinya dan lain sebgainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah bisa difahami, bagi kita yang berkecukupan seringlah bersilaturahmi. Siapa tahu diantara sanak famili kita membutuhkan pertolongan. Dan sebagian harta kita itu adalah hak mereka. Dan bagi kita yang membutuhkan tidak perlu pula enggan bersilaturahmi. Karena kewajiban mereka lah membantu sesema keluarga. Karena rasul juga menyebutkan paman, bibi, kakek, nenek, setelah ibu , bapak , adik dan kakak. Sepanjang masih memiliki garis keturunan dari bapak atau ibu, maka kita diperintahkan untuk memberikan bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; Mengoptimalkan sumber daya Zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tahu zakat itu wajib. Bahkan masa sahabat, Abu bakar sempat mengirim pasukan kedaerah yang penduduknya tidak membayar zakat. Beliau berjanji; akan memerangi orang islam yang mendirikan shalat tapi tidak membayar zakat. Karena zakat salah satu devisa negara ketika itu. Sampai-sampai pada masa Khalifah Umar bin Abdul aziz tidak ditemukan lagi orang miskin karena zakat telah berjalan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi sekarang, justru zakat memiliki fungsi yang besar. Untuk mengimbangi kemiskinan yang terus bertambah, kini lembaga zakat harus lebih giat mengumpulkan zakat. Bukan cuma zakat fitrah, kalau bisa semua jenis zakat harta juga dikumpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, peran ulama dibutuhkan. Bagi mereka yang faham tentang zakat, bisa membentuk badan amil layaknya amil zakat fitrah menjelang Idul fitri. Andai ini diterapkan di setiap daerah, dengan berkoordinasi oleh Pemda setempat, insya Allah warga yang ekonominya lemah bisa tercukupkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat; Memberikan subsidi dari kas negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara adalah rumah tangga rakyat. Layaknya sebuah rumah tangga, seorang kepala rumah tangga harus menunaikan kewajibannya dalam membei nafkah. Masyarakat adalah anggota keluarga, dan pemerintah adalah orang tuanya. Tentu orang tua yang baik selalu tanggap pada apa yang dibutuhkan anggota keluarganya. Dan negara yang baik akan cepat tanggap memberikan bantuan dana kepada rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima; Menyalurkan hak harta selain zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta yang kita miliki, jika berlibih maka ada hak orang lain didalamnya. Diantara sara penyaluran hak ini biasa diterapkan dalam bentuk zakat. Akan tetapi zakan bukan satu-satunya cara menyalurkan hak itu. Selain zakat ada jua cara lain; berbuat baik kepada tetangga, hewan qurban, kafarat (denda) orang yang melanggar sumpah, kafarat zihar, fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua penyaluran tersebut kalau diorganisr dengan baik pasti sangat berguna. Kalau ada instansi pengumpul harta-harta yang disebutkan tadi, itu akan menjadi income suatu daerah. Dan dari sini bisa digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam; memberdayakan shadaqah dan wakaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hal ini memiliki potensi yang lumayan besar. Jika masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi terhadap shadaqah dan wakaf, akan terkumpul dana-dana kebajikan. Selanjutnya dana tersebut bisa dijadikan modal untuk usaha-usaha yang menghasilkan profit. Khususnya wakaf tunai, sistem ini menawarkan pada pelakunya bukan hanya pahala yang terus menerus (prinsip amal jariah) bahkan, harta yang dijadikan modal juga bisa diperoleh kembali dalam kurun waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam cara ini patut kita coba. Khusus dua cara terakhir diperlukan manajemen yang baik serta pengorganisiran yang bagus. Sebab cara tersebut masih tergolong jarang atau tidak pernah ada di lingkungan kita. Di sini para alim ulama dituntut untuk menanamkan pemahaman yang dalam kepada masyarakat berkenaan hal tersebut. Cara-cara di atas layaknya sebuah produk yang ingin dijual. Maka darri segi marketing, ulama lah yang bertugas memasarkannya. Agar cara-cara tersebut bisa optimal berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-971158198018681896?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/971158198018681896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/cara-islam-mengatasi-krisis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/971158198018681896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/971158198018681896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/cara-islam-mengatasi-krisis.html' title='.::Cara Islam Mengatasi Krisis::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlWtutcu5dI/AAAAAAAAAG4/ahpuZw_-Ork/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-6588169466310717596</id><published>2009-07-07T22:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T22:39:57.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.::Doa Sang Ibu::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlQv4uReXEI/AAAAAAAAAGw/v6udaDhLhKw/s1600-h/doa2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlQv4uReXEI/AAAAAAAAAGw/v6udaDhLhKw/s200/doa2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355958508390865986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ta’yin, mungkin istilah ini mirip sidang meja hijaunya jenjang strata satu di sini. Biasanya kalau kuliah di indonesia, sebagai tugas akhir tahun mahasiswa, ada buat semacam karya tulis yang disebut skripsi. Dan skripsi ini merupakan laporan hasil kerja yang pernah dilakukan, untuk mengamati dan menganalisa sebuah masalah kemudian mencari solusinya. Semua ini dikemas dalam tulisan, kemudian dibukukan lalu disidangkan dihadapan beberapa dosen penguji untuk dipertanggungjawabkan atas kebenaran tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di sini, yang begituan tidak ada. Memang sedikit beda dengan yang lain. Lebih banyak nggak wajibnya, nggak seperti di indonesia. Konon, katanya kawan-kawan yang belajar di dalam negeri, di universitas manapun, yang namanya mahasiswa pasti akrab banget dengan paper, makalah, persentase kehadiran, dan skripsi. Malah kebanyakan di sana itu sering buat makalah-makalah. Katanya untuk membiasakan mereka menulis skripsi nantinya. Lagian memang, apa artinya mahasiswa kalau nggak bisa nulis. Dimana-mana orang pintar bisa nulis. Itu upaya dirinya dalam memiindahkan pengetahuan kepada khalayak ramai yang disaji dalam bahasa tulisan. Makanya, supaya ide-ide itu berkembang lebih cepat di masyarakat, perlu keahlian menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Azhar, khususnya buat strata satu, yang wajib itu cuma dua. Pertama, harus hadir ijroat buat karneh dan bayar rusum. Kedua, ujian tahriri (tulisan ) dan syafahi (lisan). Selebihnya sunnah, kayak muhadharah (hadir kelas) dan buat bahas  (paper/makalah). Jadi walaupun sudah tercatat sebagai mahasiswa, mau masuk kelas dengar ceramah dosen atau tidak, terserah. Terus kalau ada tugas bahas, mau ngumpulin bagus, tidak ngumpul juga nggak apa-apa. Sampe-sampe bagi sebagian wafidin yang negaranya bertetanggan dengan mesir, mereka baru ada di mesir sewaktu ujian aja. Asal diktat udah ditangan, mereka cukup menguasainya, terus ujian. Kalau bagus jawabannya, berarti najah (lulus). Kalau tidak, ya rasib (gagal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun kan ada dua ujian, tahriri dan syafahi. Nah, khusus tahun empat, karena dianggap ini tahun akhir, maka ada dua maddah (mata kuliah ) yang disyafahikan, tapi istilahnya ta’yin. Jadi, dosen nyuruh baca dari halaman sekian sampai sekian, kemudian sewaktu ujian baru disuruh jelaskan apa yang kita baca. Dan ta’yin ini biasanya diambil dari buku-buku turost, karya ulama klasik dulu.&lt;br /&gt;Tidak banyak sih, paling cuma tiga lembar. Tapi, ya itu tadi, karena buku itu di tulis dengan gaya bahasa arab tempo dulu jadi lebih memeras otak bacanya. Belum lagi gaya tulisannya yang sayarat mantiqi, banyak dhamir (kata ganti). Singkat tapi padat. Itulah yang bikin waswas, kalau-kalau dosen pengujinya syadid alias killer, bisa-bisa ditanya sedetail mungkin. Mulai dari nama pengarang, I’rab matan, nama pensyarah dan perbedaan ulama terhadap masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, hari itu benar-benar gerogi. Padahal persiapanku lumayan matang. Tapi khawatir aja, ta’yin yang diujikan nggak terjawab. Satu jam udah berada di kawasan kampus. Dada masih berdegup kencang. Dan, satu yang terlintas dalam benakku. Ibuku yang ada di Indonesia. langsung kuambil handphone, kukurim sms ke ibu, dibalasnya dengan penuh optimis. Walhasil, sewaktu dosen menanya, serasa ada kekuatan sendiri yang menggerakkan lidah ini untuk menjawab dengan lancar semua pertanyaan yang diajukan dosen. Alhamdulillahi rabbil alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah satu kali baginda nabi Muhammad saw ditanya tentang siapa orang yang paling harus mendapat perlakuan baik. Lalu dia menjawab “ibumu”. Kemudian siapa lagi, jawab beliau “ibumu”. Kemudian siapa lagi, jawab beliau “ibumu”. Setelah itu barulah beliau menjawab “bapakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini diketahui, dalam linkup berbuat baik pada kedua orang tua, antara ibu dengan bapak adalah tiga banding satu. Artinya bahwa kedudukan ibu lebih mendapat perioritas untuk lebih dihormati dan disayangi. Sampai-sampai kemuliaan seorang ibu menjadi kiasan di bawah telapak kakinya surga itu ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang mengandung sembilan bulan sepuluh hari. Dalam keadaan lemah bersangatan. Kemudian setelah melahirkan mengasuh, mengayomi dan lain sebagainya. Ibu jugalah kawan bermain paling dekat bagi seorang anak. Maka wajar, ikatan emosional dan jiwa antara ibu dan anak itu diibaratkan satu kesatuan rasa. Tidak jarang sang ibu mampu merasakan apa yang terjadi pada si anak. Maka, orang sering bilang, jangan melawan sama ibu, karena setiap kata-kata yang terlontar darinya adalah doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan ibu, adalah keberkahan hidup seseorang. Di sanalah kuncinya. Mungkin inilah diantara berkah hidup yang pernah saya lihat dalam keluarga kami. Bapak saya misalnya, adalah tipe figur laki-laki ideal pertama yang pernah ada. Ia pekerja yang ulet, sayang sama isteri dan anak-anaknya. Juga peduli sama adik-adiknya. Setiap, penghasilannya selalu disisihkan untuk ibu dan adik-adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ,kebiasaan bapak mengantar sebagian gajinya ke tempat nenek, awalnya sempat membuat diriku bertanya-tanya. Mungkin waktu itu aku juga masih kecil, kisaran usia sepuluh tahun, jadi mungkin masih belum paham. Terkadang sering ku lihat mamah komplain, kenapa bapak sering ke tempat nenek kalau masa gajian. Dan menyisihkan sebagian gajinya untuk keperluan hidup nenek juga adiknya yang tinggal serumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, di situlah keberkahan terus mengalir. Hingga satu ketika, mamah baru faham setelah mendengar ustad yang menjelaskan bagaimana seorang anak harus berbakti kepada orang tuanya, meskipun ia telah berkeluarga dan menjadi kepala rumah tangga. Satu, yang masih teringat dipikiran saya, ketika mamah meceritakan kembali apa yang didapatnya dari ustad tersebut. Karena bakti seorang anak kepada ibu angan mengantarkan dia menuju kesuksesan hidup. Sebab doa ibu akan selalu menyertai setiap langkahnya. Dan ini terbukti, alhamdulillah dari sekian famili yang ada keluarga kami, bapak lah satu-satunya anggota keluarga yang lumayan bisa tersenyum menjalani hidup, ketimbang saudara-saudaranya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa orang tua, terkhusus ibu adalah doa yang paling mujarab. Maka dari itu, salah satu kesuksesan seseorang bergantung pada seberapa ridha ibunya terhadap dirinya. Sampai-sampai dalam legenda, ada yang menceritakan saking kesalnya seorang ibu, si anak bisa dikutuk jadi batu seperti kisah malingkundang. Kalaulah saja, rasul mengatakan ridha Allah bergantung pada keridhaan kedua orang tua, itu artinya berhasil atau tidak hidup di dunia ini, adalah ibu juga punya andil cukup besar di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagia seorang ibu, melihat anaknya berhasil. Apalagi, rasa bakti seorang anak yang begitu besar tercurah untuk sang ibu. Sehingga, tanpa harus diminta untuk mendoakan, setiap langkah perjalanan si anak akan selalu diiringi doanya.&lt;br /&gt;Rabbighfirli waliwalidayya warham huma kama rabbayani shagira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-6588169466310717596?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/6588169466310717596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/doa-sang-ibu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6588169466310717596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/6588169466310717596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/doa-sang-ibu.html' title='.::Doa Sang Ibu::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlQv4uReXEI/AAAAAAAAAGw/v6udaDhLhKw/s72-c/doa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-3594173680134087255</id><published>2009-07-07T07:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T07:19:59.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.::Belanja on Line::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNY7bV8knI/AAAAAAAAAGo/p2mk1d0kTEs/s1600-h/situs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNY7bV8knI/AAAAAAAAAGo/p2mk1d0kTEs/s320/situs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355722159848985202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kecanggihan teknologi kini sudah menembus batas-batas waktu dan jarak. Lahirnya makhluk ini berdampak cukup signifikan terhadap kehidupan manusia. Contohnya di zaman sekarang, tidak ada lagi istilah jauh jika tekhnologi sudah diikutsertakan. Katakanlah komputer, produk teknologi yang memiliki komponen seperti otak manusia ini mampu berproses layaknya kerja otak manusia. Kinerjanya yang cukup canggih membuat manusia terbantu dalam menyelesaikan pekerjaan lebih efesien.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini perkembangan komputer begitu sangat pesat. Apalagi sejak improvisasi komputer muncul dengan istilah Internet. Dengan mekanisme yang cukup sederhana, hanya menyambungkan line (kabel telepon_red) kita bisa menjelajahi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara netter yang banyak memanfaatkannya adalah kalangan industrialis. Cukup dengan membeli domain kemudian dibuat menjadi web hosting lalu mereka bisa mengenalkan sekaligus memasarkan produk-produknya. Hingga tidak jarang kita temukan aneka homepage yang menyediakan perbelanjaan secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika kita sebagai konsumennya, bagaimana tinjauan hukum yang terdapat pada aktifitas jual beli tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah pada pembahasan hukum, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana mekanisme yang berlangsung pada proses jual beli tersebut. Berikut penjelasan singkat tentang prosedur belanja online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Perusahaan/toko menawarkan produknya dalam satu dealing room yang dibuat pada link-link homepage. Biasanya dalam link tersebut ditampilkan deskripsi aneka produk yang ingin dijual disertai dengan harga dan ongkos kirimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Melalui dealing room ini konsumen bisa melakukan demand (permintaan) terhadap barang yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga : Sebagian toko/perusahaan membuat semacam bargaining (tawaran) pada barang yang ingin dipesan. Dan apabila konsumen merasa tertarik, lalu pembelian bisa dijalankan dengan sistem pembayaran cash. Pembayaran ini biasanya melalui kartu kredit (dengan mencantumkan account pemilik) atau dengan cara transfer via bank ke rekening perusahaan/ toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat : Setelah uang diterima lalu pihak perusahaan mengirim barang ke alamat yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat pada mekanisme pembelian di atas tidak jauh berbeda dengan pembelian dengan cara manual. Pada pembelanjaan online juga memenuhi tiga rukun jual beli yang disyaratkan oleh ulama. Ketiga rukun tersebut adalah : 'âqidân (Penjual dan pembeli), shîghat ( ijab dan kabul), ma'qûd 'alaih (produk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada beberapa perbedaan yang muncul pada sistem pembelanjaan ini. Dari sini kita dituntut untuk mengetahui legalisasi hukum yang terdapat di dalamnya. Perbedaan itu kita temukan pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ijab kabul : Dalam jual beli manual ijab kabulnya berbentuk ucapan pembeli dan penjual. Akan tetapi pada belanja online, ijab kabul berupa demand (permintaan) tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyaksian barang : Pada jual beli manual kita langsung melihat barang (ma'qûd 'alaih) karena sifatnya yang langsung. Sementara belanja online berbeda, konsumen hanya diperlihatkan contoh barangnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijab kabul termasuk salah satu rukun jual beli. Oleh karena itu tidak sah jual beli jika tidak ada ijab kabul. Sebab ijab kabul merupakan simbol kerelaan (ridho) antara kedua belah pihak (baca; penjual dan pembeli). Dan hanya dengan kerelaanlah jual beli dapat dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ijab kabul berbentuk ucapan. Berbeda halnya dengan sistem satu ini (baca; belanja online), tidak ada ucapan dalam rangka ijab kabul. Tetapi walaupun demikian ijab kabulnya bisa kita lihat dari tulisan pemesanan barang. Cara ini dibenarkan dan dikenal dalam fikih yang disebut shîghat bi al kitâbah. Dengan syarat kedua belah pihak berjauhan.(lih: fiqh as sunnah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ketika memesan hanya ditampilkan contoh barang, itu sudah mencukupi. Ini tidak mengandung unsur tipuan (gharar). Karena Rasulullah melarang jual beli yang mengandung unsur tipuan. Dan pembelian dengan cara ini tidak termasuk dalam pembelian barang yang tergolong tidak bisa dimiliki. Seperti membeli ikan dalam laut. Sebab setelah pemesanan selesai, barang akan dikirim sesuai dengan pesanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbelanja cara ini memang sedikit rentan jatuh pada jenis jual beli “ghaib” (tidak deketahui barangnya). Oleh karena itu idealnya, cara ini menyertai khiyâr. Artinya jika terdapat ketidaksamaan benda yang dicontohkan dan benda yang diterima, maka boleh mengembalikannya. Lalu pihak perusahaan menggantinya dengan yang baru. Dengan begitu belanja via internet sah dalam kaca mata syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-3594173680134087255?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/3594173680134087255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/belanja-on-line.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3594173680134087255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/3594173680134087255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/belanja-on-line.html' title='.::Belanja on Line::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNY7bV8knI/AAAAAAAAAGo/p2mk1d0kTEs/s72-c/situs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-2882833837930012315</id><published>2009-07-07T06:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T06:42:18.259-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.:: Pidato Sang Pemimpin ::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNQe0ca4xI/AAAAAAAAAGg/Xt_l3VWOsM8/s1600-h/pidato.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 186px; height: 210px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNQe0ca4xI/AAAAAAAAAGg/Xt_l3VWOsM8/s320/pidato.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355712872277795602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal nabi, umat Islam sepakat memilih Abu Bakar sebagai khalifah. Lantas ia pun berpidato; Rakyatku, saat ini aku memimpin kamu bukanlah berarti yang terbaik. Kalau kinerjaku bagus nantinya, dukunglah. Sebaliknya kalau buruk, ingatkanlah. Kamu hanya harus patuh sepanjang aku mematuhi Allah. Kalau aku tak patuh pada-Nya, maka tak perlu kamu mematuhi aku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah seorang pemimpin. Perkataanya sangat berharga, bahkan lebih berharga dari emas. Setiap rangkaian kata yang terlontar adalah harapan bagi rakyatnya. Maka dari itu pemimpin haruslah benar dalam berkata. Bukan hanya janji semata, melainkan harus berani menjamin bisa mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat ramai yang meneriakkan janji untuk meyakinkan kalau dirinya pantas menjadi pemimpin, terkadang banyak pendengar terhipnotis dengan keindahan katanya. Namun, pernahkah orang yang berjanji itu berfikir, bahwa kata-kata itu merupakan amanah rakyat baginya. Oleh karenanya jika tidak bisa dilakukan maka jangan dikatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman; Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. 61:3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerendahan hati pemimpin adalah kunci kepercayaan masyarakat. Sebagaimana ucapan Abu Bakar, ia dipilih bukan semata karena lebih baik dari yang lain. Ini mengisyaratkan hendaknya pemimpin bisa terbuka pada rakyat. Tidak arogan dan merasa bahwa dialah yang memiliki negara. Lantas kalau ada langkah yang salah, maka ia berusaha menutup keritikan. Sebab jabatan adalah amanah, dan orang yang menitipkan amanah tersebut juga berhak memperbaiki kalau tersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (QS. 4:58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari pemimpin adalah setiap langkahnya  harus seiring dengan tuntunan Islam. Bagaimana ia akan membawa kemaslahatan, sementara Al quran dan sunnah tidak diikuti. Maka, pemimpin haruslah orang yang beriman dan bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda; Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma’siat kepada Alkhaliq. (HSR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-2882833837930012315?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/2882833837930012315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pidato-sang-pemimpin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2882833837930012315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/2882833837930012315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/pidato-sang-pemimpin.html' title='.:: Pidato Sang Pemimpin ::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlNQe0ca4xI/AAAAAAAAAGg/Xt_l3VWOsM8/s72-c/pidato.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-7761736294529179433</id><published>2009-07-06T20:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T20:56:32.511-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Pikir'/><title type='text'>.:: Jual Beli Sistem Kredit ::.</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Praktek dan hukumnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara aneka transaksi dagang saat ini, ada yang kita kenal dengan sebutan pembelian barang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlLHIy6_FGI/AAAAAAAAACU/cY-IjSVOFog/s1600-h/hepeng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 254px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlLHIy6_FGI/AAAAAAAAACU/cY-IjSVOFog/s320/hepeng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355561860818998370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sistem kredit. Atau istilah yang lebih akrab di kalangan kita adalah membeli barang dengan cicilan/angsuran. Mungkin anda ataupun orang tua anda pernah membeli perabotan rumah, baju dan lain sebagainya dengan menyicil. Yaitu membeli barang dengan membayar sebagian uang muka, sebagai tanda jadi, kemudian membayar cicilan setiap bulannya, sampai harga barang itu lunas. Dan biasanya harga yang ditawarkan untuk pembayaran cicilan lebih mahal dari pembayaran tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan contoh berikut;&lt;br /&gt;Sebuah motor honda @ Rp. 10.000.000 (Tunai)&lt;br /&gt;           Rp. 13.000.000 (Kredit/angsur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibeli dengan kredit, maka sistem pembayarannya sebagai berikut;&lt;br /&gt;Uang muka  : Rp 1.000.000&lt;br /&gt;Sisa           : Rp 12.000.000&lt;br /&gt;Cicilan         : 12 kali pembayaran (Rp1.000.000/bulan)&lt;br /&gt;Bunga          : 5 %  dari Laba kotor (Rp.150.000) dibayar jika lewat waktu pelunasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba kotor  = Rp 13.000.000 – Rp10.000.000&lt;br /&gt;      = Rp 3.000.000&lt;br /&gt;% Laba kotor = (Rp 3.000.000/Rp 10.000.000) X 100 %&lt;br /&gt;          = 30 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bentuk yang telah dipaparkan di atas, setidaknya ada dua unsur penting yang perlu dibahas berkaitan  dengan penetapan hukum jual beli dengan cicilan ini. Perlu diketahui juga, metode penjualan seperti ini memiliki tiga alasan mengapa pembayaran dengan kredit lebih tinggi dari pada pembayaran kontan (cash);&lt;br /&gt;1. Penagihan dipandang sebagai perolehan kembali harga pokok&lt;br /&gt;2. Penagihan dipandang sebagai realisasi laba&lt;br /&gt;3. Penagihan dipandang sebagai perolehan kembali harga pokok &amp;amp; realisasi laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita analisa dua unsur yang terkait pada sistem penjualan ini;&lt;br /&gt;Pertama ; Uang muka atau panjar  (Down of Paymant)&lt;br /&gt;Kedua ; Bunga (interest)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh di atas, jika motor dibeli dengan cara menyicil,  maka harus membayar uang muka (panjar ) kepada penjual sebesar satu juta rupiah. Kalau pada priode pembayaran, pembeli bisa melunasi uang cicilannya maka uang muka itu dianggap bagian dari total pembayaran cicilan. Namun jika tidak, maka uang itu menjadi hak penjual, tidak bisa ditarik kembali oleh pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang muka pada penjualan barang ini dalam istilah fikih kita kenal dengan ‘urbun. Para ulama berbeda pendapat menjadi dua;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Jual-beli dengan uang muka (panjar) tidak sah. Ini pendapat Jumhur ulama; Hanafiyyah, Malikiyyah dan Syafi'iyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amru bin Syuaib, dari Ayahnya, dari kakeknya berkata; “Rasulullah saw melarang jual beli ‘urbun” (HR. Ahmad, Nasai, Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang menganggap jual beli ini tidak sah didasarkan atas tiga alasan&lt;br /&gt;a. Hadis yang diriwayatkan Imam Malik, Ahmad dan Abu Daud;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang jual beli dengan sistem uang muka. Imam Maalik berkata : “Dan inilah adalah yang kita lihat –wallahu A'lam- seorang membeli budak atau menyewa hewan kendaraan kemudian berkata, ‘Saya berikan kepadamu satu dinar dengan ketentuan apabila saya membatalkan (tidak jadi) membeli atau tidak jadi menyewanya, maka uang yang telah saya berikan itu menjadi milikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Termasuk dalam kategori memakan harta orang lain dengan cara batil, karena disyaratkan oleh si penjual tanpa ada kompensasinya (QS An nisa’:29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Terdapat dua syarat batil: Pertama; syarat memberikan uang panjar. Kedua, syarat mengembalikan barang transaksi dengan perkiraan salah satu pihak tidak ridha. Hukumnya sama dengan hak pilih terhadap hal yang tidak diketahui (khiyaar al-majhul). Kalau disyaratkan harus ada pengembalian barang tanpa disebutkan waktunya, jelas tidak sah. Demikian juga apabila dikatakan: Saya mempunyai hak memilih. (Terserah) kapan saya ingin mengembalikan dengan tanpa dikembalikan uang pembayarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Jual beli dengan uang muka diperbolehkan. Ini pendapat madzhab Hanbali. Dan diriwayatkan bolehnya jual beli ini dari Umar, Ibnu Umar, Sa'id bin Al Musayyib dan Muhammad bin Sirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua pendapat di atas, yang paling kuat adalah pendapat Mayoritas Ulama tentang pelarangan bai’ urbun. As-Syaukani dalam kitabnya Nail al awthar mengatakan : “Yang rajih adalah pendapat jumhur karena dalam hadits 'Amru bin Syu'aib terdapat beberapa jalan periwayatan yang saling menguatkan. Juga karena dalam jual-beli seperti ini terdapat larangan, dan hadits yang mengandung larangan lebih rajih dari yang menunjukkan bolehnya, sebagaimana telah jelas dalam ushul Fiqh. Yang menjadi illat (sebab hukum) larangan ini ialah, jual-beli seperti ini mengandung dua syarat yang fasid. Pertama, syarat menyerahkan kepada penjual harta (uang muka) secara gratis apabila pembeli batal membelinya. Kedua, syarat mengembalikan barang kepada penjual apabila si pembeli tidak ada keinginan untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, berkenaan dengan bunga yang dibebankan , maka unsur ini tergolong riba. Pada contoh di atas, pembeli wajib menambahkan  lima persen (seratus lima puluh ribu rupiah) jika terlambat dalam jangka dua belas kali pembayaran selama setahun. Riba ini dikenal dengan sebutan riba nasiah. Yaitu tambahan yang dikenakan pada orang yang berhutang setelah jatuh tempo. Dan seluruh jual beli yang mengandung unsur riba, maka haram hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sistem pembayaran kredit itu sendiri dalam jual beli dibolehkan oleh syara’. Ini merupakan salah satu cara yang digunakan agar distribusi barang berlangsung dengan cepat. Semakin cepat perputaran distribusi barang, maka semakin besar peluang keuntungan yang akan diperoleh. Dengan pertimbangan bahwa nilai uang tunai lebih tinggi dibanding dengan piutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama juga sepakat tentang bolehnya jual beli sistem kredit ini. Dalam fikih kontemporer, istilah ini dikenal dengan sebutan Bai’ bit Taqstih. Sepanjang jual beli ini tidak mengandung dua unsur yang telah dijelaskan di atas, dan harga untuk pembayaran tunai atau kredit diketahui dengan jelas saat melakukan akad, maka pembayaran dengan cara cicilan dibolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-7761736294529179433?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/7761736294529179433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/jual-beli-sistem-kredit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7761736294529179433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/7761736294529179433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/jual-beli-sistem-kredit.html' title='.:: Jual Beli Sistem Kredit ::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nTMrXbhdvyc/SlLHIy6_FGI/AAAAAAAAACU/cY-IjSVOFog/s72-c/hepeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4687073954027822965.post-5664789027420037470</id><published>2009-07-06T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T20:20:22.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang Hati'/><title type='text'>.:: Usia yang Berkurang ::.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kucoon.com/wp/wp-content/uploads/ninja_birthday.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 296px; height: 222px;" src="http://www.kucoon.com/wp/wp-content/uploads/ninja_birthday.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi itu, aku yang sedari malam berada di rumah kawan, setelah melaksanakan rutinitas pagi, shalat dan baca quran, aku duduk santai depan komputer. Dengan segelas teh dan roti, tidak jauh beda seperti yang aku rasakan di pagi-pagi yang lain. Hanya saja, biasa di rumah sendiri, ini di tempat orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan komputer kawanku tersambung jaringan internet. Kuhampiri segera, dan langsung masuk ke YM (yahoo messenger) . Kulihat list kawan-kawan yang online. Lumayan banyak, mungkin karena baru selesai ujian. Jadi agak sedikit santai ber“OL” ria alias chatting. Pikirku memang di saat-saat kosong, tidak disibukkan dengan banyak tuntan, asyiknya duduk di depan komputer, buka internet dan chating. Ngobrol ke sana kemari, walau terkadang tidak ada topik, tapi enjoy juga. Mungkin sesuai dengan psikologi orang muda yang suka mengekspresikan diri. Jadi, dunia maya seperti chatting ini, salah satu sarana untuk lebih bebas berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa kalau sudah login YM, aku memerikasa kotak masuk email ku. Tebakku, pasti banyak mail yang masuk. Soalnya semasa ujian selama sebulan penuh aku jarang buka internet. Dan benar, lebih dari lima puluhan email masuk. Ya walaupun kebanyakan mailist dan email-email yang nggak terlalu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit agak bertanya-tanya, di antara sederetan surat masuk itu terlihat pengirimnya dari Facebook. Paling juga orang-orang yang minta add. Soalnya, aku tergolong orang yang paling jarang mendapat komentar-komentar di halama facebookku. Karena memang, aku tidak begitu suka balas-balasan komen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kali itu beda. Lebih dari lima orang ngasi komentar di facebookku. Aneh kupikir, ada apa gerangan yang membuat mereka ringan tangan memberi komentar. Padahal juga aku tidak pernah memberi komentar di facebook mereka. Tapi satu yang ku tahu, saat kulihat tanggal hari itu, bertepatan dengan hari kelahiranku. Aneka ucapan selamat ulang tahun pun menghiasi halaman depan facebook ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang ngucapin sanah helwah, ada yang happy birthday, ada juga dengan ucapan selamat ulang tahun. Sebuah penghargaan yang lumayan berarti bagiku. Walau ucapan-ucapan itu datang dari sebagian orang-orang yang tak ku kenal dan tak pernah berpapasan. Bahkan yang paling berharga menurutku, harapan dan doa-doa yang mereka berikan teriring ucapan selamat tadi, sehingga mengingatkan perjalnan hidupku sudah berapa jauh langkah yang ayuhkan. Sampai-sampai menjadi sebuah konsekwensi dari rute hidup yang kulalui, pergantian hari yang menemani, membuat jatah hidupku berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu komentar seperti itulah yang membuat aku kembali melihat ke belakang sejenak. Tatakala seorang kawan menulis komentar berupa ucapan selamat dan nasihat meski usia bertambah namun hakikatnya berkurang, juga doanya semoga aku yang sekarang bisa menjadi lebih bijak dari pada aku yang dulu-dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya soal perdebatan ulang tahun, aku lebih memilih posisi ditengah dalam hal ini. Memang benar ada yang bilang, ulang tahun itu tradisi luar, apalagi sampai-sampai merayakan, sangat tidak pantas sekali sebagai muslim meniru adat dan tradisi orang luar. Karena memang sedari dulu, islam tidak pernah ingin sama dengan orang luar. Misalnya, sewaktu para sahabat nabi dulu kebingungan bagaimana caranya memanggil orang untuk shalat berjamaah. Ada yang ngusulkan terompet, kemudian ditolak karena alasan ngikuti orang Yahudi. Ada yang ngusulkan lonceng, kemudian ditolak karena alasan ngikuti orang Nasrani. Barulah terakhir salah seorang sahabat mengusulkan untuk mengumandankan azan. Belum lagi yang beralasan, menyetir hadis bahwa segolongan yang mengikuti golongan lain, maka mereka termasuk satu golongan. Dan orang-orang yang mencintai satu kelompok, kelak akan dikumpulkan dihari kiamat bersama kelompok orang yang dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hal yang paling penting dalam hal ini, bagaimana kita mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam kehidupan. Bukan ucapan selamat itu yang diharapkan, karena kalau direnung lebih dalam apa yang harus diucapin selamat, toh umur juga jadi berkurang. Namun yang paling berarti, saat orang-orang sekitar kita mengiringi doa dan nasehat di hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasibu qabla an tuhasabu, hitunglah diri kamu sebelum kamu dihitung. Setidaknya pernyataan ini yang mendasari bahwa muhasabah itu perlu kapan saja. merenung sejenak memikirkan apa yang sudah dikerjakan apa yang belum. Tafakkur, betapa banyak nikmat Allah yang diberikan, apakah sudah seimbang rasa syukur kita terhadap nikmat yang ada. Dan menghitung diri, apakah sepanjang nafas berhembus ini lebih banyak kebajikan yang dikerjakan atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dan setiap tahun. Intinya, setiap saat kita harus selalu interopeksi diri. Wal tanzur nafsun ma qaddamat li ghad. Begitulah firman Allah, menyuruh kita agar melihat apa yang telah berlalu agar bisa dijadikan pelajaran di masa akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah berartinya sebuah nasehat. Itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Satu kewajiban yang begitu pentingnya sampai-sampai dalam FirmanNya Allah swt menggandengkan peringatan itu dalam satu surat yang disebut al Ashr yang berarti waktu atau masa. Karena banyak orang yang terlalai dengan masa yang ada. Dalam surat tersebut Allah mengecualikan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka tidak akan merugi disebabkan oleh waktu. Karena mereka senantiasa menasehati dalam jalan kebaikan dan dalam kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berntunglah orang-orang yang mendapat nasehat dari saudaranya sehingga menjadikan dirinya lebih baik dari pada hari yang kemarin. Dan merugilah orang yang tidak mendapat nasehat, karena dirinya bakal menjadi lebih buruk dari pada hari yang kemarin. Sekurang-kurangnya, nasehat itu ada setahun sekali saat usia kita bertambah. Mudah-mudahan dengan muhasabah akan membuat hidup lebih berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4687073954027822965-5664789027420037470?l=madhan-syah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madhan-syah.blogspot.com/feeds/5664789027420037470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/usia-yang-berkurang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5664789027420037470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4687073954027822965/posts/default/5664789027420037470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madhan-syah.blogspot.com/2009/07/usia-yang-berkurang.html' title='.:: Usia yang Berkurang ::.'/><author><name>Ramadhan Shah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03613359850318489359</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
